
Bola.net - Pebalap leader Polygon Sweet Nice, Hari Fitrianto memberi ancaman pada Jelajah Malaysia. Pada etape pertama dari Bandar Baru menuju Kampar ia selesaikan dengan catatan waktu, 3 jam, 50 menit, 38 detik, Selasa (8/5).
Hari Fitrianto hanya kalah posisi setelah adu sprint dengan pebalap kawakan Sinichi Fukushima (Terengganu Asia Racing Team) dan Michael Torckler (Pure Black Racing Team). Di belakang Hari terdapat dua pebalap, Volodymyr Zagorodniy (Suren Uzbekistan) dan Andrey Mizurov (RTS) dengan waktu sama.
Keberhasilan Hari Fitrianto menduduki posisi ketiga memang di luar dugaan. Masalahnya Kacong, sapaan Hari Fitrianto bukan sprinter. Sementara dia mampu bersaing dengan sprinter di garis depan setelah menempuh medan flat etape pertama kemarin. Bahkan manajer tim, Harijanto Tjondrokusumo tidak menyangka anak didiknya merebut podium ketiga.
“Ini di luar dugaan dan di luar ekspektasi kita. Kita tahu, kondisi Hari Fitrianto belum maksimal dan dia juga bukan sprinter. Tetapi dia malah bisa bersaing dengan sprinter di garis depan,” terang Harijanto Tjondrokusumo, melalui surat elektroniknya.
Sehari menjelang balapan, kondisi pebalap asal Probolinggo itu belum maksimal. Itu disebabkan masa recovery dari balapan Tour of Borneo menuju Jelajah Malaysia cukup singkat. Situasi ini sama dengan yang dialami Kacong menjelang balapan Tour of Borneo akhir April silam.
Harijanto menilai apa yang dilakukan anak didiknya itu sesuai prediksi. “Dia pebalap senior yang terbiasa mengikuti balapan internasional. Hari tahu apa yang harus dilakukan menjelang dan selama balapan berlangsung,” terang pengusaha makanan itu.
Dengan keberhasilan itu, Hari Fitrianto berhak mengenakan Blue Jersey. Jersey (kaus) itu dikenakan sebagai pebalap tercepat kategori pebalap Asia. Sebetulnya Fukushima berhak mengenakan dua jersey, Yellow dan Blue. Tetapi Fukushima berhak mengenakan jersey tertinggi, yakni Yellow, sedangkan Blue Jersey dikenakan Hari.
“Target berikutnya, bagaimana seluruh pebalap mengamankan jersey yang dikenakan Hari,” lanjut Harijanto menjelang pelaksanaan etape kedua. Tidak tertutup kemungkinan team order mengupayakan Hari Fitrianto bersaing dengan Fukushima. Maklum di klasemen umum total waktu Fukushima dengan Hari terpaut empat detik. Fukushima mengemas total waktu 3:50:28 setelah mendapat bonus 10 detik. (psn/kny)
Hari Fitrianto hanya kalah posisi setelah adu sprint dengan pebalap kawakan Sinichi Fukushima (Terengganu Asia Racing Team) dan Michael Torckler (Pure Black Racing Team). Di belakang Hari terdapat dua pebalap, Volodymyr Zagorodniy (Suren Uzbekistan) dan Andrey Mizurov (RTS) dengan waktu sama.
Keberhasilan Hari Fitrianto menduduki posisi ketiga memang di luar dugaan. Masalahnya Kacong, sapaan Hari Fitrianto bukan sprinter. Sementara dia mampu bersaing dengan sprinter di garis depan setelah menempuh medan flat etape pertama kemarin. Bahkan manajer tim, Harijanto Tjondrokusumo tidak menyangka anak didiknya merebut podium ketiga.
“Ini di luar dugaan dan di luar ekspektasi kita. Kita tahu, kondisi Hari Fitrianto belum maksimal dan dia juga bukan sprinter. Tetapi dia malah bisa bersaing dengan sprinter di garis depan,” terang Harijanto Tjondrokusumo, melalui surat elektroniknya.
Sehari menjelang balapan, kondisi pebalap asal Probolinggo itu belum maksimal. Itu disebabkan masa recovery dari balapan Tour of Borneo menuju Jelajah Malaysia cukup singkat. Situasi ini sama dengan yang dialami Kacong menjelang balapan Tour of Borneo akhir April silam.
Harijanto menilai apa yang dilakukan anak didiknya itu sesuai prediksi. “Dia pebalap senior yang terbiasa mengikuti balapan internasional. Hari tahu apa yang harus dilakukan menjelang dan selama balapan berlangsung,” terang pengusaha makanan itu.
Dengan keberhasilan itu, Hari Fitrianto berhak mengenakan Blue Jersey. Jersey (kaus) itu dikenakan sebagai pebalap tercepat kategori pebalap Asia. Sebetulnya Fukushima berhak mengenakan dua jersey, Yellow dan Blue. Tetapi Fukushima berhak mengenakan jersey tertinggi, yakni Yellow, sedangkan Blue Jersey dikenakan Hari.
“Target berikutnya, bagaimana seluruh pebalap mengamankan jersey yang dikenakan Hari,” lanjut Harijanto menjelang pelaksanaan etape kedua. Tidak tertutup kemungkinan team order mengupayakan Hari Fitrianto bersaing dengan Fukushima. Maklum di klasemen umum total waktu Fukushima dengan Hari terpaut empat detik. Fukushima mengemas total waktu 3:50:28 setelah mendapat bonus 10 detik. (psn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jelajah Malaysia: Posisi Hari Fitrianto Tergusur
Olahraga Lain-Lain 9 Mei 2012, 20:30
-
Jelajah Malaysia: Hari Fitrianto Raih Podium Pertama
Olahraga Lain-Lain 9 Mei 2012, 16:45
-
Turnamen Balap Sepeda Jelajah Malaysia Dimulai
Olahraga Lain-Lain 7 Mei 2012, 18:50
-
Lima Pebalap Muda PSN Butuh Recovery
Olahraga Lain-Lain 6 Mei 2012, 19:45
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Tampilan Man of the Match Diubah untuk 8 Pemain Muslim
Piala Dunia 21 Juni 2026, 21:48
-
Jude Bellingham Bersinar, Debat Nomor 10 Inggris Mereda
Piala Dunia 21 Juni 2026, 20:49
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Kolombia vs RD Kongo 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:23
-
Laga Ke-1000 Piala Dunia dan Kemenangan Telak Jepang
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:18
-
Piala Dunia 2026: Tiga Tim Tersingkir Lebih Cepat Akibat Aturan Baru FIFA
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:11
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Panama vs Kroasia 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 18:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Ghana 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 18:28
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Portugal vs Uzbekistan 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:56
-
Selandia Baru dan Mesir Berburu Kemenangan Perdana
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:24
-
Uruguay Berusaha Bangkit, Cape Verde Ingin Melanjutkan Kejutan
Piala Dunia 21 Juni 2026, 16:57
-
Diincar Real Madrid dan Tottenham, Hati Mateus Fernandes Hanya untuk MU
Liga Inggris 21 Juni 2026, 16:30
-
Sama-sama Mencari Kemenangan Perdana, Belgia Waspadai Semangat Iran
Piala Dunia 21 Juni 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28
























KOMENTAR