InJourney Paparkan Dampak MotoGP Mandalika 2025: Sport Tourism, Dorong Ekonomi, dan Pengembangan Destinasi

InJourney Paparkan Dampak MotoGP Mandalika 2025: Sport Tourism, Dorong Ekonomi, dan Pengembangan Destinasi
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyambut peluncuran Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata (c) Dok. InJourney

Bola.net - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyambut peluncuran Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata yang diterbitkan Kementerian PPN/Bappenas.

Hasil kajian tersebut mengestimasi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp2,7-4,7 triliun sekaligus menunjukkan besarnya potensi sport tourism dalam mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.

Kajian tersebut disusun Kementerian PPN/Bappenas bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), yang merupakan bagian dari ekosistem InJourney.

Penyusunannya juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Sekretariat Negara, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Bank Indonesia.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menilai peluncuran buku tersebut menjadi momentum untuk melihat MotoGP Mandalika dalam perspektif yang lebih luas. Menurutnya, penyelenggaraan balapan internasional tersebut bukan hanya berkaitan dengan sport event, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan destinasi dan penggerak ekonomi masyarakat.

“Bagi InJourney, MotoGP Mandalika bukan sekadar event olahraga internasional. Ini adalah platform yang mempertemukan olahraga, pariwisata, konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, talenta lokal, hingga nation branding Indonesia,” tutur Maya.

1 dari 3 halaman

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika

Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (c) MGPA

Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (c) MGPA

Kajian Kementerian PPN/Bappenas bersama ITDC dilakukan melalui survei terhadap lebih dari 1.800 responden yang mencakup penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor. Hasil kajian menunjukkan skor pengalaman penonton atau brand equity mencapai 5,07 dari skala 6.

Kajian tersebut juga memperkirakan peningkatan eksposur Mandalika berpotensi mendorong kunjungan wisatawan sekitar 11 persen. Dengan dukungan promosi destinasi yang terintegrasi, potensi tambahan belanja wisatawan diperkirakan mencapai Rp44,5 miliar.

Dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika juga terlihat pada aktivitas ekonomi lokal. Event tersebut turut menggerakkan UMKM, tenaga kerja, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata.

Tingkat kepuasan tenaga kerja dan relawan tercatat 5,51 dari skala 6, sedangkan kepuasan pelaku UMKM dan tenant mencapai 5,23. Di sisi lain, eksposur global MotoGP Mandalika memberikan nilai promosi bagi Indonesia dan Mandalika dengan Advertising Value Equivalency (AVE) yang tercatat sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun.

2 dari 3 halaman

Dari Event Menuju Pengembangan Kawasan

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyambut peluncuran Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata (c) Dok. InJourneyPT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyambut peluncuran Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata (c) Dok. InJourney

Maya menekankan bahwa dampak penyelenggaraan event perlu dikembangkan melalui ekosistem yang terintegrasi. Dengan pendekatan tersebut, manfaat MotoGP diharapkan tidak hanya dirasakan selama periode pelaksanaan, tetapi dapat terus berkembang setelah event berakhir.

“Yang ingin kita bangun bukan hanya event yang sukses pada saat berlangsung, tetapi sebuah ekosistem yang terus tumbuh sebelum, selama, dan setelah event. Mulai dari konektivitas, kesiapan destinasi, kualitas pengalaman wisatawan, keterlibatan UMKM dan masyarakat, sampai pengembangan talenta lokal,” tambah Maya.

Sebagai bagian dari ekosistem InJourney, ITDC memiliki peran dalam pengembangan The Mandalika sebagai kawasan pariwisata sekaligus destinasi sport tourism. Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan temuan dalam kajian Bappenas memperkuat pentingnya mengubah dampak event menjadi manfaat pembangunan kawasan dalam jangka panjang.

“MotoGP Mandalika menunjukkan bahwa event olahraga internasional bukan sekadar tontonan, tetapi dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Bagi ITDC, momentum ini harus ditransformasikan dari event-based economy menjadi event-led development, sehingga dampaknya tidak berhenti ketika balapan selesai, tetapi terus dirasakan oleh kawasan dan masyarakat,” ujarnya.

Dengan pengalaman lebih dari 52 tahun, Fajar mengatakan ITDC terus memperkuat perannya sebagai Master Developer dan Asset Manager. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan infrastruktur, fasilitas, dan ekosistem destinasi yang terintegrasi, serta kolaborasi dengan pelaku industri dan masyarakat.

“Inilah bagian dari komitmen kami untuk menjadikan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia yang hidup 365 hari, sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Bangun Ekosistem Motorsport Nasional

Pembalap MotoGP 2026 (c) MotoGP

Pembalap MotoGP 2026 (c) MotoGP

Dari sisi motorsport, keberadaan MotoGP dan berbagai ajang balap di Mandalika juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem motorsport nasional. Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menilai berbagai event internasional dapat membuka ruang bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman berkompetisi di level global.

“Kita ingin momentum ini ikut membangun ekosistem motorsport nasional, mulai dari pembinaan pembalap muda, tenaga profesional, marshal, hingga berbagai profesi pendukung lainnya. Kehadiran talenta seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji menunjukkan bahwa event internasional dapat menjadi bagian dari perjalanan talenta Indonesia menuju level dunia,” ujar Ananda.

Ananda menambahkan, MGPA akan terus memperkuat kualitas penyelenggaraan event sekaligus mengembangkan ekosistem motorsport di Pertamina Mandalika International Circuit. Berbagai ajang yang digelar di sirkuit tersebut menjadi ruang bagi pembalap dan talenta nasional untuk mendapatkan pengalaman bertanding dengan standar internasional.

Dengan demikian, penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya diarahkan pada keberhasilan event, tetapi juga pada pengembangan kawasan, aktivitas ekonomi, serta ekosistem motorsport yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL