
Bola.net - Melihat Fabio Quartararo sukses menang sementara mereka sendiri terpuruk di MotoGP Silverstone, Inggris, Minggu (29/8/2021), Joan Mir dan Francesco Bagnaia, kompak yakin bahwa sudah mustahil bagi mereka untuk merebut gelar dunia 2021. Pasalnya, mereka masing-masing hanya mampu finis di posisi 9 dan 14.
Mir dan Bagnaia sejatinya dijagokan merebut kemenangan perdana mereka musim ini di Silverstone. Namun, Mir sudah kesulitan sejak awal pekan balap dan tak pernah menemukan ban dan setup motor yang cocok. Sementara itu, Bagnaia sempat garang di semua sesi, tapi terjun bebas usai kehilangan grip ban dalam balapan.
Saat ditanya oleh Autosport apakah kini kans mempertahankan gelar sudah tak lagi dalam genggaman, Mir tak segan mengiyakan walau merasa sangat kecewa. "Ya, walau semua takkan selesai sebelum bendera finis berkibar dan ini jelas. Namun, ya, saya kecewa soal hari ini," ungkap rider yang juga juara dunia Moto3 2017 ini.
"Jujur saja, saya berharap bisa lebih dekat (dalam perebutan gelar) dan meraih podium lebih banyak musim ini. Kami beberapa kali finis keempat tapi itu bukanlah podium. Tapi hari ini saya memang tak terlalu optimistis. Yang terjadi sungguhlah janggal dan apa yang terjadi hari ini tidaklah jelas. Kami harus memahaminya," lanjutnya.
Padahal Sama-Sama Pakai Ban Depan Lunak

Start ke-11, Mir sejatinya sempat merangsek ke posisi 5 pada Lap 6 usai menyalip Jack Miller. Namun, ban depan lunaknya aus pada pertengahan balap. Uniknya, ini ban yang juga dipakai oleh Quartararo. Namun, rider Yamaha itu justru mampu mempertahankan usia bannya sampai akhir dan merebut kemenangannya yang kelima musim ini.
"Sensasi saya pada lap-lap pertama sangat baik, saya bisa berkendara dengan baik dan berada di posisi yang saya inginkan. Namun, ada masalah pada ban depan dan bikin saya tertinggal 2-3 detik (per lap) pada lima lap terakhir, bahkan lebih parah pada 10-12 lap terakhir. Saya belum tahu apakah masalah ini akibat pemilihan ban, karena sang pemenang juga pakai ban ini," tutur Mir.
Sama seperti Mir dan Quartararo, Bagnaia juga pakai ban depan lunak. Namun, degradasi ban 'Pecco' jauh lebih parah, karena tadinya ia ikut memperebutkan podium pada lap-lap pembuka, namun hanya mampu finis ke-14. Kepada MotoGP.com, ia tak bisa menyembunyikan rasa kecewa, bahkan menyebut Quartararo kini sudah mengunci gelar.
Margin 70 Poin Sudah Sulit Dikejar
"Sudah jelas hal aneh terjadi, karena saya selalu di depan pada setiap sesi sepanjang akhir pekan. Ritme dan konsistensi saya sangat baik. Tapi dalam balapan, saya sangat kesulitan, padahal tadinya tak pernah kehilangan grip. Saya coba tak kehilangan posisi, namun pada lap-lap terakhir, ritme saya sama seperti ritme pemenang Moto2," tuturnya.
Kini, Quartararo makin kokoh di puncak klasemen dengan 206 poin, unggul 65 poin atas Mir yang ada di peringkat kedua, dan unggul 70 poin atas Bagnaia yang melorot ke peringkat keempat. Bagnaia pun mengakui, dengan enam seri tersisa, margin poin selebar ini bakal sangat sulit dipersempit, apalagi El Diablo kompetitif di semua trek.
"Kami harus paham apa yang terjadi, karena ini tak normal. Ini kedua kali dalam tiga balapan saya kehilangan poin dan tak tampil baik. Alhasil, sulit bagi saya memperebutkan gelar. Kini Fabio pada praktisnya sudah merebut gelar dunia, karena 70 poin sudah sangat sulit untuk dikejar. Namun, kami belum kehilangan ambisi untuk merebut kemenangan," tutup Bagnaia.
Sumber: Autosport, MotoGP
Baca Juga:
- Jawab Joan Mir, Fabio Quartararo: Kemenangan Ini Bukti Saya Tak Terbebani
- Marc Marquez Minta Maaf, Jorge Martin: Semoga Dia Belajar
- Klasemen Sementara Formula 1 2021 Usai Seri Belgia
- Hasil Balap Formula 1 GP Belgia: Balapan Ditunda 3 Jam, Max Verstappen Menang
- Klasemen Sementara Moto2 2021 Usai Seri Inggris
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Podium, Jack Miller: Selamat untuk Aleix Espargaro dan Aprilia
Otomotif 30 Agustus 2021, 15:50
-
Oleh-Oleh dari MotoGP Inggris: Deretan Rekor Baru Tergores di Silverstone
Otomotif 30 Agustus 2021, 14:35
-
Patahkan Kutukan, Alex Rins Lega Akhirnya Naik Podium Lagi di Silverstone
Otomotif 30 Agustus 2021, 12:44
-
Akhirnya Naik Podium, Aleix Espargaro: Masa Depan Aprilia Menjanjikan
Otomotif 30 Agustus 2021, 11:37
-
Joan Mir-Pecco Bagnaia Kompak Akui Sudah Mustahil Jegal Fabio Quartararo
Otomotif 30 Agustus 2021, 10:37
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR