Strategi Transfer Real Madrid: Antara Kesuksesan Besar dan Risiko Kegagalan

Strategi Transfer Real Madrid: Antara Kesuksesan Besar dan Risiko Kegagalan
Selebrasi Franco Mastantuono dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Era baru di Santiago Bernabeu telah membawa perubahan besar pada kebijakan transfer klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Strategi yang dulunya fokus pada pembelian pemain bintang matang, kini bergeser menjadi perburuan talenta muda berbakat di bawah arahan pemandu bakat Juni Calafat.

Perubahan ini awalnya memberikan kesuksesan luar biasa bagi manajemen klub. Namun, saat ini, Real Madrid mulai merasakan dampak dari penumpukan pemain muda yang memiliki profil posisi yang serupa di dalam skuad.

Keseimbangan tim menjadi goyah setelah kepergian para pemimpin ruang ganti dan gelandang legendaris mereka. Mempertahankan standar tinggi di level tertinggi sepak bola ternyata memerlukan lebih dari sekadar mengumpulkan talenta mentah.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Perubahan Identitas di Bursa Transfer

Pemain AC Milan Luka Modric merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Pisa vs Milan, Jumat, 13 Februari 2026 (c) Instagram/acmilan

Pemain AC Milan Luka Modric merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Pisa vs Milan, Jumat, 13 Februari 2026 (c) Instagram/acmilan

Sekitar tujuh tahun yang lalu, manajemen mengubah haluan mereka dari kebijakan 'Galacticos' menjadi 'Baby Galacticos'. Pemain bintang mapan hanya didatangkan dengan status bebas transfer, sementara dana besar dialokasikan untuk meminang pemain muda potensial.

Model ini bekerja dengan baik hingga mencapai titik jenuh di mana terlalu banyak pemain muda masuk tanpa ada yang keluar. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya trio gelandang ikonik (Luka Modric, Toni Kroos, Casemiro) yang sulit tergantikan oleh profil pemain yang ada saat ini.

2 dari 4 halaman

Tantangan Menumpuknya Profil Serupa

Pemain Como, Nico Paz, merayakan gol yang ia cetak saat laga Serie A melawan Torino, Senin, 24 November 2025. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Pemain Como, Nico Paz, merayakan gol yang ia cetak saat laga Serie A melawan Torino, Senin, 24 November 2025. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Skuad saat ini memang sangat dalam dan berbakat, tetapi profil pemain yang tumpang tindih menciptakan masalah ritme permainan. Kedatangan Franco Mastantuono menjadi contoh terbaru di mana klub mendatangkan talenta hebat meskipun posisinya tidak terlalu dibutuhkan tim.

Mastantuono memiliki profil hibrida antara pemain sayap dan nomor 10 yang sudah terlalu banyak dimiliki klub. Akibatnya, ruang gerak bagi pemain muda lain seperti Endrick atau Nico Paz menjadi sangat terbatas untuk berkembang.

3 dari 4 halaman

Ketergantungan pada Sosok Pengatur Tempo

Selebrasi kapten Real Madrid, Federico Valverde usai mencetak gol ketiga Los Blancos ke gawang Real Sociedad, 15 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Selebrasi kapten Real Madrid, Federico Valverde usai mencetak gol ketiga Los Blancos ke gawang Real Sociedad, 15 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Masalah utama yang muncul adalah hilangnya sosok jenderal lapangan tengah yang mampu mendikte permainan dari posisi dalam. Gelandang seperti Aurelien Tchouameni atau Federico Valverde merupakan pemain pelengkap yang hebat, tapi mereka bukan pengatur tempo alami.

Valverde terlihat kesulitan saat harus memikul beban distribusi bola tanpa adanya sosok kreatif di sisinya. Kehadiran Trent Alexander-Arnold diharapkan menjadi solusi instan berkat akurasi umpannya yang mencapai level luar biasa untuk memanjakan penyerang cepat.

4 dari 4 halaman

Dilema Lini Serang dan Taktik Arbeloa

Selebrasi Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Selebrasi Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Di bawah arahan pelatih Arbeloa, tim mencoba menerapkan prinsip taktis baru untuk memperkokoh pertahanan dan meningkatkan produktivitas gol. Namun, tantangan besar tetap ada pada koordinasi antara Vinicius Junior dan Kylian Mbappe yang jarang tampil maksimal secara bersamaan.

Mbappe memiliki nilai pasar mencapai 180 juta Euro (sekitar 3,56 triliun Rupiah), tapi kontribusi bertahannya sering dipertanyakan. Jika kedua bintang ini tidak segera menemukan keselarasan, ambisi klub untuk meraih trofi mayor musim ini mungkin akan menemui jalan buntu.

Sumber: Managing Madrid


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL