
Bola.net - - Atlet angkat besi kebanggaan Tanah Air, Eko Yuli Irawan tampaknya masih berpeluang untuk kembali turun dalam ajang Asian Games 2018, usai Federasi Angkat Berat Asia (AWF) memberikan lampu hijau agar kategori 62 kg tetap digelar dalam ajang tersebut pada Agustus mendatang.
Di lain sisi, AWF juga meminta agar panitia penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) tak melakukan pengurangan kategori pertandingan dalam kelompok putra. Meski begitu Inasgoc mengaku belum bisa mengambil keputusan soal ini, dan harus merundingkannya dengan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Panitia Pelaksana Asian Games 2018.
"Inasgoc sangat mendukung kelas putra 62 kg dipertandingkan, karena ini nomor yang menguntungkan Indonesia. Tapi Inasgoc tak bisa ambil keputusan mengingat Presiden OCA (Olympic Council of Asia) dan Pemerintah Indonesia telah memutuskan sejak 2017 bahwa di Asian Games 2018 akan dipertandingkan maksimal 462 nomor. Maka kami akan melaporkan masalah ini kepada pak Jusuf Kalla dan OCA," kata Deputi 1 Inasgoc, Harry Warganegara seperti yang dilansir Liputan6.com.
Eko Yuli Irawan (c) Bola.com/Nicklas Hanoatubun
Permintaan dari AWF ini pun menandakan bahwa cabang olahraga (cabor) yang akan digelar di Asian Games 2018 akan bertambah, yakni dari tujuh nomor untuk kelompok putra sesuai Olimpiade Tokyo 2020 mendatang menjadi delapan nomor seperti Olimpiade Rio 2016 lalu.
Harry pun menyatakan bahwa keputusan final mengenai kategori 62 kg yang menjadi keunggulan Eko Yuli akan diambil oleh pemerintah dan OCA. AWF sendiri diketahui tak memiliki wewenang untuk mencoret kategori 62 kg dari Asian Games, apalagi Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) belum menetapkan kelas apa saja yang akan digelar di Olimpiade Tokyo 2020.
"Memang ada keputusan dari OCA bahwa nomor yang dipertandingkan di Asian Games 2018 harus mengacu pada Olimpiade 2020 dan ini diputuskan sejak pertengahan 2017. Tetapi, AWF tak bisa menjadikan sebagai alasan dengan mencoret kelas Men 62 kg, apalagi IWF belum memutuskan," tutur Harry.
Di lain sisi, Ketua Harian PB PABBSI, Joko Pramono menyambut baik pemberitahuan AWF yang menyetujui kategori 62 kg. Ia bahkan mengaku telah mengajukan surat pemberitahuan tersebut kepada Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto. "Pak Gatot menyambut baik surat dari AWF, dan beliau juga mendukung agar Eko Yuli bisa tampil di Asian Games 2018 nanti," ungkapnya.
Lalu bagaimana dengan kabar soal pengurangan nomor pada angkat besi atas permintaan Inasgoc? "PB PABBSI tak mau memperpanjang polemik. Yang pasti, AWF sudah menjawab surat permintaan agar kelas Men 62 kg tetap dipertandingkan. Jadi semua keputusan ada pada pemerintah untuk memperjuangkan ke OCA," pungkasnya.
Sumber: Liputan6.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eko Yuli Dapat Lampu Hijau Kembali Turun di Asian Games 2018
Olahraga Lain-Lain 13 Maret 2018, 11:45
-
Pecah Dua Rekor, Eko Yuli Beri Satu Emas untuk Jatim
Olahraga Lain-Lain 20 September 2016, 17:22
-
Eko Yuli dan Sri Wahyuni Janji Rebut Emas di Olimpiade Tokyo 2020
Olahraga Lain-Lain 15 Agustus 2016, 11:10
-
KOI Berikan Bonus Peraih Medali di Olimpiade
Olahraga Lain-Lain 7 September 2012, 13:35
-
Kontingen Angkat Besi Tiba di Tanah Air, Siap Kebanjiran Bonus
Olahraga Lain-Lain 5 Agustus 2012, 14:08
LATEST UPDATE
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
-
Kylian Mbappe: Emangnya Cuma Kalian yang Bisa Main Kotor, Paraguay!
Piala Dunia 5 Juli 2026, 07:45
-
Lionel Messi dan Bayang-bayang Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR