
Bola.net - Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, memang senang bukan kepalang skuadnya bisa mengantar Marc Marquez menjuarai MotoGP 2025. Namun, ada satu momen buruk yang menodai rasa bahagianya, yakni saat fans Italia meneriaki dan mencemooh Marquez.
Insiden itu terjadi saat upacara podium Sprint MotoGP Italia di Mugello, yang kebetulan dimenangi oleh Marquez. Alih-alih merayakan kemenangan Ducati, fans di tribun meneriaki dan mencemooh Marquez. Tardozzi pun naik pitam dan balik meneriaki mereka.
"Diamlah! Dia salah satu dari kita! Dia memakai seragam merah!" teriak Tardozzi, sembari menarik seragam Ducati-nya sendiri yang berwarna merah dan menunjukkannya ke arah penonton. Gestur Tardozzi itu terekam kamera dan segera viral di media sosial.
"Itu adalah momen yang sangat sulit bagi saya, ketika melihat tribun Mugello, di mana lebih dari 50 persen penonton yang mengenakan kaus merah mencemooh," curhat Tardozzi kepada DAZN seperti yang dikutip PaddockGP, Kamis (8/1/2026).
Sebut Pembalap Ducati Tak Seharusnya Diteriaki di Mugello

Teriakan fans Italia kepada Marquez memang bukan tanpa alasan. Sebab, rider Spanyol itu berselisih dengan Valentino Rossi sejak 2015. Sejak mereka berselisih pula, Marquez tidak disambut hangat setiap kali berlaga di Sirkuit Mugello dan Misano.
"Seorang pembalap sekaliber Marc, yang mengendarai Ducati di Mugello dan menang, seharusnya tidak dicemooh. Pesannya jelas: Merah harus menghormati Merah," lanjut Tardozzi, yang juga mantan pembalap WorldSBK.
"Pertama, karena harus menghormati pemenang. Kedua, kita berada di Mugello dan Anda mengenakan kaus merah, Anda tidak boleh mencemooh Marc. Jadi, gestur saya kala itu bersifat spontan, didorong oleh alasan-alasan tersebut," ungkapnya.
Sebut Marc Marquez dan Valentino Rossi Sama-Sama Salah
Tardozzi bahkan menyebut orang-orang yang masih membenci Marquez hanya gara-gara insiden Sepang pada 2015 bukanlah fans MotoGP sejati. Ia juga mengimbau bahwa awal mula rivalitas Marquez dan Rossi tak lagi perlu dibahas.
"Saya benar-benar muak dengan ingatan tentang 2015 ini. Cukup sudah. Anda bukan penggemar balap motor sejati jika terus berkutat pada hal itu. Situasi ini benar-benar mengganggu saya," curhat Tardozzi.
"Dan saya tegaskan lagi, cukup soal 2015. Setelah 10 tahun? Sudah cukup. Faktanya, itu bukan sepenuhnya kesalahan Marc. Tanggung jawabnya terbagi rata. Marc melakukan kesalahan, Vale juga melakukan kesalahan. Jadi, cukup sudah," pungkasnya.
Sumber: DAZN, PaddockGP
Baca Juga:
- 10 Pembalap Peraih 'Grand Slam' Terbanyak di Formula 1, Rekor Berusia 60 Tahun Masih Awet!
- MotoGP Sempat Bawa 4 Pembalap Inspeksi Sirkuit Yas Marina, Akankah Balapan di Abu Dhabi?
- Belum Saatnya, Ducati Ogah Buru-Buru Ambil Keputusan Soal Kontrak Marc Marquez dan Pecco Bagnaia
- Ducati Pede Bakal Lihat Pecco Bagnaia yang 'Berbeda' di MotoGP 2026, Sudah Belajar dari Keterpurukan 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tambah 3 Rider Muda, Ini Daftar 9 Anak Didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy 2026
Otomotif 13 Januari 2026, 17:02
LATEST UPDATE
-
Madura United Fokus Benahi Tim jelang Putaran Kedua BRI Super League 2025/26
Bola Indonesia 13 Januari 2026, 17:26
-
Tambah 3 Rider Muda, Ini Daftar 9 Anak Didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy 2026
Otomotif 13 Januari 2026, 17:02
-
Cek Pembagian Pot Drawing Piala AFF 2026: Posisi Timnas Indonesia Sangat Mencekam!
Tim Nasional 13 Januari 2026, 16:59
-
Jadwal Lengkap Carabao Cup 2025/2026
Liga Inggris 13 Januari 2026, 16:11
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester City Lawan Newcastle: Haaland Jadi Andalan
Liga Inggris 13 Januari 2026, 16:01
LATEST EDITORIAL
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45
-
5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi dari Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:22
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22


















KOMENTAR