Jorge Lorenzo Puji Cara Pecco Bagnaia Terima Nasib Jadi Tandem Marc Marquez, Sebut Tak Pernah Menyerah

Bola.net - MotoGP Legend, Jorge Lorenzo, memuji cara dan sikap Pecco Bagnaia dalam menerima nasib sebagai tandem Marc Marquez. Berduet di Ducati Lenovo Team, Bagnaia sering diasapi Marquez, tetapi dinilai Lorenzo tak pernah menyerah karena terus mencoba beradaptasi dengan karakter motor Desmosedici GP25.
Dalam 10 seri pertama, Bagnaia meraih 5 podium Sprint dan 6 podium Grand Prix. Namun, ia baru sekali menang, yakni di MotoGP Austin, usai Marquez jatuh saat memimpin. Bagnaia blak-blakan mengaku terkendala performa ban depan yang selalu drop setelah 6-7 lap pertama di setiap balapan.
Di lain sisi, Marquez tak punya kendala berarti sehingga konsisten meraih kemenangan. Situasi ini bikin Marquez menjadi kandidat juara terkuat musim ini, dan sedang memimpin klasemen dengan 307 poin. Bagnaia pun berada di peringkat ketiga dengan ketertinggalan 126 poin dari rekan setimnya tersebut.
Maklumi Kekecewaan Pecco Bagnaia, Tapi Kagum Karena Gigih

Kepada GPOne, Rabu (2/7/2025), Lorenzo yang kini menjadi pundit di DAZN dan siniar 'Dura La Vita', mengaku memaklumi rasa kecewa Bagnaia yang sulit menyamai kecepatan Marquez. Namun, menurutnya, Bagnaia juga tak pernah menyerah, dan terus mencari solusi agar lebih kompetitif.
"Secara psikis, Anda selalu merasa lebih kuat dan percaya diri saat jadi yang tercepat, atau setidaknya selevel dengan yang tercepat. Seperti yang saya alami saat melawan Casey Stoner, Marquez, atau Valentino Rossi. Ketika Anda merasa inferior, tak mudah tetap percaya diri dan merasa aman," ujarnya.
"Menurut saya, Bagnaia menanganinya cukup baik. Ia tidak menyerah dan setidaknya tetap mencoba. Namun, memang tidak mudah untuk tetap dekat dengan sosok fenomenal seperti Marquez, yang saat ini terbukti unggul dalam hampir semua aspek," lanjut lima kali juara dunia ini.
Jorge Lorenzo Sebut Pecco Bagnaia Punya Gaya Balap yang Mirip dengannya
Menurut Lorenzo, Bagnaia harus luwes beradaptasi dengan DNA GP25 alih-alih memaksa motor itu beradaptasi dengan gaya balapnya. Hal ini dilakukan Lorenzo ketika membela Ducati pada 2017-2018. Pada 1,5 musim pertama, Lorenzo sangat kesulitan. Namun, ketika mendapatkan kecocokan, ia langsung ikut memperebutkan kemenangan.
"Pecco suka mengontrol segalanya, baik di dalam maupun luar trek, dan saat ini ia tak percaya diri dengan bagian depan motornya. Dengan gaya balapnya, dia butuh rasa percaya diri tinggi terhadap ban depan. Sementara Marquez, berkat kemampuan aksi 'save', terbiasa berkendara tanpa kepercayaan diri penuh dan tidak terlalu menderita karenanya," tuturnya.
"Gaya balap Bagnaia agak mirip dengan saya, Max Biaggi, atau Luca Cadalora, yang butuh motor sangat stabil. Sementara itu, pembalap seperti Marquez atau Stoner tetap bisa melaju kencang meski motornya memiliki banyak kekurangan," pungkas Lorenzo, yang pensiun dari MotoGP pada akhir 2019 lalu.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
- Profil Sirkuit Silverstone, Akankah Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bareng Ferrari di Formula 1 Inggris 2025?
- Gigi Dall'Igna Takjub Marc Marquez Tetap Profesional Buru Kemenangan MotoGP Belanda Meski Tidak 100% Fit
- Maverick Vinales Pede Bisa Jadi Pembalap Pertama yang Menang Bareng 4 Motor Berbeda di MotoGP, Tapi Ada Syaratnya
- Maverick Vinales Ngaku Harus Kembalikan Gaji Rp324 M ke Yamaha, Tapi Kini Bahagia di KTM
- Tolak Gabung Ducati Jadi Penyesalan Terbesar Maverick Vinales di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Lionel Messi Didenda MLS karena Menampar Pemain Philadelphia Union
Bola Dunia Lainnya 22 Agustus 2026, 12:24
-
Christos Tzolis Bisa Jadi Jawaban untuk Kelemahan Arsenal Musim Lalu
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 11:44
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 22 Agustus 2026, 11:37
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 22 Agustus 2026, 11:35
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 11:33
-
Michele Di Gregorio Menuju Bournemouth, Juventus Siap Lepas Sang Kiper
Liga Italia 22 Agustus 2026, 11:04
-
5 Pelajaran dari Kemenangan Arsenal atas Coventry: Pesan Keras untuk Rival
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 10:24
-
Rapor Pemain Arsenal vs Coventry City: Martin Odegaard Bersinar
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 08:34
-
Arsenal 3-0 Coventry City: Juara Bertahan Awali Musim dengan Kemenangan Meyakinkan
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 08:04
-
Arsenal Puncaki Klasemen Premier League usai Lumat Coventry City
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 07:34
-
Catatan Menarik Arsenal vs Coventry: Arteta Cetak Rekor, Havertz Makin Tajam
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 06:55
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 22-25 Agustus 2026
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 06:38
-
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Womens Continental 2026: Disiarkan MOJI dan Vidio
Voli 22 Agustus 2026, 06:35
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR