
Bola.net - Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini, gagal naik podium dan sekadar finis ke-10 di MotoGP Sachsenring, Jerman, Minggu (19/6/2022). Namun, lewat GPOne, ia menyebut hasil ini tak terlalu mengecewakan, mengingat ia harus banting tulang selama akhir pekan demi kompetitif di trek yang tak bersahabat dengannya ini.
Bastianini start dari posisi 17 dan sempat melorot ke posisi 21 pada lap pembuka. Namun, dalam enam lap saja ia naik ke posisi 13, usai mampu menyalip banyak rival dan terbantu oleh kecelakaan Pecco Bagnaia dan Joan Mir. Ia pun bertahan di posisi itu selama sembilan lap dan kemudian menyalip Marco Bezzecchi pada Lap 16.
Setelah menyalip Miguel Oliveira, Bastianini juga terbantu oleh masuknya Maverick Vinales dan Pol Espargaro ke pit. Sejak itu, ia duduk di posisi 10 dan bertahan sampai finis. Meski performanya tak ideal, Bastianini menilai hasil 10 besar merupakan hasil yang cukup positif, mengingat ia sangat sulit tampil garang sepanjang akhir pekan.
Tampil Tanpa Crew Chief

"Start saya bukan yang terbaik dan tahap awal balapan tak mudah. Sulit menyalip di trek ini, dan saya butuh waktu menemukan jalur bersih. Saat saya mulai menyalip, angin jadi masalah. Tapi saya beradaptasi sehingga bisa mempertahankan ritme yang baik. Secara umum, ini hasil oke, apalagi jika mengingat posisi start saya," ujar Bastianini.
Sebagai catatan, Bastianini juga tampil tanpa arahan Alberto Giribuola yang absen akibat positif Covid-19. "Sudah jelas saya jadi memahami pentingnya berpikir tenang dan mempertahankan konsentrasi tinggi. Bekerja tanpa crew chief saya menciptakan masalah, apalagi ini jelas-jelas trek di mana saya kesulitan," ungkapnya.
Meski begitu, mengingat Fabio Quartararo memenangi balapan kali ini, Bastianini melorot ke peringkat keempat pada klasemen pembalap dengan 100 poin. Walau telah mengantongi tiga kemenangan, ia kini tak lagi jadi rider Ducati terbaik, karena Johann Zarco (Prima Pramac Racing) naik ke peringkat ketiga dengan 111 poin.
Yakin Masih Bisa Bikin Kejutan

Bastianini kini tertinggal 72 poin dari Quartararo yang ada di puncak klasemen, dan ia mengakui ini jarak yang cukup lebar. Namun, mengingat masih ada 10 seri tersisa, Bastianini yakin masih bisa memberikan kejutan pada paruh kedua musim. Ia juga sangat percaya diri bahwa kans merebut gelar dunia belum tertutup.
"Kami baru mencapai pertengahan musim, jadi permainan belum berakhir. Jelas Fabio menciptakan margin poin yang lebar. Kini ia unggul 72 poin atas saya, dan itu bukan jumlah yang sedikit. Namun, saya yakin pada paruh kedua musim nanti saya bisa memberikan beberapa kejutan. Akan ada trek-trek yang sangat saya sukai," tuturnya.
"Saya tak menyangkal bahwa saya belum siap konsisten bertarung di depan. Pecco (Bagnaia), contohnya, juga selalu punya kesulitan di trek ini. Namun, ia beradaptasi dan bekerja keras. Jadi, saya yakin nanti saya juga mendapatkan kemajuan di berbagai aspek berbeda," pungkas pembalap berjuluk 'Bestia' ini.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
- Aleix Espargaro: Tertinggal 34 Poin dari Fabio Quartararo? Itu Sih Kecil!
- Jadwal Lengkap MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, 24-26 Juni 2022
- Jadwal Siaran Langsung MotoGP Assen, Belanda, di Trans7 dan MNC Sports, 24-26 Juni 2022
- Pecco Bagnaia: Fabio Quartararo Rider Terhebat yang Pernah Ada di MotoGP
- Joan Mir: Jadi Tandem Marc Marquez Tak Mudah, Tantangan Besar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mulai Bersinar: Fabio di Giannantonio Targetkan Podium Sebelum Akhir Musim
Otomotif 21 Juni 2022, 14:58
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR