Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, mengaku 'takut' melihat ritme balap duet Suzuki Ecstar, Alex Rins dan Joan Mir, dalam pekan balap MotoGP Aragon, Spanyol, akhir pekan lalu, dan memprediksi mereka bisa mengulangnya dalam MotoGP Teruel di trek yang sama pada 23-25 Oktober nanti.
Dalam balapan tersebut, Morbidelli start keempat, dan menjalani start dengan sangat baik hingga mencapai tikungan pertama lebih dulu. Namun, ia melebar dan tersalip oleh Maverick Vinales dan Fabio Quartararo. Namun, ia harus puas finis keenam usai tersalip lagi oleh Rins, Mir, dan Takaaki Nakagami.
Morbidelli pun menyatakan hasil ini di luar ekspektasi, mengingat ia dan Vinales menyapu bersih semua sesi latihan, bergantian memimpin daftar catatan waktu. Bahkan, Fabio Quartararo sukses meraih pole. Sayang, dalam balapan, Vinales hanya finis keempat, Morbidelli finis keenam, dan Quartararo justru finis ke-18.
Tak Mengira Suzuki Langsung Kuat di Lap-Lap Awal
Rider Italia berdarah Brasil ini semakin kaget ketika dirinya tersalip Rins pada Lap 3, begitu juga tersalip Mir pada Lap 7. Morbidelli pun menyatakan, ia yakin Suzuki akan menyusul mereka pada suatu waktu seperti balapan-balapan sebelumnya, namun tak menyangka mereka bakal melakukannya pada lap-lap awal. Jika sudah begini, Morbidelli yakin para rival harus cemas.
"Saya melihat Suzuki dalam kondisi yang sangat baik dalam balapan itu. Ketika Anda melihat mereka dalam situasi mendukung begitu awal dalam balapan, Anda harus merasa takut. Saya sendiri takut karena saya sudah mengira mereka akan datang, tapi tak menyangka bakal sedini itu," ujarnya via Motorsport.com, Selasa (20/10/2020).
"Alex Rins menyalip saya, saya rasa pada lap ketiga, dan saya sangat terkesan. Apa yang Anda lihat saat berada di belakang mereka adalah, mereka punya grip yang sulit di percaya, dan sangat baik dalam membelok di tikungan, serta mereka bisa berkendara dengan level yang sungguh berbeda dibanding Anda," lanjut rider 25 tahun ini.
Mengira Yamaha vs Yamaha, Nyatanya Malah Suzuki vs Honda
Sejak tersalip oleh Rins lah Morbidelli langsung yakin pekan balap Yamaha sudah tamat di Aragon. Hal ini pun sama sekali tak sesuai dugaannya. Ia mengira tadinya Vinales, Quartararo, dan dirinya bakal bertarung sampai akhir, namun nyatanya pertarungan justru terjadi di antara Rins, Mir, dan Alex Marquez (Repsol Honda).
"Saya sudah tahu pada lap ketiga bahwa Aragon bukanlah pekan balap Yamaha, yakni ketika Alex menyalip saya begitu dini. Saya langsung tahu balapan kami bakal sangat berbeda dari Jumat dan Sabtu," tutur juara dunia Moto2 2017 yang juga anggota VR46 Riders Academy ini.
"Sejak itu, saya coba menemukan ritme sendiri, coba mengejar Maverick, dan melupakan Suzuki dan Honda, karena grip kami rendah dalam suhu yang lebih hangat. Saya pikir tadinya pertarungan hanya akan terjadi di antara saya, Maverick, dan Fabio. Nyatanya malah antara Suzuki dan Honda," tutupnya.
Sumber: Motorsportcom
Video: Valentino Rossi Positif Terinfeksi Covid-19
Baca Juga:
- Pelajari Aragon, Franco Morbidelli Merasa Wajib Podium di MotoGP Teruel
- Alex Marquez Antisipasi Serangan Rider Lain di MotoGP Teruel
- Fabio Quartararo Ogah Dapat Masalah Ban Lagi di MotoGP Teruel
- Giacomo Agostini: Marc Marquez, Hati-Hati pada Adikmu!
- Silly Season Tak Kalah Seru dari MotoGP, Ini Daftar Rider Moto2 dan Moto3 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Franco Morbidelli 'Takut' Lihat Performa Suzuki di Aragon
Otomotif 21 Oktober 2020, 10:24
-
Abaikan Kans Juarai MotoGP 2020, Alex Rins Siap Tebar Ancaman pada 2021
Otomotif 20 Oktober 2020, 11:12
-
2 Kali Jatuh, Alex Rins Bahagia Akhirnya Menang di MotoGP Aragon
Otomotif 19 Oktober 2020, 09:15
-
Reaksi Netizen Soal Kemenangan Alex Rins di MotoGP Aragon dan Gebrakan Alex Marquez
Otomotif 18 Oktober 2020, 21:52
-
Hasil Balap MotoGP Aragon: Alex Rins Menang, Alex Marquez Bersinar
Otomotif 18 Oktober 2020, 20:54
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR