
Bola.net - Pembalap Prima Pramac Racing, Jorge Martin, menyadari kesempatannya merebut gelar dunia MotoGP 2024 terbuka lebar. Namun, mengingat Pecco Bagnaia terus memberikan perlawanan yang sengit, Martin punya mentalitas lain. Jika ia memang harus menelan kekalahan lagi, ia takkan patah arang dan akan berusaha lagi musim depan.
Menjelang Seri Australia di Phillip Island pada 18-20 Oktober 2024, Martin sedang memuncaki klasemen pembalap dengan keunggulan 10 poin atas Bagnaia. Dengan empat seri tersisa, maka masih ada 148 poin maksimal yang bisa mereka perebutkan. Atas alasan ini, sangat sulit untuk menduga-duga siapa yang bakal keluar sebagai juara.
Meski begitu, Martin mengaku kini dirinya punya mentalitas yang lebih tenang ketimbang musim lalu, ketika ia juga harus melawan Bagnaia sampai akhir musim. Kepada MotoGP.com, Selasa (15/10/2024), ia pun menyatakan kegagalan tahun lalu membuatnya memetik banyak pelajaran, dan kini ia merasa mengalami kemajuan di segala area.
Kini Merasa Bisa Kendalikan Tekanan Lebih Baik

"Kini saya lebih kuat. Saya sedikit lebih baik hampir di semua area. Saya tak merasa lebih cepat. Mungkin tahun lalu saya lebih cepat, punya kecepatan lebih baik ketimbang yang lain. Sekarang, saya dekat dengan Pecco, Enea, dan Marc. Performa kami mirip. Namun, kini saya lebih kuat karena ada beberapa titik di mana saya lebih baik," ujar Martin.
Ketatnya persaingan dengan Bagnaia diakui Martin menghadirkan tekanan tersendiri. Namun, juara dunia Moto3 2018 ini mengaku dirinya kini lebih tenang dalam menghadapi tekanan ini. Menurutnya, bertarung di depan, meski tertekan, merupakan hasil baik dari kerja kerasnya dan skuad Pramac.
"Tekanan memang ada, tetapi saya baik-baik saja dengan itu. Tekanan adalah privilese. Tak semua orang memilikinya. Kami ada di depan, memperebutkan hal-hal besar. Jika Anda ada di belakang, mudah saja karena Anda hanya harus ngotot. Namun, ketika Anda ada di depan, rasanya lebih sulit karena Anda harus lebih banyak berpikir," ucapnya.
Perjuangkan Kans Pakai Nomor 1 di Aprilia Racing
Atas alasan inilah Martin ogah jemawa meski memimpin klasemen sepanjang musim. "Strategi saya tahun ini, meski saya ada di depan, saya harus berpikir seolah saya ada di belakang. Saya harus selalu ngotot. Saya harus mengerahkan 100%, dan tak memikirkan hal lain, atau hal apa yang bisa saya kendalikan," ungkapnya.
Di lain sisi, Martin yakin, jika gagal jadi juara musim ini, ia pasti akan kecewa. Namun, rider Spanyol ini berjanji bakal bangkit musim depan, dan akan kembali mencoba memperebutkan gelar dunia dengan skuad barunya, yakni Aprilia Racing.
"Menjadi juara dunia di MotoGP adalah impian besar saya. Gelar itu bakal sangat berarti. Saya tahu saya bisa menang. Kansnya 50:50. Jika tak bisa memenangkannya, maka saya akan coba lagi tahun depan. Saya akan memperjuangkan kesempatan mengambil keputusan apakah saya bisa mendapatkan nomor 1," tutupnya.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
- Pramac Sebut Gigi Dall'Igna Terpesona oleh Marc Marquez sampai Batal Pilih Jorge Martin
- Ducati Sebut Kedatangan Marc Marquez di Tim Pabrikan Bakal Bantu Mereka Lebih Berkuasa di MotoGP
- Ducati Janji Bakal Rayakan Gelar Dunia Jorge Martin Semeriah Gelar Dunia Pecco Bagnaia
- Pabrikan Jepang di MotoGP Mulai Gaet Insinyur Italia, Ducati: Kebanggaan bagi Negara Kami
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin: Kalau Gagal Juarai MotoGP 2024, Saya Coba Lagi Tahun Depan
Otomotif 16 Oktober 2024, 10:10
-
Pramac Sebut Gigi Dall'Igna Terpesona oleh Marc Marquez sampai Batal Pilih Jorge Martin
Otomotif 15 Oktober 2024, 15:40
-
Klasemen Sementara MotoGP 2024 Usai Seri Jepang di Motegi
Otomotif 6 Oktober 2024, 13:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
-
Prediksi Arsenal vs Liverpool 9 Januari 2026
Liga Inggris 8 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR