
Bola.net - Valentino Rossi sedikit bernapas lega berkat finis kedelapan dalam MotoGP Jerman di Sachsenring, Minggu (7/7), mengingat baru saja mengalami tiga kali gagal finis beruntun. Meski begitu, rider Monster Energy Yamaha ini sama sekali tak puas atas performanya, yang ia nilai masih sangat lamban sekaligus 'membingungkan'.
Meski gagal finis di Belanda, The Doctor mengaku nyaman di atas YZR-M1, dan hal inilah yang tadinya ia ingin buktikan di Sachsenring. Sayang, ia justru kembali kesulitan, susah payah tampil menjanjikan selama sesi latihan dan kualifikasi. Bahkan waktu balapnya tercatat 20 detik lebih lamban dibanding tahun lalu, saat ia finis kedua.
Rider Italia ini yakin, bahwa kondisi trek dan pemilihan ban menjadi salah satu faktor penentu, namun keterpurukannya cukup mencengangkan bila dibanding Marc Marquez dan Maverick Vinales yang finis di posisi 1 dan 2. Marquez dan Vinales masing-masing hanya 3 dan 5 detik lebih lamban dibanding tahun lalu.
"Saya bisa finis, tapi balapan ini sulit, karena saya tak pernah cukup kuat. Pekan balap kali ini penting, karena sebelum jatuh, saya nyaman dan bisa cepat di Assen. Kami ingin mengonfirmasi di sini, apa benar kami telah menemukan cara yang baik. Sayang, meski ritme balap saya baik, saya tak cukup cepat," ujarnya via Crash.net.
Menolah Dibilang Sudah 'Habis'
Rossi pun mengaku heran atas 'fenomena' ini, dan menyatakan bahwa ia dan timnya harus mencari tahu penyebabnya, apalagi ia justru meraih 4 podium di masa-masa ini tahun lalu. Di lain sisi, ia juga mengaku yakin bahwa fakta dirinya telah menginjak usia 40 tahun bukanlah masalah utama.
Rossi menegaskan bahwa motivasi dan komitmennya dalam meraih hasil baik masih sangat tinggi, jadi ia yakin bahwa performa pebalap tak mungkin menjadi satu-satunya alasan atas ketertinggalan ini. Sembilan kali juara dunia ini pun menolak disebut sudah 'habis'.
"Jika hari ini saya bisa secepat tahun lalu, tapi hanya finis di posisi 8 karena rider lain 20 detik lebih cepat dari tahun lalu, maka Anda boleh bilang saya sudah 'habis'. Tapi saya justru 20 detik lebih lamban dari waktu saya sendiri tahun lalu, bukan 5 tahun lalu. Toh saya masih merasa oke, sangat konsentrasi dan termotivasi. Tapi saya tak punya 'koneksi' dengan motor saya," tuturnya.
Dilema Ban Belakang Medium dan Keras
Ketika Vinales sukses finis kedua dan Rossi finis kedelapan, perbedaan mencolok di antara keduanya adalah pilihan ban. Meski sama-sama pakai ban depan medium, Rossi memilih ban medium untuk ban belakangnya, sementara Vinales memakai ban keras. Rossi mengaku tak punya pilihan selain ban tersebut.
"Kami pakai medium, yang punya ritme lebih lamban. Tapi kami pikir ban itu bakal lebih konstan, karena berdasar perhitungan kami dan Michelin, ban keras takkan bertahan sampai akhir. Sayang, medium tak punya grip sejak awal, dan saya jadi dapat banyak masalah. Di luar ban, saya rasa kami punya masalah lain, karena saya tak bisa kuat, tak nyaman berkendara seperti tahun lalu," tutupnya.
Akibat hasil ini, Rossi melorot ke peringkat 6 pada klasemen pebalap dengan koleksi 80 poin, tertinggal 5 poin dari Vinales di peringkat 5. Keduanya akan kembali turun lintasan dalam MotoGP Ceko di Automotodrom Brno usai rehat musim panas, yakni pada 2-4 Agustus mendatang.
Baca Juga:
- Cal Crutchlow Heran Cedera Justru Bikin Tampil Kompetitif
- Mustahil Ancam Marquez, Vinales Puas Finis Kedua di Jerman
- Bukan Lagi Ducati, Marquez Sebut Vinales-Quartararo Rival Utama
- Menang Dominan di Jerman, Marc Marquez Justru Akui Main Aman
- Klasemen Sementara WorldSBK 2019 usai Seri Donington, Inggris
- Hasil Race 2 WorldSBK Inggris: Jonathan Rea Hat-trick di Donington
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi: Saya Bisa Saja Pensiun Sekarang, Tapi...
Otomotif 8 Juli 2019, 15:35
-
Lamban di Jerman, Valentino Rossi: Usia Bukan Pokok Masalah
Otomotif 8 Juli 2019, 12:00
-
Hasil FP1 MotoGP Jerman: Quartararo Dibuntuti Marquez-Rossi
Otomotif 5 Juli 2019, 15:55
-
Valentino Rossi Coba Pecahkan Teka-Teki Yamaha di Sachsenring
Otomotif 5 Juli 2019, 10:00
-
Yamaha: Kepercayaan Kami pada Rossi Tak Pernah Berkurang
Otomotif 4 Juli 2019, 12:15
LATEST UPDATE
-
Juventus Capai Kesepakatan Rekrut Kamil Grabara dari Wolfsburg
Liga Italia 25 Agustus 2026, 09:24
-
Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias dari Palmeiras
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 08:44
-
5 Pelajaran Chelsea vs Fulham: Cole Palmer Bersinar dalam Debut Impian Xabi Alonso
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 08:04
-
Workout Selesai, Nongkrong Menanti: Ini Cara Balik Fresh Tanpa Extra Time
Lain Lain 25 Agustus 2026, 08:00
-
Xabi Alonso Bela Robert Sanchez Usai Bikin 2 Blunder Kontra Fulham
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 07:24
-
Xabi Alonso Kirim Pujian untuk Chelsea Usai Menang di Markas Fulham
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 06:44
-
Rapor Pemain Chelsea vs Fulham: Trio Lini Depan Bersinar, Sanchez Jadi Titik Lemah
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 06:14
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 05:34
-
Hasil AS Roma vs Fiorentina: Malen Hat-trick, Dybala Borong Tiga Assist
Liga Italia 25 Agustus 2026, 04:57
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Joao Pedro
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 04:36
-
Hasil Fulham vs Chelsea: Drama Lima Gol, Era Xabi Alonso Dimulai dengan Manis
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 04:16
-
Enzo Fernandez Paksakan Pindah ke Manchester City?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 23:33
-
Arsenal dan Julian Alvarez Terpisah Upeti Rp3 Triliun
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 21:33
-
Singkat, Padat, Jelas! Lewis Hall Gak Dijual, MU!
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 21:06
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR