
Bola.net - Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco, tak menyangka akan menjalani MotoGP 2021 sebagai salah satu kandidat juara dunia. Kepada Crash.net, Senin (5/7/2021), Zarco mengaku hasil ini melebihi ekspektasi yang ia dan timnya patok pada awal musim. Kini ia pun berharap bisa meneruskan tren positif sampai seri terakhir.
Karier Zarco memang sempat di ujung tanduk usai minta KTM memutus kontraknya setahun lebih awal pada akhir 2019. Gagal dapat tempat di Honda, ia pun 'diselamatkan' oleh Ducati, yang meletakkannya di Esponsorama Racing pada 2020. Dengan motor ala kadarnya, ia justru meraih pole dan podium di Brno, Ceko.
Hasil itu meyakinkan Ducati untuk menaikkan pangkatnya ke Pramac Racing pada 2021 dan memberinya motor spek teranyar. Ia pun langsung menggebrak. Sejauh ini, ia punya empat trofi usai empat kali finis kedua. Kini ia duduk di peringkat kedua pada klasemen, tertinggal 34 poin dari Fabio Quartararo yang membela Monster Energy Yamaha.
Merasa Tak Boleh Terlena

"Hasil ini lebih baik dari harapan, dan lebih baik dari yang saya targetkan pada awal musim. Namun, sekalinya ada di depan, Anda harus memanfaatkan kesempatan dan kini target final saya adalah memperebutkan gelar dunia dan menjadi juara MotoGP. Jadi, jika semuanya mendukung, saya harus cerdas dan mengejarnya," ungkap Zarco.
"Saya tak boleh lengah, harus memanfaatkan momen ini dan meraihnya. Saya kehilangan beberapa poin dari Fabio di Assen, namun memperlebar margin poin dari para rider yang ada di belakang saya. Kini saya berharap bisa kembali lebih kuat pada paruh kedua musim nanti demi jadi kandidat juara yang lebih nyata," lanjutnya.
Uniknya, Zarco juga pernah membela Yamaha lewat Tech 3 Racing pada 2017 dan 2018, dan meraih lima podium. Tapi ia yakin, dengan gaya balapnya, ia takkan bisa secepat Quartararo jika masih mengendarai YZR-M1. Rider Prancis ini merasa lebih cocok dengan Ducati dan atas alasan itulah ia sangat percaya diri bisa jadi juara.
Dapat Rasa Percaya Diri dari Ducati

"Para rider Yamaha sangat kuat, namun jika pakai cara saya mengendarai Yamaha empat tahun lalu, maka saya takkan secepat Fabio di Assen. Fabio punya kepercayaan diri yang sangat tinggi. Saya pun dapat kepercayaan yang sama dari Ducati, dan saya sangat senang Ducati bisa memberikannya kepada saya secara bertahap," tuturnya.
"Tentu saya ingin lebih cepat percaya diri, namun perlahan terjadi kok. Saya hanya butuh waktu. Saya harus coba sabar karena ketika semuanya mendukung, saya sangat yakin bisa bertarung dengan Fabio di posisi terdepan sejak hari Jumat. Itulah target saya, yakni tampil kuat sejak Jumat dan lebih siap melawan Fabio," pungkas Zarco.
Zarco dan Quartararo beserta rider MotoGP lainnya kini tengah menjalani rehat musim panas selama lima pekan. Mereka akan kembali turun lintasan di Sirkuit Red Bull Ring yang akan menggelar Seri Styria dan Austria sekaligus, masing-masing pada 6-8 dan 13-15 Agustus mendatang.
Sumber: Crashnet
Video: Fabio Quartararo Menangi MotoGP Belanda 2021
Baca Juga:
- Pecco Bagnaia: Kans Juara MotoGP 2021 Masih di Genggaman Ducati, Asal...
- Dani Pedrosa Penasaran Kans Juara MotoGP Andai Bela Yamaha
- Kembali Muda: Dani Pedrosa Pakai Masa Pensiun untuk Pulihkan 'Koleksi' Cedera
- Dani Pedrosa Akui 'Comeback' Kian Nyata Berkat KTM Makin Oke
- Ducati: Gaet Maverick Vinales? Kami Doakan Saja Tetap di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadi Kandidat Juara MotoGP, Johann Zarco: Ini Lebihi Ekspektasi!
Otomotif 6 Juli 2021, 08:44
-
Vinales: Ikut-Ikut Zarco Putus Kontrak? Mending Ikuti Kata Hati Sendiri
Otomotif 28 Juni 2021, 09:20
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Sachsenring: Zarco Sabet Pole, Espargaro Menggebrak
Otomotif 19 Juni 2021, 20:06
-
Hasil FP4 MotoGP Sachsenring: Johann Zarco-Fabio Quartararo Terdepan
Otomotif 19 Juni 2021, 19:07
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR