
Bola.net - Jorge Lorenzo yakin Yamaha bakal sulit menemukan rider yang jauh lebih 'alami' menyatu dengan karakter YZR-M1 sebagai test rider di MotoGP 2021 ketimbang dirinya sendiri. Hal ini ia sampaikan via Diario AS, Jumat (30/10/2020), beberapa hari setelah Andrea Dovizioso digosipkan bakal mengambil alih jabatannya.
Sejak menjabat sebagai test rider Yamaha, Lorenzo hanya dua kali diberi kesempatan uji coba di atas M1 dalam uji coba pramusim di Sepang, Malaysia pada awal Februari dan juga uji coba tengah musim di Portimao, Portugal pada awal Oktober. Lorenzo sendiri mengaku tak sakit hati, justru yakin program uji cobanya kacau karena Covid-19.
"Jujur saja, saya sangat yakin Covid-19 lah yang merugikan kami berdua. Jika tidak, tahun ini bakal sangat menguntungkan. Pada akhirnya, mereka jadi tak bisa memanfaatkan saya. Ini bagaikan di sepak bola, Anda punya Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo tapi justru tak ambil untung dari mereka," ujarnya.
Banyak Faktor yang Bikin Lamban di Portimao

Dalam uji coba Portimao, Lorenzo pun tertinggal 3 detik dari Michele Pirro (test rider Ducati), jauh berbeda dari performanya di Sepang yang lebih kompetitif meski hanya naik M1 versi 2019. Namun Lorenzo menyatakan bahwa ada banyak faktor yang membuatnya lamban, dan ia yakin ini tak sepenuhnya kesalahan dirinya sendiri.
"Saya hanya uji coba dua hari di Sepang, itu pun karena saya minta, bukan karena direncanakan. Saya hanya uji coba 1,5 hari di Portimao, tak bisa dua hari penuh karena para mekanik harus segera pergi (ke Le Mans) Beberapa insinyur terinfeksi Covid-19 dan mereka harus jadi pengganti," ungkapnya.
Lorenzo pun sadar betul performanya di Portimao bikin Yamaha ragu untuk memperpanjang kontraknya tahun depan. Namun, tiga kali juara dunia MotoGP ini menyatakan bahwa tak adil jika Yamaha hanya menilai performa dan kecepatannya dari uji coba Portimao semata.
Sejarah Sudah Bercerita...
"Saya merasa performa di Portimao bikin orang ragu soal level saya. Tapi tak adil dan bakal jadi kesalahan besar jika mereka hanya menilai saya dari uji coba itu. Apalagi jika melihat sejarah saya dengan mereka dan performa saya di Sepang, di mana saya hanya tertinggal 1,3 detik usai 3-4 tahun tak mengendarai M1," lanjut Lorenzo.
Rider Spanyol berusia 33 tahun ini bahkan meyakini, tak ada rider selain dirinya yang lebih 'alami' dalam mengendarai M1, terbukti dari tiga gelar dunia dan level performa yang ia punya selama membela Yamaha pada 2008-2016. Uniknya, hal ini juga diakui sendiri oleh ikon Yamaha lainnya, Valentino Rossi.
"Pada akhirnya, Yamaha lah yang ambil keputusan. Saya ingin lanjut, tapi jika mereka memutuskan tak lagi mengandalkan saya, maka akan disayangkan bagi kedua pihak. Saya rasa mustahil bagi mereka menemukan rider yang beradaptasi secara alami dan sensitif pada gaya yang dibutuhkan M1," pungkas Lorenzo.
Sumber: Diario AS
Video: Alex Rins Menangi MotoGP Aragon 2020
Baca Juga:
- Jorge Lorenzo Ogah Disalahkan Sepenuhnya Soal Performa Buruk di Portimao
- 'Yamaha Tak Perlu Cemas Rossi-Morbidelli Bakal Seperti Rossi-Lorenzo'
- Eks Tandem Marc Marquez Kembali, Ini Daftar Rider Moto2 dan Moto3 2021
- 3 Pembalap Grand Prix yang Rebut Gelar Dunia Tanpa Kemenangan
- Marc Marquez Batal Comeback di MotoGP Eropa, Stefan Bradl Masih Berlaga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Lorenzo Colek Andrea Dovizioso: Marc Marquez Absen Kok Malah Loyo?
Otomotif 4 November 2020, 17:19
-
Jorge Lorenzo Ragu Yamaha Bakal Temukan Test Rider yang Lebih 'Alami' Darinya
Otomotif 4 November 2020, 16:30
-
Jorge Lorenzo Ogah Disalahkan Sepenuhnya Soal Performa Buruk di Portimao
Otomotif 4 November 2020, 15:48
-
'Yamaha Tak Perlu Cemas Rossi-Morbidelli Bakal Seperti Rossi-Lorenzo'
Otomotif 4 November 2020, 14:50
-
Jorge Lorenzo: Bela Aprilia Bisa Seperti Dani Pedrosa dan KTM
Otomotif 1 November 2020, 21:10
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Dewa United 26 Februari 2026
Bola Indonesia 25 Februari 2026, 12:09
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Madura United 26 Februari 2026
Bola Indonesia 25 Februari 2026, 12:03
-
Bodo/Glimt Singkirkan Inter Milan, Salah Satu Kejutan Terbesar Liga Champions
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:43
-
Bodo/Glimt Cetak Rekor, Inter Milan Alami Eliminasi Bersejarah
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:28
-
Strategi Transfer Real Madrid: Antara Kesuksesan Besar dan Risiko Kegagalan
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:24
-
Juventus Hadapi Misi Sulit Lawan Galatasaray, Spalletti Minta Doa Restu Juventini!
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:58
-
Main di Kandang, Juventus Pede Bisa Comeback Lawan Galatasaray
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:29
-
Real Madrid vs Benfica, Sebuah Partai 'Final' untuk Los Blancos
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:13
-
Menang 1-0 di Kandang Benfica, Real Madrid Belum Aman ke 16 Besar Liga Champions!
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:02
-
Kylian Mbappe Bakal Absen Lawan Benfica, Ada Apa Gerangan?
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:48
-
Inter Milan Kalah dari Bodo/Glimt, Penyelesaian Akhir Jadi Sorotan
Liga Italia 25 Februari 2026, 09:40
-
Perjalanan Fenomenal Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa dari Lingkar Arktik
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:27
-
Malam Kelam Bagi Inter Milan, Malam Luar Biasa Bagi Sepak Bola Norwegia
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
























KOMENTAR