Bola.net - - Crew chief Jorge Lorenzo, Cristian Gabarrini menyatakan bahwa Ducati Corse mengembangkan motor Desmosedici GP18 sesuai dengan gaya balap ridernya tersebut untuk menghadapi MotoGP 2018. Hal ini disampaikan Gabarrini kepada Corse di Moto.
Sejak ditinggalkan Casey Stoner pada akhir 2010, Ducati memang kalang kabut memperbaiki departemen balapnya. Namun kedatangan Andrea Dovizioso pada 2013 dan sang general manager, Luigi 'Gigi' Dall'Igna pada 2014 mengubah segalanya.
Sejak bergabung, Dovizioso menjadi ujung tombak pengembangan Desmosedici dan hasil kerja keras mereka mulai tampak pada 2016, di mana Ducati meraih dua kemenangan. Pada 2017, Dovizioso justru meraih enam kemenangan dan nyaris merebut gelar.
Jorge Lorenzo dan Cristian Gabarrini (c) Ducati
Meski begitu, Gabarrini menjelaskan GP18 akan disesuaikan dengan gaya Lorenzo. "Pondasi kami sudah bagus dan kami jelas bekerja sesuai arahan Jorge. Tahun depan motor kami akan lebih mendekati gaya balap Jorge, dan Ducati memang mendorong peningkatan motor ke arah itu," tuturnya.
Di sisi lain Gabarrini tak menutup kemungkinan Dovizioso masih memberi kontribusi besar dalam pengembangan motor. "Tak masalah bila kami menuju ke dua arah. Memang jelas jadi pekerjaan ekstra, tapi Anda bisa belajar lebih banyak karena Anda bisa mengambil hal positif dari dua arah ini," tutupnya.
Lorenzo dan Dovizioso akan kembali turun lintasan dalam uji coba pramusim MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang pada 28-30 Januari mendatang. Kedua test rider Ducati, Casey Stoner dan Michele Pirro diperkirakan akan mengaspal lebih dulu pada 26-27 Januari.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Lorenzo: Tak Ada Pembalap yang Sempurna
Otomotif 3 Januari 2018, 14:00
-
Ducati Kembangkan GP18 Sesuai Gaya Lorenzo
Otomotif 3 Januari 2018, 11:00
-
'Jika Jorge Lorenzo Gagal Sukses, Itu Salahnya Sendiri'
Otomotif 3 Januari 2018, 10:00
-
'Andai Lorenzo Bertahan, Masalah Yamaha Tetap Sama'
Otomotif 29 Desember 2017, 13:15
-
'Kekuatan Jorge Lorenzo Jelas Banyak, Tak Ada yang Negatif'
Otomotif 29 Desember 2017, 10:50
LATEST UPDATE
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR