Bola.net - - Manajer Tim Red Bull KTM Factory Racing, Mike Leitner mengaku sangat puas pihaknya berhasil merayu Dani Pedrosa untuk bergabung dengan menjadi test rider mereka di MotoGP mulai musim depan. Dengan jabatan baru di pabrikan baru pula, Pedrosa akan bekerja sama dengan test rider lainnya, Mika Kallio, untuk membantu pengembangan motor RC16.
Leitner, yang merupakan crew chief Pedrosa di Honda pada 2004-2013, yakin bahwa tubuh Pedrosa yang memiliki tinggi 158 cm dan berat 51 kg takkan jadi masalah. Menurut Leitner, mungilnya tubuh Pedrosa justru merupakan keuntungan seorang test rider bagi KTM.
"Satu hal yang pasti: karena ukuran tubuhnya, Dani harus bekerja dengan cara yang tepat untuk kompetitif. Bagi saya, ini justru tanda yang sangat positif bagi seorang test rider. Saat saya bekerja dengannya, sejarah membuktikan bahwa para rider yang lebih kuat, berat dan tinggi selalu langsung cepat ketika mengambil alih motor dari Dani," ujarnya kepada Crash.net.
Leitner juga yakin, kesuksesan Casey Stoner (2011) dan Marc Marquez (2013) di Repsol Honda adalah berkat kelihaian Pedrosa mengembangkan motor. "Tak pernah perlu merakit motor baru bagi Casey atau Marc saat mereka bergabung. Mereka justru memulai dengan motor yang dikembangkan dari cara Dani. Hal inilah yang membuat saya sangat yakin Dani bakal bekerja dengan baik," lanjutnya.
Pentingnya Pengalaman Pedrosa

Leitner juga menyatakan bahwa kehadiran Pedrosa akan memberikan bantuan besar bagi Kallio, yang telah menjadi test rider KTM sejak 2015. Pedrosa diyakini bakal memberikan pengalaman ekstra, yakni lewat 13 tahun membela Repsol Honda dan koleksi112 podium dan 31 kemenangan, sementara Kallio hanya turun di MotoGP selama dua musim.
"Soal uji coba, tentu kami butuh orang yang lebih berpengalaman. Dani, jelas, bakal membawa pengalamannya yang segudang. Ia rider MotoGP berpengalaman, dan ia bisa fokus pada hal yang tak bisa dilakukan Mika, karena Mika sudah lama tak berkompetisi di MotoGP. Jika melihat level kami saat ini, Dani bisa membantu di area tersebut," ungkapnya.
Bakal Jadi Tolok Ukur
Leitner pun menyebut pengalaman Kallio yang sudah lama memahami karakter RC16, ditambah pengalaman segudang Pedrosa, akan mempercepat pengembangan motor tersebut.
"Kami tahu betapa keras usaha Mika dan betapa baik performanya saat turun sebagai rider wildcard. Jadi Dani juga bisa memberikan hal berbeda. Saya rasa, bersama keduanya, kami bisa bekerja dengan baik di sektor uji coba dan tentu ini akan membantu performa kami dalam balapan. Hal ini jelas akan memajukan proyek KTM di MotoGP," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
KTM Pede Pedrosa-Kallio Tingkatkan Hasil di MotoGP
Otomotif 26 Desember 2018, 10:35
-
Tubuh Mungil Bikin Pedrosa Sempat Kecil Hati di MotoGP
Otomotif 21 Desember 2018, 14:30
-
8 Perpisahan yang Warnai Akhir Musim MotoGP 2018
Otomotif 21 Desember 2018, 13:30
-
Lima Tokoh MotoGP Ungkap Perbedaan Stoner dan Marquez
Otomotif 21 Desember 2018, 11:15
-
Kini Gabung KTM, Pedrosa Beri Nasihat pada Oliveira
Otomotif 20 Desember 2018, 12:40
LATEST UPDATE
-
No Mbappe No Worry! Ada Vinicius yang Siap Selamatkan Real Madrid!
Liga Champions 26 Februari 2026, 11:15
-
Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027
Otomotif 26 Februari 2026, 10:55
-
Real Madrid Memang Kureng Saat Lawan Benfica, Tapi yang Penting Menang!
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:41
-
Tundukkan Benfica, Real Madrid Tinggalkan Santiago Bernabeu dengan Perasaan Positif
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:33
-
Kalah Dramatis, Juventus Merana: Andai Tidak Teledor di Leg Pertama!
Liga Italia 26 Februari 2026, 09:55
-
Jadwal Lengkap Pertandingan All England 2026, 3-8 Maret 2026
Otomotif 26 Februari 2026, 09:33
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58























KOMENTAR