
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, menyatakan dirinya sudah tak terlalu pusing memikirkan gelar dunia setelah hanya finis ke-14 di MotoGP Eropa pekan lalu. Menjelang MotoGP Valencia, Spanyol, 13-15 November, ia pun punya target lain.
Dalam MotoGP Eropa, Quartararo yang start ke-11 harus kecewa berat usai terjatuh pada lap pertama, akibat menyentuh rem demi menghindari Aleix Espargaro yang jatuh pula di hadapannya. Ia bisa kembali ke lintasan, namun hanya bisa membawa pulang 2 poin.
"Kami mendapat beberapa kesulitan dalam balapan beberapa hari lalu, jadi kami akan mengerjakan beberapa hal untuk akhir pekan ini. Saya rasa, kami bisa memperbaiki rasa nyaman saat berkendara, begitu juga ritmenya," ujarnya via rilis resmi tim, Selasa (10/11/2020).
Masih Punya Kans Jadi Runner-up
Menjelang akhir pekan ini, Quartararo berada di peringkat kedua pada klasemen pembalap dengan 125 poin, jumlah poin yang juga dikoleksi Alex Rins di peringkat ketiga. Keduanya pun sama-sama tertinggal 37 poin dari Joan Mir. Namun, Quartararo memfokuskan diri untuk kembali nyaman di atas YZR-M1, dan ogah kepikiran gelar.
"Kami masih masuk dalam perebutan gelar dunia, tapi kini saya hanya ingin fokus bersenang-senang dalam dua balapan ke depan, kemudian barulah kita lihat hasil apa yang bisa kami perjuangkan. Kami ada di peringkat kedua, dan masih punya kans mengakhiri musim dengan baik," ungkapnya.
Rider 21 tahun ini pun mengharapkan cuaca bersahabat, tak seperti akhir pekan lalu. "Saya berharap akhir pekan ini kondisinya tetap kering, atau setidaknya cuacanya bisa lebih konsisten. Tentu saya takkan menyerah sampai kami mencapai bendera finis di Portimao," pungkas Quartararo.
Sumber: Petronas Yamaha SRT
Video: Joan Mir Sukses Rebut Kemenangan di MotoGP Eropa
Baca Juga:
- Kilas Balik Karier Andrea Dovizioso di MotoGP: Dari 'Underdog' Jadi 'Heroik'
- Formula 1 Rilis Kalender Sementara 2021, Terdiri dari 23 Balapan
- Para Rider MotoGP Ramai-Ramai Beri Dukungan pada Andrea Iannone
- Andrea Dovizioso Vakum dari MotoGP 2021, Joan Mir-Fabio Quartararo Akui Bakal Kangen
- Masih Bela Andrea Iannone, Aprilia: Keputusan CAS Berlawanan dengan Bukti Sains
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mir-Quartararo-Locatelli: Dulu Susah Bareng, Kini di Puncak Dunia
Otomotif 11 November 2020, 19:05
-
Franco Morbidelli Siap Tantang Fabio Quartararo Berebut Runner-up
Otomotif 11 November 2020, 17:04
-
Fabio Quartararo: Gelar Dunia? Saya Mau Senang-Senang Saja Lah!
Otomotif 11 November 2020, 16:42
-
Valentino Rossi Kritik Yamaha: Sudah Lamban, Gampang Rusak Pula
Otomotif 10 November 2020, 13:12
-
Opsi Menipis, Aprilia Rayu Jorge Lorenzo Kembali Balapan di MotoGP 2021
Otomotif 10 November 2020, 11:10
LATEST UPDATE
-
Hasil Al-Nassr vs Al-Qadisiyah: Ronaldo Cetak Gol, tapi Tim Tuan Rumah Tetap Kalah
Asia 9 Januari 2026, 03:29
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR