
Bola.net - Italia dan Spanyol boleh jadi merupakan dua negara yang bersaing sengit di arena MotoGP, Moto2, dan Moto3, namun rivalitas legendaris di antara dua negara ini tak menghentikan Valentino Rossi menaruh rasa percaya besar kepada orang Spanyol untuk memanajeri tim balapnya, Sky Racing VR46.
Team VR46 diturunkan pertama kali di Moto3 pada 2014, namun usai Vittoriano Guareschi memilih mundur, Rossi langsung menunjuk eks pembalap Grand Prix yang juga anak dari mendiang 13 kali juara dunia Angel Nieto, Pablo Nieto, untuk menjabat sebagai manajer timnya.
Kepercayaan Rossi pada Nieto tumbuh ketika Nieto sukses memimpin Team Calvo menjuarai Moto3 2013 bersama Maverick Vinales, yang kala itu juga menaungi rider perempuan yang kini menjadi juara WorldSSP 300, Ana Carrasco.
Antar Maverick Vinales Juarai Moto3 2013

Sejak 2017, kepercayaan Rossi pada Nieto bahkan bertambah saat Team VR46 melebarkan sayap di Moto2. Nieto sama sekali tak terbebani menjadi manajer sebuah tim asal Italia, bahkan jika tim itu milik Rossi, sang ikon balap motor asal Negeri Pizza. Ia malah tersanjung diminta memegang jabatan ini.
"Vale minta saya memimpin pada 2015. Saya sama sekali tak 'pusing'. Kala itu saya baru menjuarai Moto3 bersama Maverick. Jadi, kalau soal pusing sih, sama sekali tidak. Saat saya datang, tadinya cuma ada dua motor Moto3. Kemudian, kami tambah satu lagi, tapi lalu kami turun di Moto2. Kami berkembang pesat," ujar Nieto via Mundo Deportivo, Senin (28/9/2020).
Nieto bahkan mengaku Rossi bekerja cukup dekat dengannya, dan benar-benar memantau kinerja tim dan para ridernya. "Ia selalu bertanya, 'Bagaimana keadaan hari ini? Bagaimana jalannya latihan? Apa yang terjadi sampai-sampai si rider tidak cepat? Bilang pada Celestino bahwa aku lihat dia melebar di Tikungan 4.' Ia paham betul kami di sini untuk menang," kisahnya.
Juga Perhatikan Anggota VR46 Riders Academy Lainnya
Nieto pun mengakui jabatannya mewajibkannya 100% fokus mengurus Sky Racing VR46. Namun, bukan berarti ia tak memperhatikan rider VR46 Riders Academy lainnya yang tak membela tim itu. Menurutnya, memperhatikan rider Academy lain juga bisa memberinya bahan masukan untuk para ridernya di tim.
"Academy Vale bekerja sangat hebat. Saya lebih fokus pada tim, tapi melihat rider Academy lainnya di juga menakjubkan. Memang beberapa di antara kami mengurus Academy, tapi tugas utama saya 100% pada tim. Tim ini bagai anak saya sendiri," pungkas Nieto, yang juga kawan baik aktor 'Thor', Chris Hemsworth ini.
Nieto, yang kini berusia 40 tahun, merupakan eks pembalap GP125. Sepanjang kariernya, ia mengoleksi 8 podium, termasuk satu kemenangan bersama Aprilia. Hasil terbaiknya adalah peringkat keenam pada klasemen pembalap pada tahun 2002 dan 2004.
Sumber: Mundo Deportivo
Video: MotoGP 2020 Takkan Mampir Negara Non-Eropa
Baca Juga:
- Ditinggal Red Bull, Tech 3 Tegaskan Bantuan KTM Tetap Sama
- Petronas: Bela Tim Satelit Justru Untungkan Valentino Rossi
- Ducati Rayu Tito Rabat ke WorldSBK, Luca Marini Merapat ke MotoGP 2021
- Petronas: Rossi Bukan Rider Normal, Kontraknya 4 Kali Lebih Besar dari Rider Biasa
- Fabio Quartararo: Catalunya Momen Terbaik, Misano Momen Terburuk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kisah Pablo Nieto, Sosok Asal Spanyol yang Manajeri Tim Valentino Rossi
Otomotif 30 September 2020, 16:01
-
Petronas: Bela Tim Satelit Justru Untungkan Valentino Rossi
Otomotif 30 September 2020, 13:04
-
Petronas: Rossi Bukan Rider Normal, Kontraknya 4 Kali Lebih Besar dari Rider Biasa
Otomotif 30 September 2020, 11:30
-
Suka Duka Valentino Rossi: Sedih Kehilangan Kru, Senang Gabung Franco Morbidelli
Otomotif 29 September 2020, 16:11
-
Valentino Rossi Dapat Motor Pabrikan Berkat Hubungan Spesial dengan Yamaha
Otomotif 29 September 2020, 15:41
LATEST UPDATE
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR