
Bola.net - Menjelang MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans pada 10-12 Mei 2024, Federasi Balap Motor Internasional (FIM) dan Grand Prix Commission (GPC) resmi merilis regulasi teknis untuk musim 2027, di mana MotoGP akan mengalami begitu banyak perombakan pada motor-motornya.
Regulasi teknis terbaru ini dirilis pada Senin (6/5/2024), dengan harapan bisa memberi waktu baik kepada para pabrikan yang sudah ada maupun kepada pabrikan yang ingin bergabung untuk merakit motor yang mumpuni sebelum menurunkannya pada 2027.
Perombakan radikal diterapkan dalam regulasi ini, dan semuanya sudah disepakati oleh Asosiasi Pabrikan MotoGP (MSMA). Ada pun enam hal yang mencakup perubahan-perubahan ini, seperti kapasitas mesin, bahan bakar ramah lingkungan, pengurangan aerodinamika, dan lainnya.
Nah, ingin tahu apa saja yang bakal berubah di MotoGP pada 2027 nanti? Berikut ulasannya. Simak yuk, Bolaneters!
Mesin

Mulai musim 2027, kapasitas mesin akan dikurangi dari 1000 menjadi 850cc. Ini akan menurunkan kecepatan puncak alias top speed, mendukung tingkat keselamatan pembalap. Namun, ini juga akan meningkatkan daya tahan mesin, membuatnya lebih efisien dan lebih ramah lingkungan.
Ukuran maksimal bore juga dikurangi dari 81 ke 75 mm, yang juga akan membatasi performa motor, membuat mesinnya lebih relevan dengan versi jalanan, selagi mempertahankan karakter yang membuat MotoGP spektakuler. Alokasi mesin setiap pembalap juga dikurangi dari 7 menjadi 6.
Bahan Bakar

Seperti yang sudah diumumkan sejak 2021, MotoGP akan balapan menggunakan bahan bakar 100% ramah lingkungan mulai 2027. Sejak 2024, MotoGP sendiri sudah menggunakan bahan bakar 40% ramah lingkungan.
Regulasi baru juga menyatakan bahwa tangki bahan bakar motor MotoGP akan dikurangi dari 22 menjadi 20 liter, dan para pembalap diizinkan menggunakan 11 liter bahan bakar untuk balapan Sprint.
Aerodinamika

Aerodinamika akan dikurangi dan akan diawasi jauh lebih ketat pada 2027, dengan tujuan meminimalisasi efek negatifnya.
Lebar puncak fairing depan motor akan 50 mm lebih pendek, dan moncongnya akan mundur 50 mm, mengurangi efek aero di trek lurus dan area pengereman. Ini diharapkan bisa membuat balapan lebih kompetitif dengan lebih banyak aksi saling salip.
Aero di belakang pembalap baru akan dihomologasi pada 2027, dan semua tim hanya diperbolehkan memperbarui aeronya sekali dalam semusim untuk mengendalikan biaya balap.
Ride-Height dan Holeshot Device

Mulai 2027, semua ride-height dan holeshot device akan dilarang penggunaannya. Ini akan mengendalikan performa motor dan mendukung tingkat keselamatan pembalap, terutama saat start balapan.
Hal ini juga akan lebih mementingkan skill para pembalap, dan seperti aturan aerodinamika terbaru, larangan ini diharapkan mengasah kemampuan mereka untuk menyalip.
Data GPS

Untuk membuat persaingan lebih sengit, data GPS dari semua pembalap dari setiap sesi akan tersedia untuk semua tim. Ketersediaan data untuk semua kompetitor diharapkan bisa menawarkan kans berprogres yang lebih baik kepada tim-tim yang kesulitan, sekaligus untuk menekan biaya balap.
Akses jangkauan data ini akan membuat MotoGP lebih aman, dan juga meningkatkan ketersediaan informasi untuk penggemar di seluruh dunia.
Konsesi

Sistem konsesi terbaru yang diberlakukan mulai 2024, akan dilanjutkan pada 2027. Namun, semua pabrikan akan memulai musim di Kategori B, di mana semua mesinnya masuk dalam subyek pembekuan spesifikasi.
Selain itu, setiap pabrikan hanya boleh menjalani tiga tes tertutup di sirkuit Grand Prix dan hanya boleh melakukannya dengan para test rider. Alokasi ban untuk tes juga dibatasi sampai 190 ban saja. Setiap pabrikan juga mendapatkan jatah tiga wildcard.
Sumber: MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
6 Hal yang Wajib Kamu Tahu Soal Regulasi Teknis Terbaru MotoGP 2027
Otomotif 8 Mei 2024, 12:00
-
Prediksi Real Madrid vs Bayern Munchen 9 Mei 2024
Liga Champions 8 Mei 2024, 08:08
-
Head to Head dan Statistik: Real Madrid vs Bayern Munchen
Liga Champions 8 Mei 2024, 08:00
LATEST UPDATE
-
Tidak Cari-cari Alasan, Arbeloa akui Real Madrid Layak Kalah dari Osasuna
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 10:28
-
Kalah dari Osasuna, Alvaro Arbeloa Yakin Real Madrid Masih Bisa Juara La Liga
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 10:04
-
Terpeleset Lagi, Liam Rosenior Sebut Chelsea Harus Segera Berbenah
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:52
-
Chelsea Gagal Menang Lawan Burnley karena Blunder Pemain Sendiri
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:41
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 09:32
-
James Milner Ukir Sejarah, Pecahkan Rekor Penampilan di Premier League
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:28
-
Hasil Superpole Race WorldSBK Australia 2026: Nicolo Bulega Menang Lagi, Ungguli Duet Bimota
Otomotif 22 Februari 2026, 09:23
-
Cari Pengganti Lewandowski, Capres Barcelona Sarankan Nama Bomber Maut Bayern
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 09:15
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 09:12
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 22 Februari 2026, 08:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR