Indonesia Jadi Tuan Rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026, Bali Siap Sambut Ratusan Atlet Asia

Indonesia Jadi Tuan Rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026, Bali Siap Sambut Ratusan Atlet Asia
Press conference 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan ASTREAM OWS Series Bali 2026 yang diadakan di Ruang Balairung Gedung Sapta Pesona kantor pusat Kementrian Pariwisata, Kamis (04/06/2026) (c) Bola.com/Abdul Aziz

Bola.net - Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB Akuatik Indonesia) terus mematangkan persiapan menjelang penyelenggaraan 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A STREAM OWS Series Bali 2026. Kedua ajang tersebut akan berlangsung di Pantai Hotel Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Bali, pada 13-15 Juni 2026.

Kejuaraan renang perairan terbuka terbesar di Asia itu diharapkan menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga akuatik nasional, khususnya open water swimming (OWS). Selain itu, ajang tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi penyelenggara event olahraga internasional.

Sebanyak 17 negara Asia akan mengirimkan atlet terbaiknya untuk bersaing pada 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026. Indonesia juga akan menurunkan atlet-atlet nasional OWS untuk bersaing di hadapan publik sendiri.

Total 128 peserta akan ambil bagian pada kejuaraan Asia tersebut. Sementara itu, A STREAM OWS Series Bali 2026 diperkirakan diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kategori.

Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi olahraga akuatik Indonesia.

“Kami bangga mendapat kehormatan dipercaya Asia Aquatics menjadi tuan rumah ajang OWS terbesar di Asia. Sebelumnya kami juga sukses menggelar ajang OWS di level Asia Tenggara di Bali juga,” ujarnya.

1 dari 3 halaman

Menambah Jam Terbang Atlet Nasional

Para perenang Indonesia saat berlaga di SEA Games 2025 Thailand. (c) PB Akuatik

Para perenang Indonesia saat berlaga di SEA Games 2025 Thailand. (c) PB Akuatik

Anindya berharap kejuaraan ini dapat menjadi sarana bagi atlet-atlet OWS Indonesia untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kualitas persaingan di level internasional. Menurutnya, kehadiran atlet-atlet terbaik Asia akan menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan atlet nasional.

Selain aspek prestasi, PB Akuatik Indonesia juga menaruh harapan besar terhadap dampak ekonomi dan pariwisata yang dihasilkan dari penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Bali dinilai memiliki potensi besar sebagai lokasi pengembangan sport tourism berbasis olahraga akuatik.

“Semoga ini juga memberi banyak kontribusi bagi pariwisata. Indonesia memiliki banyak spot terbaik untuk menjadi tempat event sport tourism, termasuk OWS dan olahraga akuatik lainnya. Semoga ini juga akan berdampak pada peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan ajang ini juga datang dari Kementerian Pariwisata. Dalam konferensi pers di Ruang Balairung Gedung Sapta Pesona, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya mempromosikan destinasi Indonesia melalui olahraga internasional.

"Kami pada prinsipnya sangat mendukung dan senang dapat berkolaborasi untuk mempromosikan destinasi Indonesia, bukan hanya Bali tetapi juga berbagai destinasi lainnya di Tanah Air," ucap Widiyanti.

2 dari 3 halaman

Perkuat Sport Tourism Indonesia

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana (tengah), bersama Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo (c) Muhammad Adi Yaksa

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana (tengah), bersama Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo (c) Muhammad Adi Yaksa

Widiyanti menilai kejuaraan renang perairan terbuka bertaraf internasional dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism di kawasan Asia. Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut pada masa mendatang.

"Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat berlanjut setiap tahun dan mampu menghadirkan lebih banyak peserta lagi dari berbagai negara," lanjutnya.

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, mengatakan kepercayaan dari Asia Aquatics merupakan hasil dari komitmen panjang Indonesia dalam membangun olahraga akuatik sekaligus mengembangkan sektor pariwisata olahraga.

"PB Akuatik Indonesia menyambut dengan penuh kebanggaan kesempatan menjadi tuan rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026. Kejuaraan ini bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat kepada dunia internasional melalui olahraga," jelas Harlin.

"Bali menawarkan arena kompetisi yang sangat baik untuk cabang open water swimming. Kami ingin para atlet, ofisial, dan delegasi dari seluruh Asia merasakan pengalaman bertanding yang aman, profesional, dan berkesan sekaligus menikmati kekayaan budaya Indonesia."

3 dari 3 halaman

A STREAM OWS Series Masuki Seri Kedua

Aksi Karel Subagyo ketika membela Indonesia di SEA Games 2025 (c) Istimewa

Aksi Karel Subagyo ketika membela Indonesia di SEA Games 2025 (c) Istimewa

A STREAM Open Water Swimming Series Bali 2026 menjadi seri kedua setelah penyelenggaraan perdana digelar di Lampung pada 2025. Ajang ini akan diikuti atlet elite nasional, perenang kelompok umur, kategori master, hingga peserta umum dan internasional.

Keberagaman peserta dari berbagai kelompok usia diperkirakan akan membuat kompetisi berlangsung meriah. Ajang ini juga menjadi wadah pengembangan olahraga renang perairan terbuka di Indonesia.

Ke depan, A STREAM OWS Series direncanakan hadir di sejumlah destinasi wisata nasional seperti Lombok, Belitung, dan Labuan Bajo. Program tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan sport tourism sekaligus memperkenalkan destinasi unggulan Indonesia melalui olahraga.

Sementara itu, 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 akan mempertemukan para perenang perairan terbuka terbaik Asia. Para atlet akan bersaing pada nomor 5.000 meter dan 10.000 meter sesuai regulasi internasional.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL