
Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, membeberkan tiga momen penting dalam kariernya yang membantunya kembali ke puncak dan menjuarai MotoGP 2025. Momen-momen itu membantunya jadi sembilan kali juara dunia.
Gelar dunia kali ini memang diraih usai Marquez menjalani masa-masa kelam, dimulai dari cedera lengan parah yang ia alami pada 2020. Akibatnya, ia harus absen semusim, serta menjalani empat operasi dalam kurun tiga tahun beruntun.
Ketika ia sudah pulih pada 2023, Honda kehilangan arah pengembangan motor dan Marquez sulit tampil garang. Atas alasan ini, Marquez dengan berat hati memilih hengkang ke Gresini Racing pada 2024 untuk balapan dengan motor lama dan tanpa digaji.
Berat Tinggalkan Kawan-Kawannya Sendiri di Honda

Dalam gelaran Campioni in Festa pada Jumat (19/12/2025), Marquez mengaku ada tiga momen krusial yang membantunya bangkit dari keterpurukan dan akhirnya kembali menjadi juara dunia di MotoGP.
"Yang pertama adalah keputusan untuk meninggalkan tim Honda setelah GP Jepang 2023. Saya meninggalkan tim yang telah memberi saya segalanya dan teman-teman yang saya miliki di tim itu dan masih saya miliki," ujarnya via GPOne.
"Lalu, bergabung dengan Gresini bersama Nadia Padovani (CEO Gresini) yang telah menunggu saya, dengan empat balapan tersisa musim itu. Biasanya sebuah tim tidak menunggu selama itu," kenang Marquez soal negosiasinya dengan Gresini yang berjalan dramatis.
Operasi Keempat Jadi Momen Paling Krusial
Namun, momen yang dirasa Marquez paling krusial adalah operasi keempat pada lengan kanannya yang ia jalani di Minnesota, Amerika Serikat, pada pertengahan 2022 lalu. "Kala itu, semuanya sudah dalam kondisi baik. Namun, saya pergi ke Amerika," ungkapnya.
"Kami mematahkan tulang saya untuk meluruskannya. Untuk hidup normal saja sudah cukup, tetapi untuk mengendarai motor, tidak. Itu keputusan sulit, dan saya mengambil risiko itu. Semua yang terjadi setelahnya adalah konsekuensi dari keputusan itu," tutup Marquez.
Kini, Marquez sedang menjalani proses pemulihan cedera bahu kanan. Ketika pulih nanti, ia bertekad memburu gelar dunia ke-10 pada 2026. Jika berhasil, maka ia akan mematahkan rekor gelar dunia Mike Hailwood dan Valentino Rossi.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
- Marc Marquez Stres Gara-Gara Cedera Bahu, Tapi Beban Jadi Ringan Karena Gelar Dunia Ada di Tangan
- Dekati Klub 10 Pemenang Tertua Formula 1, Akankah Lewis Hamilton Menang Bareng Ferrari pada 2026?
- Daftar Juara Moto4 Asia Cup, Siapa Pembalap Indonesia yang Bakal Ikuti Jejak Veda Ega Pratama?
- Beda dengan Sistem MotoGP, Ini Proses yang Dilalui Max Verstappen demi Pakai Nomor 3 di Formula 1 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Newcastle Buka Peluang Jual Sandro Tonali, Manchester United Siap Menerkam
Liga Inggris 31 Maret 2026, 19:51
-
RESMI: AC Milan Amankan Penyerang Muda Asal Montenegro, Andrej Kostic
Liga Italia 31 Maret 2026, 19:24
-
Calvin Verdonk Puji Dony Tri Pamungkas: Layak Segera Tembus Liga Eropa
Tim Nasional 31 Maret 2026, 19:16
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 31 Maret 2026, 18:58
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 31 Maret 2026, 18:44
-
Jadwal Lengkap Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026
Tim Nasional 31 Maret 2026, 18:43
LATEST EDITORIAL
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56

























KOMENTAR