
Bola.net - Seperti yang diketahui, para pembalap MotoGP punya pendapat yang pro kontra soal tabrakan kontroversial Moto3 Algarve yang melibatkan Darryn Binder dan Dennis Foggia. Brad Binder selaku kakak Darryn, juga mengaku sulit menilai insiden itu. Hal ini ia sampaikan via Corsedimoto, Kamis (11/11/2021).
Kala itu, Foggia sedang berebut gelar dunia dengan Pedro Acosta. Tiba di Algarve, Foggia tertinggal 21 poin. Sama kuat berduel demi kemenangan, ada kans perebutan gelar berlanjut di Seri Valencia. Namun, kontroversi terjadi pada awal lap terakhir, di mana Acosta memimpin sementara Foggia ada di posisi kedua.
Darryn hendak menyalip Sergio Garcia yang ada di posisi ketiga dari jalur dalam, namun justru menabrak bagian belakang motor Foggia. Foggia dan Garcia jatuh dan gagal finis, sementara Acosta menang dan mengunci gelar. Darryn yang melewati garis finis di posisi keempat akhirnya didiskualifikasi oleh FIM Stewards.
Lap Terakhir Moto3 Memang Gila

Usai balap, Darryn pergi ke garasi Leopard Racing untuk minta maaf. Sesampainya di sana, ia diusir. Darryn juga dapat hujatan dari warganet di berbagai media sosial, apalagi tahun depan ia akan melompat langsung dari Moto3 ke MotoGP dengan Petronas SRT yang akan berganti menjadi WithU Yamaha RNF MotoGP Team.
Uniknya, para pembalap MotoGP punya sudut pandang yang berbeda-beda. Tak sedikit yang iba baik kepada Foggia maupun Darryn. Beberapa di antaranya adalah Pecco Bagnaia, Joan Mir, Jack Miller, Franco Morbidelli, dan Valentino Rossi. Brad Binder, yang merupakan juara Moto3 2016, juga punya opini senada.
"Pada lap terakhir sebuah balapan Moto3, semua orang bertarung gila-gilaan demi posisi yang baik. Semua ingin menang, dan ini sangat disayangkan. Darryn tampaknya terlalu terlambat mengerem di Tikungan 3. Di sisi lain, pembalap lain mengerem lebih keras. Mereka kemudian bertabrakan," ungkap Brad menganalisa.
Semua Pembalap Tak Pernah Mau Saling Mencelakai

Menurut Brad, insiden macam ini sudah sering terjadi di Moto3. Tapi kali ini bikin gempar karena Foggia adalah kandidat juara. "Hal macam ini bisa terjadi. Namun, konsekuensinya ekstrem, karena itu perebutan gelar. Ini juga tak mudah bagi Darryn. Sebagai pembalap, kami semua benci momen seperti ini. Tak seorang pun ingin mencederai rider lain," ujarnya.
Brad, yang merupakan Red Bull KTM Factory Racing, menyatakan bahwa insiden itu juga memengaruhi psikis Darryn, yang akan menyusul sang kakak ke MotoGP tahun depan dan menjalani debut dalam uji coba pascamusim di Jerez, Spanyol, pada 18-19 November nanti.
"Tak seorang pun ingin terlibat dalam aksi sepenting penentuan juara. Namun, kadang hal macam ini bisa terjadi. Sayangnya, ini tak berjalan sesuai rencana dan konsekuensinya besar. Saya sendiri juga pernah menabrak rider lain dalam karier saya, meski saya tak pernah mau. Ini bagian dari dunia balap," tutup Brad.
Sumber: Corsedimoto
Baca Juga:
- Mendadak Diminta Balapan Moto2 Valencia, Dimas Ekky Pratama Kaget
- Sengit, Bastianini-Martin Malah Kompak Abaikan Gelar Debutan Terbaik MotoGP 2021
- Warganet Kecam 'Unboxing' Ilegal Kargo Ducati Jelang WorldSBK Mandalika: Malu-maluin!
- Bagnaia-Miller Siap Jegal Monster Yamaha demi Gelar Dunia Tim di Valencia
- Kualifikasi Jadi PR Besar Fabio Quartararo di MotoGP Valencia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Brad Binder Soal Insiden Darryn Binder: Konsekuensinya Memang Ekstrem
Otomotif 11 November 2021, 15:45
-
Mario Aji Resmi Balapan di Moto3 2022 Bareng Honda Team Asia
Otomotif 10 November 2021, 15:12
-
Valentino Rossi: Petronas Suka Darryn Binder, Tapi Dia Terlalu Agresif
Otomotif 9 November 2021, 14:55
-
Iba pada Foggia dan Binder, Para Rider MotoGP Pro Kontra soal Super License
Otomotif 9 November 2021, 11:23
-
Jadwal Siaran Langsung MotoGP, Moto2, dan Moto3 Valencia 2021
Otomotif 9 November 2021, 08:29
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR