Keduanya mulai bertandem di Yamaha pada tahun 2008, dan dalam tiga tahun beruntun mereka sangat dikenal memiliki hubungan buruk baik di dalam maupun luar lintasan. Meski begitu, sejak Rossi hijrah ke Ducati pada tahun 2011, keduanya segera akur.
"Kami bertandem pada 2008, tapi perseteruan yang sesungguhnya terjadi pada 2009. Kami begitu sengit dan selalu menjalani pertarungan hebat. Tapi kini kami punya hubungan baik, meski Jorge musuh utama saya," ujar Rossi dalam jumpa pers MotoGP Italia.
Happy to receive the leather of my teammate and battle mate @ValeYellow46! #yamaharules #legend #ItalianGP pic.twitter.com/UKs3fvgE5k
— Jorge Lorenzo (@lorenzo99) May 28, 2015
Lorenzo pun berpendapat senada. "Seperti yang Vale bilang, 2009 tahun penuh pertarungan. Kami selevel, tapi saya melakukan banyak kesalahan, jadi Vale lebih unggul. Hubungan kami kini lebih baik. Kami bekerja sama demi Yamaha. Ini momen yang baik, jadi kami harus memanfaatkannya," tuturnya.
Sebagai pembuktian keduanya kini telah benar-benar akur, Rossi dan Lorenzo bertukar memorabilia di sela MotoGP Italia yang digelar di Sirkuit Mugello. Rossi memberikan baju balap Dainese-nya kepada Lorenzo, sementara Lorenzo memberikan helm balap HJC miliknya kepada The Doctor. [initial]
Baca Juga:
- Keluhkan Mesin, Marquez Minta Honda Berbenah
- Dovizioso Sebut MotoGP Italia 'Penting' Bagi Ducati
- Yamaha Kantongi Empat Kemenangan, Lorenzo Pede
- Michael van der Mark, Bintang Honda MotoGP 2017?
- Lorenzo: Rossi, Teladan Bila Ingin Kompetitif
- 'Tak Ada Gunanya Kawasaki Suplai Mesin Moto2 2019'
- Mengapa Valentino Rossi 'Asing' dengan Arm Pump?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Yamaha: Tentu Rossi Bisa Raih Gelar Ke-10!
Otomotif 29 Mei 2015, 17:00
-
Rossi Baru Mau Pikirkan Gelar di Tiga Seri Terakhir
Otomotif 29 Mei 2015, 13:45
-
Kini Akur, Rossi-Lorenzo Nostalgia Perseteruan 2009
Otomotif 29 Mei 2015, 13:00
-
Rossi: Mugello, MotoGP Italia yang Sesungguhnya!
Otomotif 29 Mei 2015, 10:00
-
Lorenzo: Rossi, Teladan Bila Ingin Kompetitif
Otomotif 28 Mei 2015, 19:00
LATEST UPDATE
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
-
AC Milan Segera Rampungkan Rekrutan Kedua di Musim Panas Ini
Liga Italia 10 Juli 2026, 14:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR