
Bola.net - Kasus dugaan doping Andrea Iannone yang terkuak pada Selasa (17/12/2019) lalu, jelas menggemparkan paddock MotoGP. Peristiwa ini pun seolah mengingatkan pada pernyataan Cal Crutchlow, yang sejak awal sangat meyakini beberapa dari rivalnya menggunakan doping.
Crutchlow menyatakan dugaan ini di Qatar pada tahun 2018. Dalam wawancaranya dengan Crash.net kala itu, Crutchlow blak-blakan meminta Federasi Balap Motor Internasional (FIM) mengadakan pemeriksaan fisik pebalap lebih sering demi meminimalisir kecurangan lewat doping.
Iannone sendiri diskors dari ajang balap apa pun usai sampel urinnya yang diambil di Sepang, Malaysia, 3 November lalu, dipastikan mengandung steroid anabolik, yang masuk ke dalam daftar substansi non-spesifik terlarang menurut Agen Anti-Doping Dunia (WADA).
"Jika Anda pikir orang di sini tak ada yang coba ambil jalan pintas, dalam kejuaraan balap motor terakbar di planet ini, maka Anda bodoh. Sistem pemeriksaannya sungguh buruk. Bagaimana bisa Anda secara acak memilih tiga rider untuk diperiksa? Apalagi beberapa rider diperiksa lebih sering dari yang lain," tutur Crutchlow.
'Semua Rider Harus Diperiksa'

Crutchlow mengaku sudah pernah menjalani pemeriksaan. Sekali diperiksa, ia justru tak diperiksa lagi selama setahun. Ia bahkan menyatakan pernah sama sekali tak pernah diperiksa selama dua tahun, yakni 2016 dan 2017, sementara Jack Miller diperiksa dua kali pada periode 2015-2017.
"Saya rasa semua rider harus diperiksa. Setiap rider harus masuk ke ADAMS (Sistem Administrasi dan Manajemen Anti-Doping) untuk menyatakan keberadaan mereka. Masalahnya, mereka semua bajingan pemalas, dan tak mau repot-repot log in setiap hari," ujar rider Inggris ini.
Crutchlow menyatakan, padahal para rider bisa sekali log in di ADAMS untuk melaporkan keberadaan mereka dalam satu bulan, dan jika ada perubahan, tinggal log in kembali untuk kembali melapor. Menurutnya, tugas ini cukup mudah, apalagi para rider punya asisten, manajer, dan dokter pribadi.
"Jadi, mereka memang tak mau melakukannya, karena mereka memang pemalas. Tapi jika mereka bilang mereka tak mau melakukannya, bagaimana kita bisa tahu kalau mereka bukan termasuk rider yang curang?" ungkap juara World Supersport 2009 ini.
'Kaya dan Profesional Tapi Pemalas'
Uniknya, dalam rapat FIM 2018 untuk membahas protokol anti-doping, Crutchlow mengaku para rider punya opini beragam. Ia menyebut beberapa rider ingin lebih banyak pemeriksaan, sementara beberapa diam saja, karena tak mau menjalani pemeriksaan dan ogah repot log in di ADAMS.
"Beberapa rider punya kekayaan 40 juta euro, beberapa dibayar 20 juta euro. Jadi bagaimana bisa mereka tak punya cara (log in ke ADAMS) padahal mereka atlet profesional? Tinggal suruh saja asisten mereka melakukannya. Beberapa rider malah punya tujuh asisten! Padahal jika 'bersih', mereka bisa menantang, 'periksa saja aku kapan pun'," ungkapnya.
"Saya tak bilang obat-obatan keras bakal membantu. MotoGP bukan olahraga yang sangat menuntut performa, toh di sini ada satu rider yang juga merokok dan suka minum-minum tapi tetap bisa kompetitif karena ia pebalap yang natural. Tapi saya bicara soal 'jarum' dan rehidrasi. Yang jelas, saya sudah bilang berkali-kali saya tak setuju dengan sistem pemeriksaan yang ada," tutupnya.
Pemahaman Crutchlow terkait kasus-kasus dugaan doping di dunia olahraga memang tak bisa disepelekan, mengingat ia bersahabat erat dengan pebalap sepeda asal Inggris, Mark Cavendish. Balap sepeda juga merupakan salah satu cabang olahraga yang kerap menelurkan kasus-kasus doping.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cal Crutchlow: Rider MotoGP Sudah Pasti Ada yang Pakai Doping
Otomotif 19 Desember 2019, 12:30
-
Iannone Kena Kasus Doping, Netizen Salahkan Mantan Pacarnya
Otomotif 18 Desember 2019, 09:55
-
Karier di MotoGP Terancam, Andrea Iannone Dapat Dukungan dari Pacar
Otomotif 18 Desember 2019, 09:00
-
Terkait Kasus Doping, Andrea Iannone Mengaku Santai
Otomotif 18 Desember 2019, 08:30
-
Tersandung Kasus Doping, Andrea Iannone Diskors dari MotoGP
Otomotif 17 Desember 2019, 19:55
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR