Ingin Hemat, Para Pabrikan MotoGP Usulkan Regulasi '1 Pembalap 1 Motor' Mulai 2027

Ingin Hemat, Para Pabrikan MotoGP Usulkan Regulasi '1 Pembalap 1 Motor' Mulai 2027
MotoGP Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Montmelo, Spanyol (c) KTM Factory Racing

Bola.net - Asosiasi Pabrikan (MSMA) yang berisi lima pabrikan MotoGP mengusulkan regulasi '1 pembalap 1 motor' untuk diberlakukan mulai 2027. Gagasan ini mereka ajukan demi menghemat biaya balap yang makin tinggi.

Selama ini, MotoGP memberlakukan dua motor per rider, dengan alokasi 7-8 mesin per rider untuk pabrikan di Kategori A, B, dan C dalam aturan konsesi, serta alokasi 9-10 mesin per rider untuk pabrikan di Kategori D.

Uniknya, gagasan pengurangan jumlah motor per rider dari 2 menjadi 1 ini bukanlah datang dari Liberty Media dan MotoGP SEG, melainkan dari MSMA sendiri, yang diisi oleh Ducati, Aprilia, KTM, Honda, dan Yamaha.

1 dari 2 halaman

Juga Berdampak ke Jumlah Teknisi

MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans (c) KTM Factory Racing

MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans (c) KTM Factory Racing

Gagasan ini ternyata merupakan salah satu poin yang didiskusikan dalam negosiasi kontrak baru MSMA dengan MotoGP SEG, terkait partisipasi mereka pada periode kompetisi 2027-2031. Sejauh ini, negosiasi ini berjalan alot.

"Inisiatif ini, yang detailnya belum diketahui, berasal dari pabrikan, dengan tujuan utama mengurangi biaya. Jika langkah ini diberlakukan, diperkirakan tim akan mengurangi jumlah teknisi," tulis Motorsport.com, Rabu (20/5/2026).

Meski entah berapa persen biaya yang bisa dihemat, aturan ini sangat dipertimbangkan oleh Grand Prix Commission, yang terdiri dari FIM (Federasi Balap Motor Internasional), MotoGP SEG, MSMA, dan IRTA (Asosiasi Tim).

2 dari 2 halaman

Berpotensi Tiru Regulasi WorldSBK

MotoGP dirumorkan akan meniru regulasi WorldSBK, di mana setiap rider hanya punya satu motor, tetapi tetap memiliki 'motor kedua' yang 'disimpan' di bagian belakang garasi tanpa sertifikasi untuk dipakai berkompetisi.

Jika motor pertama seorang pembalap mengalami kerusakan dan tak bisa diperbaiki, maka direktur teknis akan mengevaluasi kesempatan pembalap terkaut untuk bisa diizinkan memakai motor kedua.

Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, MotoGP juga berpotensi menghapus sistem flag-to-flag dalam balapan yang diguyur hujan. WorldSBK sendiri memberlakukan pit stop jika hujan mengguyur di tengah balapan.

Sumber: Motorsportcom


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL