
Bola.net - CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, prihatin Formula 1 terus-terusan dihantui oleh kontroversi yang terjadi di Seri Abu Dhabi 2021, yakni balapan terakhir di mana Max Verstappen dan Lewis Hamilton memperebutkan gelar dunia. Lewat Marca, Sabtu (29/1/2022), ia pun mengaku tak mau hal macam ini terjadi di MotoGP.
Kala itu, Verstappen yang start dari pole, tersalip Hamilton di trek lurus selepas start. Hamilton terus memimpin, namun Nicholas Latifi menghantam pembatas pada Lap 53 dan mengundang Safety Car. Red Bull pun meminta Verstappen melakukan pit stop pada Lap 54 untuk mengganti ban keras ke lunak.
Pada akhir Lap 57, Hamilton dan Verstappen bersisian saat Safety Car masuk ke pit. Pada awal Lap 58, Verstappen menyalip dan mengambil alih pimpinan balap di Tikungan 5. Ia mampu mempertahankan posisi sampai finis. Alhasil, gelar kedelapan yang tadinya di depan mata Hamilton jatuh ke tangan Verstappen.
Duel Sampai Akhir Boleh, Tapi Jangan Sampai Jadi Kontroversi

Memasuki 2022, kontroversi itu masih ramai dibicarakan. Hamilton sendiri bungkam dan tak tampil ke publik sejak balapan itu. FIA juga terus menginvestigasi Race Director Michael Masi, yang terancam akan dicopot dari jabatannya sebelum musim baru berlangsung. Ezpeleta pun tak suka jika hal macam ini terjadi di MotoGP.
"Saya tak suka sebuah musim MotoGP diakhiri seperti F1. Saya harap ada dua rider berebut gelar sampai akhir, tapi jika caranya seperti itu... Saya tak berusaha menyerang siapa pun, F1 adalah ajang fantastis, semua pembalap bertarung sengit sepanjang musim. Tapi akhirnya mengundang kontroversi yang tak baik," ujarnya.
Pria asal Spanyol ini pun sedih karena insiden F1 GP Abu Dhabi itu mengingatkannya pada insiden 'Sepang Clash' pada 2015, di mana Valentino Rossi dan Marc Marquez berubah dari kawan menjadi lawan usai Rossi menuduh Marquez membantu Jorge Lorenzo merebut gelar dan keduanya bersenggolan di lintasan.
Ogah Mimpi Kontroversi 2015 Terulang
Valentino Rossi dan Marc Marquez dalam jumpa pers MotoGP Malaysia 2015. (c) AFP
"Saya ingin persaingan berlangsung sampai akhir. Tapi saya tak suka jika akhirnya bikin ragu, sampai-sampai sang runner up sama sekali tak bicara. Saya tak memimpikan ini, meski semua orang senang atas perhatian media yang dihasilkan oleh kekacauan 2015 antara Rossi dan Marquez. Saya tidak memimpikan hal macam itu," ungkap Ezpeleta.
Di lain sisi, Ezpeleta mengakui adanya kerja sama yang erat antara MotoGP dan F1. Bersama CEO F1, Stefano Domenicali, Ezpeleta saling bahu membahu membuat kedua ajang balap motorsport terakbar di dunia ini menjadi ajang olahraga yang superior. Hal ini pun terbantu oleh fakta bahwa Domenicali juga penggemar berat MotoGP.
"Kami dan F1 punya ketertarikan yang sama, sementara dengan kejuaraan lain, kami berbeda pikiran. MotoGP dan F1 bekerja sama demi meningkatkan hal-hal yang mirip di antara kami, namun masing-masing tetap memberikan yang terbaik. Fakta bahwa F1 bekerja dengan baik juga bagus untuk kami, begitu pula sebaliknya," tutup Ezpeleta.
Sumber: Marca
Baca Juga:
- MotoGP Rotasi 4 Trek Spanyol Mulai 2023, Batasi 22 Balapan Sampai 2027
- Andrea Dovizioso Bakal Jalani 2022 Bagai Musim Terakhir di MotoGP
- MotoGP Makin Dekat, Sirkuit Mandalika Mulai Bangun Tribun Penonton
- Tak Punya Slot Kosong, KTM Prediksi Rival Bakal Beringas Incar Pedro Acosta
- KTM Sebut Reli Dakar Bentuk Permintaan Maaf pada Danilo Petrucci
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Deja vu 'Sepang Clash' 2015, MotoGP Prihatin Kontroversi Formula 1 Abu Dhabi 2021
Otomotif 31 Januari 2022, 12:00
-
Pensiun dari Formula 1, Kimi Raikkonen Jadi Bos Tim Pabrikan Kawasaki di MXGP
Otomotif 28 Januari 2022, 09:35
-
Menjawab Jerome Polin, Ini 9 Pembalap Indonesia yang Berprestasi di Kancah Dunia
Otomotif 26 Januari 2022, 10:20
-
Agenda Balap 2022: 4 Kejuaraan Bergengsi Jadi Sorotan, Mana yang Paling Kamu Tunggu?
Otomotif 29 Desember 2021, 10:05
-
Davide Brivio Tegas Ogah Kembali ke Suzuki, Betah Kerja di Alpine F1 Team
Otomotif 26 Desember 2021, 20:05
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Arema FC 10 April 2026
Bola Indonesia 9 April 2026, 17:43
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs PSM Makassar 10 April 2026
Bola Indonesia 9 April 2026, 16:16
-
Gak Terlalu Mahal! Segini Harga Pemain Timnas Jerman Incaran MU Ini
Liga Inggris 9 April 2026, 15:56
-
Jadwal Lengkap Piala AFF U-17 2026
Tim Nasional 9 April 2026, 15:36
-
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Piala AFF U-17 2026
Tim Nasional 9 April 2026, 15:29
-
Hansi Flick Ambil Risiko saat 0-1, dan Hasilnya Barcelona Kalah 0-2
Liga Champions 9 April 2026, 13:00
-
Urusan Remontada, Barcelona Pasti Bisa
Liga Champions 9 April 2026, 12:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25

























KOMENTAR