
Bola.net - Manajer pribadi sekaligus mentor Toprak Razgatlioglu, Kenan Sofuoglu, memperingatkan pembalapnya tersebut bahwa MotoGP bisa menghancurkan kariernya. Sejak lama, lima kali juara WorldSSP ini memang tidak senang sang anak didik punya niatan pindah dari WorldSBK ke MotoGP.
Razgatlioglu sudah dirayu Yamaha pindah ke MotoGP sejak 2020. Belakangan, rumor ini semakin berembus kencang karena Yamaha menggelar tes kedua bagi rider 26 tahun itu di Jerez, Spanyol, pada April 2023. Ia diproyeksikan menjadi pengganti Franco Morbidelli di Monster Energy Yamaha.
Namun, sejak rayuan Yamaha ini menyeruak ke publik, Sofuoglu blak-blakan mengaku enggan melihat 'El Turco' pindah ke MotoGP. Ia berdalih Razgatlioglu selama ini ia kembangkan demi sukses di kancah Superbike, dan yakin ia takkan bisa garang di MotoGP karena tidak tumbuh di paddock Grand Prix.
Merasa Yamaha Tak Hargai Toprak Razgatlioglu

Uniknya, usai tes kedua di atas motor YZR-M1 di Jerez, bos Yamaha, Lin Jarvis, menyatakan Razgatlioglu kesulitan beradaptasi dan harus merombak gaya balapnya demi kompetitif di MotoGP. Razgatlioglu juga mengeluhkan perbedaan besar antara M1 dengan motor R1 yang ia kendarai di WorldSBK.
"Anda naik Superbike dengan gaya lebih 'stop-and-go', dan harus mempertahankan kecepatan tikungan di MotoGP. Saya sudah coba adaptasi. Posisi tempat duduknya sangat berbeda dan saya merasa terlalu tinggi. Saya lebih menikmati Superbike karena MotoGP sangat berbeda," curhatnya via WorldSBK.com.
Hal ini bikin Sofuoglu yakin Yamaha tak terlalu tertarik pada muridnya. "Tes dengan Yamaha sedikit memupus niatan Toprak pada MotoGP. Saya kecewa karena mereka tak mempersiapkan posisi duduk untuknya agar bisa tes lebih layak. Saya rasa Yamaha tak cukup menghargainya," ujarnya via Speedweek, Sabtu (6/5/2023).
Harus Dapat Tim Terbaik Jika ke MotoGP

Sofuoglu pun merasa Razgatlioglu takkan bisa tampil di papan atas MotoGP. "Kelas itu akan menghancurkannya. Namun, jika ia benar-benar ingin balapan di sana, sebagai manajernya, saya akan melakukan segala hal yang saya bisa demi mendapatkan tempat terbaik. Kami harus melihat jalannya musim ini," tuturnya.
Pria asal Turki ini menyatakan, selain Yamaha, ia juga bicara dengan pabrikan-pabrikan lain di MotoGP. Meski begitu, ia juga mendapatkan tawaran bertahan di WorldSBK dari BMW, dan sedang melakukan pembicaraan dengan Kawasaki, yang pernah menaungi Razgatlioglu lewat Puccetti Racing pada 2018-2019.
"Kini saya sudah bicara dengan pihak lain. Saya dapat tawaran dari BMW, juga bicara dengan Kawasaki dan pabrikan-pabrikan di MotoGP. Toprak sangat menghormati BMW. Namun, saya tak dapat tawaran dari Honda," pungkas pria yang juga tangan kanan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ini.
Sumber: Speedweek
Baca juga:
- Toprak Razgatlioglu Saling Lirik dengan BMW, Gantikan Scott Redding di WorldSBK 2024?
- Fabio Quartararo Rayu Pramac Racing Gaet Tony Arbolino di MotoGP 2024
- Fabio Quartararo: Toprak Razgatlioglu Takkan ke MotoGP, Dia Tahu Tak Bisa Menang
- Fabio Quartararo Jengkel Yamaha Makin Loyo, Mulai Pikirkan Tim Lain di MotoGP 2025
- Sebut Format Baru MotoGP Bikin Sulit Awet Muda, Dani Pedrosa Ragu Wildcard Lagi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR