
Bola.net - Upaya Polygon Sweet Nice mengamankan posisi Hari Fitrianto dari tiga besar klasemen sementara pada Jelajah Malaysia terganjal. Pada etape kedua dari Bandar Baru menuju Kulim, Rabu (9/5/2012), membuat posisi Hari melorot ke delapan besar di klasemen sementara.
Rute yang dilalui sejauh 201,8 km itu diselesaikan dalam tempo 5 jam 10 menit, dan 50 detik dan menempatkannya finis di urutan ke-22, di belakang rekannya, Dani Lesmana dengan waktu yang sama. Tambahan waktu itu menjadikan koleksi waktu yang dimiliki Hari Fitrianto menjadi, 9:01:24.
Manajer tim Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo mengakui kegagalan mengejar ketinggalan tidak lepas dari faktor keberuntungan. “Kita akui kalah hari ini. Setidaknya Hari terjatuh menjelang tanjakan setinggi 537 m dpl, pada kilometer 130,6 dan sulit baginya mengejar ketinggalan,” kata Harijanto melalui surat elektronik, Rabu malam (9/5).
Lepasnya Blue Jersey (kaus pembalap Asia tercepat) yang dikenakan Hari Fitrianto pada etape pertama, juga diikuti lepasnya Yellow Jersey (pimpinan lomba). Pada etape kedua, Jai Crawford (RTS Racing) memenangi balapan dengan menjadi yang tercepat dengan catatan waktu, 5:07:42.
Tetapi Yellow dan Blue Jersey justru dikuasai Yusup Abrekov (Suren Uzbekistan) yang hanya finis kelima. Tetapi dia memiliki total waktu 8:58:36 dan berhak menggusur Sinichi Fukushima (Terengganu Racing Team) yang sehari sebelumnya memiliki Yellow Jersey.
Adanya perubahan itu membuat Harijanto optimis pada empat etape ke depan bisa melakukan perubahan. “Masih memungkinkan bagi Polygon Sweet Nice melakukan perubahan. Tetapi kali ini kita tidak berambisi mengejar Yellow Jersey,” ungkapnya. Bukan berarti timnya lempar handuk dengan situasi saat ini.
Masalahnya komposisi timnya kini tersisa lima pebalap. Itu setelah Christopher Antonius gagal finis pada etape kedua. “Peluang masih ada. Tetapi strategi kita ubah, dengan membidik satu kemenangan etape,” ungkapnya. Peluang tersebut dirasa lebih besar dibanding mengejar Yellow Jersey.
Pada etape ketiga Kamis (10/5) akan menempuh rute yang relative lebih pendek, dengan jarak hanya 168,8 km dari Kulim menuju Felda Chuping. Ada satu tanjakan tetapi tak setinggi dan tak seberat etape kedua, dan hanya 55 m dpl. "Segala upaya akan kita lakukan," tegasnya. (psn/kny)
Rute yang dilalui sejauh 201,8 km itu diselesaikan dalam tempo 5 jam 10 menit, dan 50 detik dan menempatkannya finis di urutan ke-22, di belakang rekannya, Dani Lesmana dengan waktu yang sama. Tambahan waktu itu menjadikan koleksi waktu yang dimiliki Hari Fitrianto menjadi, 9:01:24.
Manajer tim Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo mengakui kegagalan mengejar ketinggalan tidak lepas dari faktor keberuntungan. “Kita akui kalah hari ini. Setidaknya Hari terjatuh menjelang tanjakan setinggi 537 m dpl, pada kilometer 130,6 dan sulit baginya mengejar ketinggalan,” kata Harijanto melalui surat elektronik, Rabu malam (9/5).
Lepasnya Blue Jersey (kaus pembalap Asia tercepat) yang dikenakan Hari Fitrianto pada etape pertama, juga diikuti lepasnya Yellow Jersey (pimpinan lomba). Pada etape kedua, Jai Crawford (RTS Racing) memenangi balapan dengan menjadi yang tercepat dengan catatan waktu, 5:07:42.
Tetapi Yellow dan Blue Jersey justru dikuasai Yusup Abrekov (Suren Uzbekistan) yang hanya finis kelima. Tetapi dia memiliki total waktu 8:58:36 dan berhak menggusur Sinichi Fukushima (Terengganu Racing Team) yang sehari sebelumnya memiliki Yellow Jersey.
Adanya perubahan itu membuat Harijanto optimis pada empat etape ke depan bisa melakukan perubahan. “Masih memungkinkan bagi Polygon Sweet Nice melakukan perubahan. Tetapi kali ini kita tidak berambisi mengejar Yellow Jersey,” ungkapnya. Bukan berarti timnya lempar handuk dengan situasi saat ini.
Masalahnya komposisi timnya kini tersisa lima pebalap. Itu setelah Christopher Antonius gagal finis pada etape kedua. “Peluang masih ada. Tetapi strategi kita ubah, dengan membidik satu kemenangan etape,” ungkapnya. Peluang tersebut dirasa lebih besar dibanding mengejar Yellow Jersey.
Pada etape ketiga Kamis (10/5) akan menempuh rute yang relative lebih pendek, dengan jarak hanya 168,8 km dari Kulim menuju Felda Chuping. Ada satu tanjakan tetapi tak setinggi dan tak seberat etape kedua, dan hanya 55 m dpl. "Segala upaya akan kita lakukan," tegasnya. (psn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jelajah Malaysia: Posisi Hari Fitrianto Tergusur
Olahraga Lain-Lain 9 Mei 2012, 20:30
-
Jelajah Malaysia: Hari Fitrianto Raih Podium Pertama
Olahraga Lain-Lain 9 Mei 2012, 16:45
-
Turnamen Balap Sepeda Jelajah Malaysia Dimulai
Olahraga Lain-Lain 7 Mei 2012, 18:50
-
Lima Pebalap Muda PSN Butuh Recovery
Olahraga Lain-Lain 6 Mei 2012, 19:45
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Tampilan Man of the Match Diubah untuk 8 Pemain Muslim
Piala Dunia 21 Juni 2026, 21:48
-
Jude Bellingham Bersinar, Debat Nomor 10 Inggris Mereda
Piala Dunia 21 Juni 2026, 20:49
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Kolombia vs RD Kongo 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:23
-
Laga Ke-1000 Piala Dunia dan Kemenangan Telak Jepang
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:18
-
Piala Dunia 2026: Tiga Tim Tersingkir Lebih Cepat Akibat Aturan Baru FIFA
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:11
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Panama vs Kroasia 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 18:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Ghana 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 18:28
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Portugal vs Uzbekistan 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:56
-
Selandia Baru dan Mesir Berburu Kemenangan Perdana
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:24
-
Uruguay Berusaha Bangkit, Cape Verde Ingin Melanjutkan Kejutan
Piala Dunia 21 Juni 2026, 16:57
-
Diincar Real Madrid dan Tottenham, Hati Mateus Fernandes Hanya untuk MU
Liga Inggris 21 Juni 2026, 16:30
-
Sama-sama Mencari Kemenangan Perdana, Belgia Waspadai Semangat Iran
Piala Dunia 21 Juni 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28
























KOMENTAR