
Bola.net - Aleix Espargaro merupakan pebalap utama Aprilia Racing Team Gresini sejak 2017, dan rider Spanyol ini mengaku menjadikan Andrea Dovizioso sebagai panutan dalam memimpin proyek pengembangan motor RS-GP di MotoGP. Hal ini disampaikan Espargaro kepada Speedweek baru-baru ini.
Dovizioso diketahui telah membela Ducati sejak 2013, dan sejak itu pula ia bergonta-ganti tandem, dari Nicky Hayden, Cal Crutchlow, Andrea Iannone, Jorge Lorenzo, sampai Danilo Petrucci. Meski begitu, ia justru mampu menjadi dirinya sendiri dan tetap menjadi ujung tombak pengembangan Desmosedici.
Tak hanya itu, Dovizioso juga diketahui memiliki kepribadian yang sangat tenang, dan berkepala dingin dalam menghadapi berbagai situasi. Rider 33 tahun itu bahkan tak malu-malu mengakui bahwa karakternya ini terbantu oleh kemauannya berkonsultasi dengan psikolog demi memperbaiki mentalitasnya.
"Saya suka menjadikan Dovi sebagai panutan. Ia adalah contoh terbaik untuk diamati, dan ia melakukan segalanya sepenuh hati. Saya sangat kagum pada kariernya. Saya suka dia. Saya kagum betapa cerdas, santai, dan tenangnya ia. Ia dapat kesempatan untuk semakin kuat tiap tahun bersama Ducati," ujar Espargaro.
Tak Peduli Siapa Tandemnya

Selama tiga tahun membela Aprilia, Espargaro juga telah berganti tandem tiga kali, yakni Sam Lowes (2017), Scott Redding (2018), dan kini Andrea Iannone. Ia pun berharap tetap memiliki kepemimpinan dan performa yang konsisten seperti Dovizioso dalam membantu Aprilia menuju papan atas.
"Dovi tak pernah peduli siapa rekan setimnya. Andrea Iannone kerap mengalahkannya, Jorge Lorenzo lebih kuat darinya tahun lalu. Tapi Dovi selalu hanya peduli pada dirinya sendiri dan fokus pada pekerjaannya. Konsistensi ini membawanya ke puncak dunia," ungkap kakak Pol Espargaro ini.
Stabilitas Terbayar dengan Baik
Espargaro juga meyakini bahwa konsistensi performa dan mental baja yang dimiliki Dovizioso membuatnya sukses menjadi rival utama Marc Marquez selama tiga tahun terakhir, sekaligus menjadi kandidat juara dunia terkuat.
"Jika kita coret Marc, yang nyaris selalu jadi rider terbaik sejak 2013, Dovi lah yang ada di depan. Ia merupakan dua kali runner up MotoGP, dan ia kembali jadi kandidat juara tahun ini. Ia selalu mampu finis, dan mengoleksi 5-6 kemenangan setiap musim. Stabilitas ini sungguh terbayarkan," pungkas rider 29 tahun ini.
Menjelang seri kandangnya di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol akhir pekan nanti, Espargaro tengah duduk di peringkat 13 pada klasemen pebalap dengan koleksi 27 poin, tertinggal 76 poin dari Dovizioso yang ada di peringkat kedua.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gonta-Ganti Tandem, Espargaro Jadikan Dovizioso Panutan
Otomotif 11 Juni 2019, 15:00
-
Ducati Bantah Pikirkan Peluang Gaet Marc Marquez
Otomotif 11 Juni 2019, 13:00
-
Usai Dovizioso, Valentino Rossi Janji Bakal Turun di DTM
Otomotif 10 Juni 2019, 11:15
-
Alami Spin, Dovizioso Gagal Finis 10 Besar di DTM Misano
Otomotif 10 Juni 2019, 10:09
-
Klasemen Sementara MotoGP 2019 usai Seri Mugello, Italia
Otomotif 2 Juni 2019, 20:30
LATEST UPDATE
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR