
Bola.net - Davide Brivio secara mengejutkan diisukan bakal meninggalkan perannya sebagai Manajer Tim Suzuki Ecstar MotoGP demi pindah ke Formula 1 dan menjabat sebagai CEO Alpine F1 Team, yang musim lalu masih bernama Renault F1 Team. Hal ini dilansir Autosport, Rabu (6/1/2021).
Kabar ini tentu menggemparkan paddock MotoGP, mengingat Brivio punya sejarah panjang di kejuaraan balap motor terakbar tersebut, terutama soal perannya merayu Valentino Rossi bergabung ke Yamaha pada 2004, dan memimpin Suzuki kembali jadi juara pada 2020 usai penantian 2020 tahun.
Brivio yang tadinya merupakan wartawan balap motor, dapat peran sebagai manajer beberapa tim Yamaha di WorldSBK, hingga lalu dipromosikan menjadi Manajer Tim Yamaha Factory Racing. Rayuan mautnya pada Rossi membuat pabrikan Garpu Tala menjadi juara dunia lagi pada 2004, usai penantian 12 tahun.
Tangan Dingin Besut Yamaha dan Suzuki

Saat Rossi pindah ke Ducati Team pada 2011, Brivio juga hengkang dari Yamaha dan menjadi manajer pribadi The Doctor. Namun, saat rider Italia itu kembali ke Yamaha pada 2013, Brivio menghilang dari MotoGP dan dirayu oleh Suzuki demi menjadi manajer tim, mengingat mereka ingin kembali berkompetisi pada 2015.
Di bawah kepemimpinan Brivio, Suzuki pun menjadi tim pabrikan yang jauh lebih solid dari sebelum-sebelumnya. Perkembangan GSX-RR yang signifikan meski Suzuki punya bujet yang mepet, bisa diatur sedemikian rupa oleh Brivio hingga akhirnya merebut gelar MotoGP 2020 bersama Joan Mir, ditambah Alex Rins yang duduk di peringkat ketiga.
Sayangnya, meski belum ada pengumuman resmi, Brivio tampaknya memang akan meninggalkan balap motor demi hijrah ke F1. Tentu ini akan jadi kehilangan besar bagi MotoGP, mengingat Brivio merupakan manajer tim yang sangat kompeten, terbukti dari masa-masa kerjanya di Yamaha dan Suzuki.
Bakal Jadi CEO Alpine F1 Team

Team Principal Alpine F1 Team saat ini, Cyril Abiteboul diketahui mendapatkan peran yang lebih senior di organsisasi tersebut, yang membuat sang Direktur Eksekutif, Marcin Budkowski, berpotensi mengambil alih perannya sebelum musim 2021 berlangsung.
Brivio sendiri bakal mendapatkan jabatan CEO Alpine F1 Team, meski Renault sendiri belum memberikan keterangan apa pun soal perubahan struktur tim mereka, yang musim ini akan menaungi Esteban Ocon dan juara dunia 2005-2006 yang kembali usai dua tahun vakum, Fernando Alonso.
CEO Renault, Luca de Meo, memang diketahui ingin merombak struktur Alpine F1 Team agar lebih serius. Uniknya, de Meo merupakan kolega lama Brivio saat masih bekerja sama di Yamaha Factory Team MotoGP, ketika ia menjabat sebagai direktur pemasaran Fiat pada 2007-2010.
Sumber: Autosport
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
- Bongkar Rahasia, Danilo Petrucci Ternyata Sudah 3 Kali Jajal KTM
- Cal Crutchlow: Jack Miller Satu-satunya Rider yang Bisa Tantang Marc Marquez
- Franco Morbidelli: Saya Idolakan Ayrton Senna, Tapi Jangan Bandingkan Kami
- Galeri Foto: Pol Espargaro Akhirnya Berseragam Repsol Honda
- Tito Rabat: Joan Mir Rendah Hati, Marc Marquez Bakal Gaspol Lagi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joan Mir: Terima Kasih Karena Sudah Membimbingku, Davide Brivio!
Otomotif 7 Januari 2021, 18:01
-
Merasa Kehilangan, Suzuki Syok Ditinggal Davide Brivio ke Formula 1
Otomotif 7 Januari 2021, 16:45
-
Davide Brivio Sedih Tinggalkan Suzuki, Semangat Sambut Tantangan Formula 1
Otomotif 7 Januari 2021, 16:03
-
Davide Brivio Resmi Tinggalkan Suzuki Ecstar, Hengkang ke Formula 1
Otomotif 7 Januari 2021, 15:33
-
Davide Brivio Diisukan Tinggalkan Suzuki MotoGP demi Pindah ke Formula 1
Otomotif 7 Januari 2021, 08:12
LATEST UPDATE
-
Juventus Sempurna untuk Robert Lewandowski
Liga Italia 6 April 2026, 12:59
-
Nasib Arne Slot Dipertaruhkan di Laga Kontra PSG?
Liga Inggris 6 April 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13























KOMENTAR