
Bola.net - Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, menyatakan bahwa salah satu faktor yang mendorongnya menjadi pebalap motor profesional sampai bisa turun di MotoGP adalah Valentino Rossi. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan majalah GQ Italia.
Quartararo lahir pada 20 April 1999, yakni saat Rossi dalam perjalanannya merebut gelar dunianya yang kedua, yakni di kelas GP250. Ketika El Diablo mulai mengendarai motor, Rossi pun sudah menjadi bintang besar di MotoGP, meraih lima gelar dunia di kelas tertinggi.
Pada 2009, Quartararo yang berusia 10 tahun akhirnya dapat kesempatan bertemu dengan Rossi, namun sekadar jadi penggemar. Enam tahun kemudian, ia pun menjalani debut di Moto3, berbagi paddock dan sirkuit dengan idolanya tersebut.
Pada 2019, rider Prancis ini justru menyusul Rossi ke MotoGP, membela pabrikan yang sama, juga menggebrak kompetisi dengan langsung meraih 7 podium dan 6 pole dalam musim debutnya. Pada 2021, ia bahkan bakal menggantikan Rossi di Monster Energy Yamaha.
Terinspirasi Semangat Rossi
"Jika saya berada di sini, itu juga berkat Vale yang membuat saya takjub, dan menginspirasi saya dengan semangatnya. Saya tumbuh dewasa dengan menonton Vale di TV dan poster-posternya yang benar-benar menutupi dinding-dinding kamar tidur saya," ujar Quartararo seperti yang dikutip Corsedimoto.
Rossi sendiri mengakui bahwa, meski telah memprediksi Quartararo bisa jadi bintang masa depan, tak seorang pun di paddock yang mengira Quartararo bakal sekuat ini. Ia bahkan menyebut Yamaha sudah 'gila' jika tak meletakkan Quartararo di tim pabrikan.
Uniknya, Quartararo yang merupakan juara FIM CEV Moto3 2013 dan 2014 ini tak terlalu nyaman dipuji-puji Rossi. "Tiap hari Minggu, saya membuat impian hidup saya jadi nyata. Pujian itu dikatakan Vale, jadi saya menganggapnya sebagai pujian yang berlebihan," ungkapnya.
Metode Kerja Ideal: Penuh Ketenangan
2020 pun jadi musim kedua Quartararo di MotoGP, dan meski membela tim satelit, ia dipastikan mendapatkan motor YZR-M1 2020 spek pabrikan yang sama persis dengan milik Rossi dan Maverick Vinales. Ia pun menyebut musim ini akan jadi 'batu loncatan' untuk tampil lebih baik.
"Saya ingin menggunakan semua skill saya. Saya pun telah menemukan metodenya: teap tenang. Hanya dengan ketenangan otak akan berfungsi di kapasitas penuhnya. Otot biasa saja menahan meteor yang bebannya dua kali lipat lebih besar dari tubuh saya, tapi kekuatan yang nyata ada dalam pikiran," pungkasnya.
Selain meraih 7 podium dan 6 pole, tahun lalu Quartararo juga mengakhiri musim di peringkat 5 pada klasemen pebalap MotoGP, serta merebut gelar debutan dan rider independen terbaik.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Fabio Quartararo: Saya Ada di MotoGP Berkat Valentino Rossi
Otomotif 9 Maret 2020, 14:26
-
Celestino Vietti Masih Tak Percaya Bisa Jadi Murid Valentino Rossi
Otomotif 5 Maret 2020, 15:40
-
'Musuh Terbesar Valentino Rossi Adalah Egonya Sendiri'
Otomotif 5 Maret 2020, 15:16
-
Video: 'Ruang Rahasia' Valentino Rossi, Kisah Soal Menjadi Diri Sendiri
Open Play 5 Maret 2020, 12:25
-
Maverick Vinales Bersyukur Banyak Belajar dari Valentino Rossi
Otomotif 4 Maret 2020, 16:00
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR