
Bola.net - Crew chief Jonathan Rea di Kawasaki Racing Team WorldSBK, Pere Riba, memberikan pembelaannya kepada Andrea Dovizioso, yang baru-baru ini vakum dari MotoGP dan memutuskan hengkang dari Ducati Team. Lewat Motorsport Total pada Rabu (27/1/2021), Riba menyebut Ducati telah membuat kesalahan besar pada Dovizioso.
Seperti diketahui, dalam pekan balap MotoGP Austria 2020, Dovizioso secara menggemparkan mengumumkan tak mau lagi membela Ducati pada 2021. Usai bungkam berbulan-bulan soal penyebabnya, rider Italia itu pun baru-baru ini meledak di media massa usai kontraknya dengan Ducati habis.
Dovizioso membenarkan gosip bahwa ia mengalami cekcok dengan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, sejak lama. Ia menyebut Dall'Igna lah yang memutuskan Ducati tak perlu lagi mempertahankan Dovizioso pada 2021 tepat usai mereka berdebat dalam rapat teknis MotoGP Jerman 2019.
Tak Semuanya Soal Data

Dovizioso juga menyebut Dall'Igna dan para insinyurnya tutup kuping pada masukannya, dan menghalanginya terlibat lebih jauh dalam pengembangan Desmosedici. Pernyataan 'Dovi' ini didukung eks tandemnya, Danilo Petrucci, yang menyebut bahwa di mata para insinyur Ducati, Desmosedici adalah motor yang baik, dan jika ada hasil buruk, maka itu dianggap kesalahan ridernya.
"Saya bisa memahami Dovi 100%. Dovi selalu tampil baik pada tahun-tahun sebelumnya, namun pada 2020 performanya naik-turun. Itu adalah bencana. Ia pun melawan Ducati dan mencoba memberitahu mereka bahwa ia tak bisa membangun rasa nyaman dalam berkendara," ujar Riba, yang juga eks rider WorldSBK.
Menurut Riba, Ducati telah melakukan kesalahan dengan tak mendengarkan masukan dari pembalapnya dan lebih memilih fokus pada data. Padahal, perasaan dan sensasi rider di atas motor juga sama pentingnya. "Anda harus memahami cara bagaimana Anda bisa membantu rider dalam situasi ini. Tak semuanya soal data," ungkapnya.
Sebut Ducati Hancurkan Kepercayaan Diri Andrea Dovizioso
Riba juga meyakini bahwa ego Ducati yang besar ini merusak rasa percaya diri Dovizioso. Alhasil, bukannya ikut memperebutkan gelar lagi seperti tiga tahun sebelumnya, Dovizioso malah terpaksa legawa bertarung di papan tengah dalam banyak balapan.
Sepanjang 2020, Dovizioso terhitung hanya tiga kali naik podium, yang salah satunya kemenangan, dan hanya mengakhiri musim di peringkat 4. Hasil ini tentunya sangat berbeda jauh dari musim 2017, 2018, dan 2019, saat ia sukses jadi runner up secara beruntun.
"Padahal, saat seorang pembalap punya rasa percaya diri yang tinggi, maka ia bakal susah dikalahkan. Di mata saya, Dovi adalah pembalap top," pungkas Riba, yang sukses meraih enam gelar dunia bersama Rea selama enam musim terakhir.
Sumber: Motorsport Total
Video: Aron Canet Lolos dari Maut Saat Terjatuh di Moto2 Portugal 2020
Baca Juga:
- LCR Team Resmi Tetap Berlaga di MotoGP Sampai 2026
- Johann Zarco Bersedia ke WorldSBK Usai 'Tugas' di MotoGP Selesai
- Sirkuit Jerez Jadi Venue Tunggal Uji Coba Pramusim MotoE 2021
- Morbidelli: Setim dengan Rossi Pasti Lebih Santai daripada dengan Quartararo
- Jorge Lorenzo Ungkap Opsi Masa Depan di MotoGP, Jadi Komentator atau Manajer
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Crew Chief Jonathan Rea: Ducati Salah Kaprah Tak Dengarkan Andrea Dovizioso
Otomotif 27 Januari 2021, 17:24
-
Jorge Lorenzo: Ngapain Cekcok? Andrea Dovizioso-Ducati Harusnya Justru Bangga
Otomotif 27 Januari 2021, 10:23
-
Michele Pirro: Tanpa Ducati, Andrea Dovizioso Pasti Sulit Kompetitif
Otomotif 26 Januari 2021, 13:10
-
Davide Brivio: Suzuki Gaet Maverick Vinales di MotoGP 2015 Usai Ditolak Andrea Dovizioso
Otomotif 26 Januari 2021, 09:10
-
Demi 'Perkenalan', Andrea Dovizioso Siap Dipanggil Repsol Honda Uji Coba di Qatar
Otomotif 25 Januari 2021, 19:15
LATEST UPDATE
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
-
Lawan Bodo/Glimt, Cristian Chivu Tegaskan Inter Harus Tetap Tenang
Liga Champions 24 Februari 2026, 11:43
-
Benjamin Sesko Jadi Supersub Mematikan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:29
-
Tanpa Lautaro, Cristian Chivu Yakin Inter Bisa Balikkan Keadaan Lawan Bodo/Glimt
Liga Italia 24 Februari 2026, 11:17
-
Toprak Razgatlioglu Ngaku Tunggu Kecelakaan Pertama di MotoGP demi Pahami Limit Performanya
Otomotif 24 Februari 2026, 10:52
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR