
Bola.net - Ayah mendiang Marco Simoncelli, Paolo Simoncelli, menuduh pemilik mayoritas saham Dorna Sports, Liberty Media, bertekad mengacaukan sejarah MotoGP dengan memandang rendah kelas Moto3 dan Moto2. Simoncelli sendiri memiliki tim di kelas Moto3, yakni Sic58 Squadra Corse.
Tim ini dibentuk Simoncelli pada awal 2013, tak sampai dua tahun setelah SuperSic meninggal dunia akibat kecelakaan di MotoGP Malaysia 2011. Hal ini ia lakukan demi menghormati sang putra, yang merupakan juara dunia GP250 2008 dan mantan rider MotoGP.
Liberty sendiri resmi membeli 84% saham Dorna pada 3 Juli 2025, setelah membeli 100% saham Formula 1 pada 2017 dan membuat ajang balap mobil terakbar itu menjadi olahraga yang populer secara global. Liberty bertekad membuat MotoGP mengikuti jejak F1 dalam waktu dekat.
Liberty Media Bikin Paolo Simoncelli Patah Hati

Beberapa gagasan Liberty mulai terdengar pada paruh kedua 2025, dan sebagian diprotes pembalap, tim, dan fans. Yang paling kontroversial adalah keinginan perusahaan media asal Amerika Serikat itu menghapus statistik kelas-kelas ringan: GP50, GP80, GP125, GP250, GP350, Moto3, dan Moto2.
Simoncelli, yang kini berusia 75 tahun, mensinyalir bahwa kehadiran Liberty di MotoGP membuatnya memikirkan kans pensiun sebagai pemilik tim. "Saya tak merasa hari itu (pensiun) masih jauh. Orang-orang Amerika ini bikin saya patah hati. Mereka ingin mengubah segalanya," ujarnya via Corriere della Sera, Rabu (17/12/2025).
Menurut pria Italia ini, Liberty mengacak-acak warisan dan sejarah Grand Prix balap motor yang sudah digoreskan oleh para pembalap dan tim peserta dari berbagai kelas. Ia juga tak terima gelar dunia sang putra, beserta legenda balap motor lainnya, dihapus begitu saja dari sejarah demi mempopulerkan kelas MotoGP saja.
Sebut Liberty Media Ingin Hapus Sejarah Grand Prix Balap Motor
"Tampaknya tak ada yang berjalan baik dari apa yang sudah kami bangun. Mereka ingin menghapus perhitungan resmi gelar dunia di kategori yang lebih ringan, dan hanya memperhitungkan MotoGP. Jadi, (prestasi) anak saya Marco, (Fausto) Gresini, atau (Angel) Nieto akan hilang," ungkap Simoncelli.
"Mereka ingin menghapus sejarah. Mereka bikin kami merasa tak berguna. Bagi orang-orang Amerika dari Liberty, balap motor tidaklah ada. Mereka hanya menginginkan hiburan, mereka bikin sirkus. Bagi mereka, solusinya sederhana: setiap tim MotoGP harus punya tim di Moto3 dan Moto2," pungkasnya.
Sejak Liberty membeli mayoritas saham Dorna, MotoGP juga mewajibkan para pembalap berbaris di depan garis start/finis sebelum balapan digelar demi mendengarkan lagu kebangsaan negara tuan rumah. Format yang sudah lama dipakai F1 ini diprotes oleh para rider, yang dijatuhi denda 2000 euro jika menolak hadir.
Sumber: Corriere della Sera
Baca Juga:
- Kode Dapat Restu Daniel Ricciardo, Max Verstappen Resmi Putuskan Pakai Nomor 3 di Formula 1 2026
- Daftar Tanggal Launching 11 Tim MotoGP Jelang Musim 2026, Siapa yang Pamer Corak Motor di Indonesia?
- Diogo Moreira Diklaim Bisa Lebih Cepat dari Marc Marquez di MotoGP, Begini Tanggapan Bos LCR Honda
- Motorsport Indonesia Berduka, Pembalap Awhin Sanjaya Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Balapan Sumatera Cup Prix Jambi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Debut Jadi Pembalap Moto3, Veda Ega Pratama Langsung Tampil Apik di Tes Jerez 2025
Otomotif 27 November 2025, 09:42
-
8 Duet Kakak-Adik yang Pernah Menangi Balapan Grand Prix di MotoGP, Siapa yang Terbaru?
Otomotif 23 November 2025, 17:12
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR