
Bola.net - Manajer Tim Petronas Yamaha SRT, Wilco Zeelenberg, mengaku pihaknya takkan punya kuasa atas Fabio Quartararo selepas 2020 mendatang. Kepada GPOne, Zeelenberg menyatakan bahwa pihaknya takkan memaksa Quartararo untuk bertahan, dan akan membebaskannya memilih jalan karier sendiri.
Musim ini, SRT telah menaungi Quartararo dengan baik. Usai hilang arah di Moto3 dan Moto2 pada musim 2015-2018, Quartararo naik ke MotoGP tahun ini dan didukung oleh tim beratmosfer keluarga. Didukung motor Yamaha yang mumpuni, rider 20 tahun ini pun langsung mencuri perhatian lewat prestasinya.
El Diablo konsisten bertarung di papan atas, meraih 4 podium dan 3 pole. Hasil ini membuatnya digadang-gadang dipromosikan ke tim pabrikan Monster Energy Yamaha pada 2021 nanti. Bertahan di Yamaha atau pindah tim, Quartararo diyakini Zeelenberg berhak menentukan pilihan, namun berharap ia berpikir jernih.
Belajar dari Pengalaman Rider Lain

"Semua tergantung apa yang ingin diraih Fabio. Jika ingin uang, ia bisa gabung Ducati. Mungkin mereka akan menawarkan kontrak bernilai tinggi yang bertuliskan 'kami menginginkanmu'. Jika ia memang 'lapar' dan bisa melaju cepat, maka oke-oke saja," ujar eks pelatih balap Jorge Lorenzo dan Maverick Vinales ini.
Meski begitu, Zeelenberg yakin Quartararo harus belajar dari Jorge Lorenzo dan Johann Zarco, yang usai meninggalkan Yamaha justru mengalami kesulitan. Lorenzo harus paceklik kemenangan 1,5 tahun di Ducati dan kini sulit beradaptasi dengan Honda, sementara Zarco tak bisa menyatu dengan KTM.
"Jika motornya tak cocok dengan gaya balapnya, usai 2 musim mungkin ia akan kaya raya, namun tak bisa juara. Jika ingin jadi juara, maka ia harus melakukan pendekatan berbeda. Yang jelas, ia punya kontrak 2 tahun dengan kami. Setelahnya, ia bebas pilih ke mana ia akan menuju. Beginilah kehidupan," tuturnya.
Disarankan Tak Cepat Ganti Tim
Selain itu, Zeelenberg juga tak ingin Quartararo mengulang kesalahan seperti saat ia masih turun di Moto3 dan Moto2, di mana ia kerap berganti-ganti tim dan justru makin kesulitan meraih hasil baik. Menurut pria Belanda ini, berganti tim terlalu cepat akan sangat berisiko bagi kariernya.
"Saya rasa ia bersenang-senang dengan kami. Beberapa musim terakhir, ia selalu berganti-ganti tim dan tak selalu mengalami kecocokan. Tahun lalu ia menang bersama Speed Up, dan kini ia sangat bahagia dengan kami. Saya rasa bukan ide bagus untuk melakukan skenario ini terlalu cepat," pungkas Zeelenberg.
Menjelang MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram akhir pekan ini, Quartararo tengah duduk di peringkat 7 pada klasemen pebalap dengan koleksi 123 poin. Selain tengah memegang status debutan terbaik, ia juga tengah menggenggam status rider tim independen terbaik.
Sumber: GPOne
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gaet David Munoz, Valentino Rossi Lagi-Lagi Ganti Crew Chief?
Otomotif 3 Oktober 2019, 16:35
-
Petronas SRT Tak Tutup Peluang Gaet Rider Berpengalaman
Otomotif 3 Oktober 2019, 16:15
-
Lika-Liku Usaha Petronas Turunkan Rider Malaysia di MotoGP
Otomotif 3 Oktober 2019, 15:45
-
Petronas Siap Kehilangan Fabio Quartararo di MotoGP 2021
Otomotif 3 Oktober 2019, 15:15
-
'Jika Fabio Quartararo Mau Banyak Uang, Silakan ke Ducati'
Otomotif 3 Oktober 2019, 14:45
LATEST UPDATE
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 18:26
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
-
Andoni Iraola Bidik Trofi Carabao Cup Sebagai Pemanis Musim Perdananya di Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:34
-
Link Nonton Streaming Persib vs Melbourne Victory Hari Ini
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 16:33
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR