
Bola.net - CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, menyebut bahwa gelar dunia MotoGP yang disabet Pecco Bagnaia pada 2022 terasa lebih istimewa ketimbang gelar dunia yang diraih Casey Stoner pada 2007. Menurutnya, ini karena perebutan gelar dunia yang harus dilalui Bagnaia lebih menegangkan.
Bagnaia jadi juara usai bertarung dengan rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, sejak awal musim. Persaingan harus berlangsung sampai seri penutup di Valencia. Sementara itu, dengan Stoner, Ducati tampil jauh lebih dominan, sehingga rider Australia itu bisa mengunci gelar sebelum mencapai seri terakhir.
Gelar Bagnaia ini sangat berarti bagi Ducati, karena mereka menanti 15 tahun demi meraihnya. Pabrikan Italia ini juga senang bisa kembali menjuarai WorldSBK bersama Alvaro Bautista, usai menanti sejak Carlos Checa juara pada 2011. Domenicali juga menyebut 2022 adalah tahun baik untuk penjualan motor produksi massal Ducati.
Tahun yang Tak Terlupakan

"Kami ada dalam momen terbaik dari sudut pandang industrial. Ini momen positif, di mana kesuksesan dalam bidang olahraga jadi 'pelumas' mesin kami dan jadi bagian penting dalam teknologi produk-produk kami. Kami telah berinvestasi pada perusahaan yang sangat kuat," ungkap Domenicali via GPOne, Selasa (20/12/2022).
Musim ini, Bagnaia sukses mengoleksi 10 podium dan 7 kemenangan, sementara Bautista mengoleksi 29 podium dan 14 kemenangan. Bagi Domenicali, ini adalah momen menakjubkan. "Sungguh tahun yang tak terlupakan. Kami tak pernah meraih hasil seperti ini dan ini menjadi kebanggaan luar biasa," tuturnya.
"Gelar MotoGP kali ini juga berbeda dari 2007, ketika kami menjadi juara MotoGP bersama Casey. Kala itu, kami mengunci gelar sebelum balapan terakhir. Kemenangan bersama Pecco sangatlah berat. Aksi saling kejar (poin) yang hebat membuatnya terasa lebih baik," lanjut pria berusia 57 tahun ini.
Berkat Investasi Finansial dan Sumber Daya Manusia

Domenicali juga merupakan salah satu orang yang harus kerja keras membantu Ducati bangkit, terutama usai gagal menyabet gelar bersama Valentino Rossi pada 2011 dan 2012. "Saya menjadi CEO pada 2013, meski saya sudah jauh lebih lama bekerja di Ducati. Kala itu adalah masa sulit di MotoGP dan WorldSBK," kisahnya.
"Kami kehilangan arah, lalu melakukan rekonstruksi penting dengan investasi signifikan, tak hanya di sisi ekonomi, tetapi juga sumber daya manusia. Ini impian jadi nyata, kami bekerja keras membawa gelar ini pulang. Ini berkat usaha banyak orang yang telah mengerahkan jiwa mereka," tutup Domenicali.
Gelar dunia yang disabet Bagnaia dan Bautista pun menandai momen perdana Ducati mengawinkan gelar dunia MotoGP dan WorldSBK. Dalam sejarah balap motor, hal ini baru terjadi enam kali. Pabrikan lain yang pernah meraih hasil serupa adalah Honda sebanyak tiga kali dan Yamaha sebanyak dua kali.
Sumber: GPOne
Baca juga:
- Wajib Aman dan Tahan Gesek, Inilah Daftar Merek Baju Balap di MotoGP 2023
- 6 Kali Terjadi: Tak Cuma Ducati, Ini Daftar Pabrikan yang Kawinkan Gelar MotoGP dan WorldSBK
- Yamaha Tak Punya Tim Satelit, Cal Crutchlow Ogah-ogahan Jadi Pembalap Wildcard
- Michele Pirro Sempat Kesal 'Dipaksa' Gigi Dall'Igna-Casey Stoner Jadi Test Rider Ducati
- Daftar Test Rider MotoGP 2023: Kerja di Balik Layar, Berperan Besar Kembangkan Motor
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
CEO Ducati Sebut Gelar MotoGP Pecco Bagnaia Lebih Spesial dari Gelar Casey Stoner
Otomotif 22 Desember 2022, 12:49
-
Michele Pirro Sempat Kesal 'Dipaksa' Gigi Dall'Igna-Casey Stoner Jadi Test Rider Ducati
Otomotif 21 Desember 2022, 11:47
-
Ducati Juara Lagi, Casey Stoner: Selamat untuk Pecco Bagnaia dan Fabio Quartararo!
Otomotif 6 November 2022, 21:40
-
Marc Marquez Beber Keuntungan Gantikan Casey Stoner di Repsol Honda
Otomotif 20 Oktober 2022, 14:10
-
Marc Marquez: Saya dan Casey Stoner Sepakat Motor MotoGP Makin Buruk Rupa
Otomotif 19 Oktober 2022, 16:11
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR