
Bola.net - Debutan Pramac Racing, Jorge Martin, senang bukan kepalang usai memenangi MotoGP Styria di Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Minggu (8/8/2021). Ia melanjutkan status trek ini sebagai daerah kekuasaan Ducati. Sejak 2016, Ducati sudah enam kali menang di sana, dan hanya menyisakan satu kemenangan untuk KTM.
Balapan kali ini tak lepas dari drama. Start dari pole, Martin tersalip rider Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia. Tapi balapan dihentikan pada Lap 3 usai motor KTM Dani Pedrosa meledak di Tikungan 3 akibat tertabrak Lorenzo Savadori (Aprilia). Balapan diulang sepenuhnya, dengan durasi 27 lap, satu lap lebih sedikit dari durasi asli.
Kembali start dari pole, Martin tersalip rider Ducati Lenovo Team lainnya, Jack Miller, bahkan sempat tersalip rider Suzuki Ecstar, Joan Mir, pada Lap 2. Namun, Martin membalas Mir pada Lap 3 dan Miller pada Lap 4. Sejak itu, ia memimpin balapan sampai akhir, meski sempat ditempel ketat oleh Mir, rivalnya sejak kecil.
Cetak Ritme yang Konsisten

Lewat Crash.net, Martin mengaku startnya yang pertama cukup oke, namun ban depannya kerap selip. Bendera merah pun membuatnya bisa berganti ban di pit. "Tentu saya harap Sava baik-baik saja, namun beruntung saya bisa ganti kedua ban, dan saya merasa sangat nyaman pada start kedua," ungkapnya.
Saat memimpin balapan pada Lap 24, Martin berusaha mencetak ritme terbaik, dan ia pun mampu tampil sangat konsisten, mencatat 1 menit 24,3-24,4 detik per lap, hingga Mir tak bisa mendekat. "Joan sangat kuat hari ini, namun saat melihat margin 0,2 detik saja di pitboard, saya merasa harus lebih ngotot," kisahnya.
"Mencetak margin ini sempurna bagi saya dan penting, karena pada lap-lap terakhir kondisi fisik saya tidaklah baik. Saya bahagia untuk tim saya dan Ducati, karena penting bagi Ducati menang di sini," ungkap Martin, rider keempat Ducati yang menang di Austria, usai Andrea Iannone, Andrea Dovizioso, dan Jorge Lorenzo.
Bela Tim Satelit, Diperlakukan Bak Rider Tim Pabrikan
Kemenangan ini makin manis bagi Martin, mengingat ia sempat mengalami keretakan pada delapan tulang berbeda akibat kecelakaan hebat di Portimao hingga harus absen empat balapan. Rider Spanyol ini pun bersyukur bisa jadi rider pertama yang mampu menang untuk Pramac, meski tadinya Johann Zarco lebih diunggulkan.
Juara dunia Moto3 2018 ini paham potensi dirinya sejak awal. Ia tak merasa sebagai rider tim satelit, karena diperlakukan bak pembalap tim pabrikan oleh Ducati. "Saya rider pertama yang menang untuk Pramac dan ini spesial bagi saya. Johann sangat dekat di balapan lain, tapi akhirnya saya yang melakukannya," tuturnya.
"Namun, saya tak merasa sekadar rider tim satelit, karena saya punya motor pabrikan. Segala perangkat baru saya terima dan saya menjajalnya nyaris di tiap balapan. Kadang, saya pilih tak mencoba karena saya ingin menjalani lebih banyak lap. Namun, saya sangat senang berada di Ducati," pungkas Martinator.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Klasemen Sementara WorldSBK 2021 Usai Seri Ceko
- Hasil Race 2 WorldSBK Ceko: Scott Redding Giliran Bekuk Toprak Razgatlioglu
- Klasemen Sementara MotoGP 2021 Usai Seri Styria
- Hasil Balap MotoGP Styria: Drama Ledakan, Jorge Martin dan Pramac Raih Kemenangan Perdana
- Klasemen Sementara Moto2 2021 Usai Seri Styria
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
9 Catatan Mentereng dari Kemenangan Jorge Martin di MotoGP Styria
Otomotif 9 Agustus 2021, 14:34
-
Jorge Martin Bangga Rebut Kemenangan Perdana bagi Pramac di MotoGP
Otomotif 9 Agustus 2021, 08:49
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Styria: Lap Quartararo Dihapus, Martin Sabet Pole Kedua
Otomotif 7 Agustus 2021, 19:56
-
Johann Zarco: Saya Bukan Rider Top Ducati, Miller-Bagnaia Juga Sama Kuat
Otomotif 30 Juli 2021, 15:25
LATEST UPDATE
-
Hansi Flick Ambil Risiko saat 0-1, dan Hasilnya Barcelona Kalah 0-2
Liga Champions 9 April 2026, 13:00
-
Urusan Remontada, Barcelona Pasti Bisa
Liga Champions 9 April 2026, 12:15
-
Julian Alvarez Membuktikan Kelasnya di Hadapan Barcelona
Liga Champions 9 April 2026, 11:48
-
3 Catatan Penting dari Kekalahan 0-2 Barcelona di Camp Nou
Liga Champions 9 April 2026, 11:30
-
Masihkah Ada Harapan untuk Barcelona?
Liga Champions 9 April 2026, 11:12
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32























KOMENTAR