
Bola.net - Test rider Honda Racing Corporation (HRC), Stefan Bradl, meyakini bahwa Marc Marquez sudah 'kapok' kalah di tikungan terakhir, hingga terlecut mengalahkan Fabio Quartararo di Thailand akhir pekan lalu. Hal ini disampaikan Bradl di acara 'Sport and Talk from Hangar-7' di ServusTV, di mana ia juga jadi pengamat MotoGP.
Selama tiga musim terakhir, Marquez memang kerap kalah dalam perebutan kemenangan di tikungan terakhir, terutama dari Andrea Dovizioso. Terakhir, Dovizioso menang di Red Bull Ring, Austria, Agustus lalu. Dua pekan setelahnya, giliran Alex Rins yang membabat Marquez di tikungan terakhir Silverstone, Inggris.
Bradl pun meyakini bahwa dua kekalahan ini sama sekali tak bisa diterima oleh Marquez, hingga ia memperbaiki strategi balapnya saat harus bertarung dengan Quartararo di Misano dan Thailand, terutama di Thailand, di mana keduanya saling salip di Tikungan 12 Sirkuit Buriram.
Marc Marquez Tersengat Dua Kekalahan

"Dari dua kekalahan ini, Marc belajar. Finis kedua membuatnya sedikit 'tersengat', karena ia kehilangan dua kemenangan tepat di tikungan terakhir hanya dalam dua pekan. Ia pun melakukan manuver yang sempurna kepada Fabio di tikungan terakhir," ujar Bradl.
Rider Jerman ini bahkan menyebut tak ada rider yang bisa mengalahkan konsistensi dan kecerdasan Marquez. Pendapat ini pun bukannya tak berdasar, karena Bradl sendiri pernah bertarung memperebutkan gelar dunia Moto2 2011 dengan Marquez.
"Marc berkendara dengan cara yang tepat dan akurat. Saat ini tak ada yang bisa memberinya rehat. Ia sungguh stabil dan sangat kuat hingga tak ada yang mampu mendekatinya. Fabio sangat dekat," ungkap rider berusia 30 tahun ini.
Performa Marquez Itu Kegilaan!
Musim ini, Marquez pun telah mengoleksi 14 podium, yang 9 di antaranya merupakan kemenangan, dan sisanya adalah finis kedua. "Apa yang ditunjukkan Marc adalah kegilaan. Ia tak pernah finis lebih buruk dari posisi kedua. Ia hanya gagal finis di Texas akibat kecelakaan, itu pun karena masalah teknis," tuturnya.
Andai sukses memenangi balapan di Austin kala itu, Marquez diyakini Bradl bisa mengunci gelar lebih awal. "Jika ia tak gagal finis di Texas, ia bisa mengunci gelar dunia di Aragon. Toh ia sendiri sudah bilang bahwa musim ini adalah yang terbaik dan paling konsisten di sepanjang kariernya," tutupnya.
Marquez akan kembali turun lintasan dalam MotoGP Jepang pada 18-20 Oktober mendatang, yang digelar di trek milik Honda, Sirkuit Twin Ring Motegi.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lorenzo: Jadi Tandem Rossi-Marquez? Saya Fokus ke Diri Sendiri
Otomotif 10 Oktober 2019, 16:20
-
'Dovizioso-Rins Bikin Marquez Belajar Kalahkan Quartararo'
Otomotif 10 Oktober 2019, 12:25
-
Stefan Bradl Sebut Hasil Jorge Lorenzo Mengkhawatirkan
Otomotif 10 Oktober 2019, 11:53
-
Petrucci: Marquez Bisa Dikalahkan, Tapi Soal Gelar Sih Beda
Otomotif 10 Oktober 2019, 11:00
-
Marquez: Tiap Tahun Ada Rival Baru, Musim Depan Quartararo
Otomotif 10 Oktober 2019, 09:30
LATEST UPDATE
-
Dongeng Sunderland: Dari League One ke Liga Europa
Liga Inggris 25 Mei 2026, 07:36
-
Bruno Fernandes Tembus 104 Assist untuk Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 07:17
-
Dari Juara ke Posisi 5, Mengapa Liverpool Melempem?
Liga Inggris 25 Mei 2026, 06:52
-
Wakil Serie A di Liga Champions, Liga Europa dan UECL Musim 2026/2027
Liga Italia 25 Mei 2026, 06:45
-
West Ham Degradasi, MU Kebut Transfer Pemain The Hammers Ini
Liga Inggris 25 Mei 2026, 06:35
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 25 Mei 2026, 05:50
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR