
Bola.net - Manajer dan pemilik tim Red Bull KTM Ajo di Moto3 dan Moto2, Aki Ajo, mengaku turun di MotoGP memang sangat menarik. Namun, kepada Speedweek, Jumat (22/1/2021), ia menyatakan masih lebih senang mengembangkan talenta para rider muda di kelas yang lebih ringan dengan harapan mereka bisa turun di MotoGP bersama KTM.
Ajo Motorsport pertama kali turun di ajang Grand Prix pada 2001 silam di kelas GP125. Selama empat tahun pertama, mereka bekerja sama dengan Honda, sebelum pindah ke Malaguti pada 2006. Pada 2007, tim ini pun beralih ke Derbi dan meraih gelar dunia pertama mereka bersama Mike di Meglio pada 2008.
Pada 2010 dan 2011, Ajo pakai dua motor berbeda, yakni Derbi dan Aprilia, serta meraih gelar bersama Marc Marquez (Derbi) pada 2010. Namun, tim ini sepenuhnya pindah ke KTM saat GP125 diganti oleh Moto3 pada 2012. Mulai dikenal dengan nama Red Bull KTM Ajo, mereka langsung meraih gelar dunia bersama Sandro Cortese.
Pada 2015, Ajo Motorsport pun melebarkan sayapnya ke Moto2 bersama sasis Kalex dan rider tunggal, Johann Zarco, serta langsung merebut gelar dunia. Masih bersama rider dan sasis yang sama, mereka juara dunia lagi pada 2016. Pada tahun yang sama pula, tim ini sukses meraih gelar dunia lagi di Moto3 bersama Brad Binder.
Pernah Kepikiran ke MotoGP, Tapi...

Pada 2017, tim Ajo Motorsport Moto2 beralih ke sasis buatan KTM, hingga akhirnya skuad ini, baik di Moto3 maupun Moto2, menjadi program junior KTM seutuhnya. Uniknya, dengan prestasi sementereng ini, disertai struktur tim yang dikenal sangat solid, Ajo belum juga mau berekspansi ke kelas para raja.
"Tentu saya pernah punya pikiran ke MotoGP. Tapi saya juga senang atas kinerja kami bersama para rider muda di dua kelas balap yang lebih ringan. Saya senang atas posisi yang kami punya dalam struktur KTM dan Red Bull. Sudah jadi tanggung jawab kami mencari talenta muda dan mengembangkan mereka untuk tugas yang lebih besar dan kelas yang lebih tinggi," ujar Ajo.
Tak cuma soal prestasi tim, pria asal Finlandia ini juga dikenal punya tangan dingin dalam menggaet atau memoles talenta para rider muda. Nama-nama mentereng yang pernah ia naungi di antaranya Mika Kallio, Dominique Aegerter, Danny Kent, Jonas Folger, Luis Salom, Jack Miller, Brad Binder, Miguel Oliveira, Jorge Martin, Raul Fernandez, dan baru-baru ini Jaume Masia dan Pedro Acosta.
"Pembalap bisa turun di Moto3 dan Moto2 bersama kami dan diharapkan bisa naik ke MotoGP. Kami sudah melakukan ini dengan Miguel dan Brad. Sangat penting bagi kami hati-hati mempersiapkan para rider muda untuk langkah-langkah mereka yang berikutnya. Ini tugas dan tantangan yang menarik bagi saya dan saya sangat menikmatinya," kisah Ajo.
Terbuka pada Opsi Apa pun dari KTM
Ajo juga mengaku sangat bersyukur timnya berpartner dengan KTM dan Red Bull, dua perusahaan yang dikenal punya struktur yang sangat masif dan sangat peduli pada proyek balap mereka. Berkat dukungan kedua pabrikan asal Austria ini, Ajo juga bisa meraih prestasi yang sangat apik di ajang Grand Prix dan melahirkan bintang-bintang masa depan MotoGP.
"Kami sangat bersyukur partner kami, KTM dan Red Bull, memberi kami kesempatan bekerja dengan para talenta muda sejak lama. Namun, jika suatu waktu mereka ingin mengubah posisi kami dan menawarkan tugas baru, saya akan selalu terbuka. Tapi saat ini saya senang atas kinerja kami, yakni mengembangkan talenta muda menjanjikan di Moto3 dan Moto2," ungkap Ajo.
Ajo, yang juga berperan sebagai manajer pribadi Jack Miller, mengakui bahwa salah satu alasan pihaknya tak terlalu ambisius berekspansi ke MotoGP adalah fakta bahwa kelas tersebut hanya menyediakan 12 slot tim yang masing-masing terdiri dari dua pembalap.
"Kami meneruskan kinerja yang sudah kami mulai pada 2012. Kami turun sebagai tim Red Bull KTM. Lagipula, MotoGP hanya menurunkan 12 tim dan 24 pembalap. Itulah alasan saya tak terlibat di kelas tertinggi. Namun, apa pun bisa terjadi kapan saja di paddock ini. Kadang, beberapa hal terjadi dalam waktu singkat. Tapi sekali lagi, saya senang atas kinerja kami sekarang," pungkas Ajo.
Sumber: Speedweek
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
- Vakum dari MotoGP, Andrea Dovizioso Galau Bakal Kangen Trek-Trek Spesial
- Valentino Rossi: Moto2 'Sekolah' Hebat, Lulusannya Langsung Garang di MotoGP
- Andrea Dovizioso: Suka Masa Bodoh, Jack Miller Rider yang Tepat untuk Ducati
- Franco Morbidelli Bangga Pernah Latihan Bareng Valentino Rossi dan Marco Simoncelli
- Pro-Kontra Rider MotoGP Soal Pemangkasan Pekan Balap Jadi 2 Hari
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joe Roberts dan Cameron Beaubier, Harapan Besar Amerika Serikat di Ranah MotoGP
Otomotif 25 Januari 2021, 14:30
-
Belum Mau ke MotoGP, Aki Ajo Tanggung Jawab Kembangkan Rider Muda untuk KTM
Otomotif 25 Januari 2021, 12:55
-
Valentino Rossi: Moto2 'Sekolah' Hebat, Lulusannya Langsung Garang di MotoGP
Otomotif 25 Januari 2021, 09:14
-
MotoGP Ubah Kalender Balap 2021: Qatar 2 Kali, Portimao Masuk
Otomotif 22 Januari 2021, 20:45
-
Bertalenta dan Cepat, Inilah 5 Pasangan Kakak-Adik yang Turun di MotoGP 2021
Otomotif 20 Januari 2021, 13:11
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR