Masalah finansial, adalah kendala terbesar yang dihadapi oleh Rio dalam perjalanannya menuju kejuaraan balap mobil terakbar di dunia tersebut. Manor memang tertarik menggunakan jasa Rio, namun ia diwajibkan membawa dana balap yang begitu besar.
Rio yang masih tergolong muda, dengan usia 23 tahun, sejatinya sudah lama malang melintang di dunia balap internasional. Prestasinya pun terbilang baik dan cemerlang, hingga peluang turun di F1 pun tiba padanya meski terkadang harus mengalami nasib tak beruntung.
Mari kita simak lika-liku jalan Rio Haryanto menuju Formula 1 2016. [initial] (bola/kny)
Awal Karir Profesional

Pada tahun 2010, Rio pun merambah ke kejuaraan Eropa yang cukup bergengsi, yakni GP3 Series di bawah bendera Manor. Selama dua musim turun di kejuaraan ini, Rio sukses mengoleksi tujuh podium, termasuk tiga kemenangan. Prestasi ini cukup membuatnya naik ke kejuaraan GP2 Series 2012, yakni kejuaraan single seater di bawah F1.
Selama empat musim di GP2, Rio membela empat tim berbeda, yakni Marussia Carlin (Manor), Addax Barwa, EQ8 Caterham dan Campos Racing. Secara keseluruhan, Rio berhasil mengemas tujuh podium dengan tiga kemenangan. Musim terbaiknya adalah musim 2015, yakni ketika ia membela Campos Racing.
Rio berhasil mengakhiri musim 2015 di peringkat keempat pada klasemen pebalap, di belakang tiga pebalap papan atas GP2, yakni Stoffel Vandoorne, Alexander Rossi dan Sergey Sirotkin. Rio mengumpulkan 138 poin, hanya tertinggal satu poin dari Sirotkin.
Jatuh-Bangun

Rio sempat mendapatkan tindakan diskriminasi dari panitia balap setelah menapaki tangga podium usai finis kedua dalam feature race di Silverstone Inggris. Kesuksesan Rio ini membuat panitia curiga bahwa Rio dan Manor menggunakan turbo yang tak sesuai dengan regulasi balap.
Alhasil, panitia membongkar mobilnya, namun tak menemukan kejanggalan. Sayang, pembongkaran mobil Rio ini tidak diiringi dengan tanggung jawab panitia untuk mengembalikan bagian mobil dengan benar. Bagian turbo mobil Rio pun mengalami kerusakan hingga tak bisa tampil baik di sprint race, di mana ia harus gagal finis.
Namun, Rio tetap berjuang keras mengharumkan nama bangsa, dan membayar kegagalan ini saat menjalani balapan di Monza, Italia, di mana ia finis ketiga dan menapaki tangga podium. Ia pun mengakhiri musim di peringkat kelima dengan 27 poin, dengan koleksi tiga podium, termasuk satu kemenangan.
Tak Dikenal Dunia

Setelah hanya mampu finis di luar 20 besar di Catalunya, Spanyol, tak ada yang menyangka bahwa Rio akan tampil baik di Sirkuit Istanbul Park. Mengakhiri feature race di posisi kedelapan, Rio sukses meraih kemenangan di sprint race. Hal ini ternyata tak disangka-sangka oleh panitia GP3.
Menapaki podium terpuncak, Rio diikuti oleh Miki Monras dari Spanyol di posisi kedua dan Alexander Rossi dari Amerika Serikat di posisi ketiga. Ironisnya, panitia GP3 tak memiliki persediaan bendera Indonesia dan juga lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Panitia pun kelabakan mencari bendera Indonesia, hingga akhirnya memutuskan memakai bendera Polandia yang dibalik. Sementara panitia mencari lagu Indonesia Raya di internet, Rio pun dengan bangga menyanyikannya sendiri di atas podium.
Pintu ke Formula 1

Dengan usianya yang sudah mencapai 23 tahun, maka Rio bisa dikatakan ideal untuk masuk ke F1, apalagi ia telah mendapatkan Super License sejak berusia 17 tahun. Manor pun bersedia memberi salah satu mobil balapnya untuk Rio, asal ia bisa membawa dana balap sejumlah 15 juta euro (Rp 228 miliar).
Jumlah dana yang harus dibawa Rio inipun memunculkan opini pro dan kontra. Beberapa pihak menyatakan bahwa 15 juta euro merupakan jumlah yang cenderung kecil bagi pemerintah Indonesia, sementara beberapa pihak lain merasa jumlah ini terlampau besar.
Pada bulan Desember, BUMN PT Pertamina pun menyatakan bersedia mengucurkan dana sebesar 5 juta euro (Rp 76 miliar), sementara pada bulan Januari 2016, Kemenpora telah bersedia memberikan dana sebesar Rp 100 miliar (6,6 juta euro) melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Sahabat Rio, sebutan penggemar Rio pun telah berupaya membantu Rio dengan melakukan penggalangan dana secara terbuka melalui www.kitabisa.com/indonesiaf1. Hingga kini, Sahabat Rio telah mengumpulkan sekitar Rp 152 juta. Sayang, langkah Rio belum begitu mulus sampai di sini.
Sulitnya Pencairan Dana

Pasalnya, dana ini harus disetujui lebih dulu oleh DPR-RI untuk dicairkan. Sialnya, mencairkan dana tidak semudah yang dibayangkan, mengingat adanya birokrasi. Rupanya, hal ini dikarenakan regulasi alur APBN yang cukup rumit. Padahal, Rio diburu waktu karena ia bersaing tempat dengan Alexander Rossi dan Will Stevens, apalagi uji coba pramusim F1 akan segera dimulai di Barcelona-Catalunya, Spanyol pada 22-25 Februari.
Meski jalan Rio tak mudah, Manor masih menunjukkan ketertarikan padanya. Managing Director Manor Racing, Abdulla Boulsien pun menemui Menpora, Imam Nahrawi di Jakarta pada 11 Februari dan menyatakan betapa timnya menginginkan Rio. Memaklumi sulitnya pencairan dana, Manor pun kembali memundurkan tenggat waktu pembayaran uang muka sampai pekan depan.
Maka, sepekan ke depan lah nasib seorang Rio Haryanto di Formula 1 ditentukan. Apakah ia akan membawa nama bangsa ke kancah balap mobil terakbar di dunia? Apapun yang terjadi, jangan lupa untuk mengapresiasi perjuangan Rio ya, Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lika-Liku Jalan Rio Haryanto Menuju Formula 1 2016
Otomotif 12 Februari 2016, 17:30
-
'MotoGP Indonesia Harus Utamakan Keselamatan Rider'
Otomotif 21 Mei 2015, 12:00
-
MotoGP Indonesia 2017, Dorna Minta Pemerintah Benahi Sentul
Otomotif 21 Mei 2015, 11:30
-
Rider Indonesia Rebut Kemenangan di Asia Talent Cup Qatar
Otomotif 30 Maret 2015, 15:15
-
'MotoGP Besar di Malaysia, di Indonesia 10.000 Kali Lebih Populer!'
Otomotif 19 Januari 2015, 11:30
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR