Bola.net - - Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo dapat memahami kesulitan yang dialami oleh rider Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales dalam menjalani start balapan dalam dua musim belakangan. Kepada Motorsport.com, Lorenzo mengaku masalah macam ini kerap ia alami pada awal kariernya di MotoGP pada 2008 lalu.
Vinales diketahui kerap kehilangan banyak posisi selepas start, meski saat ia start dari barisan terdepan sekalipun. Berbagai solusi telah ia jajal, termasuk berlatih start dan mengubah setup motor, namun hasil nyata tak kunjung terlihat. Hal ini terulang lagi di tiga seri pertama musim ini, dan puncaknya terjadi saat ia melakukan jump start di Austin, Texas dua pekan lalu.
"Saya dapat memahami ia kesulitan melakukan start dengan kopling. Tak peduli ia start dari depan atau belakang, ia selalu kehilangan posisi. Saya juga mengalami masalah ini pada awal karier saya di MotoGP. Biasanya saya dapat pole, tapi mundur satu baris karena start yang buruk, dan itu sangat sulit," ujar Lorenzo.
Analisa Lorenzo soal Start Vinales

Lima kali juara dunia ini juga dapat memaklumi jika Vinales merasa gugup dan takut kehilangan posisi selepas start karena harus menjaga jarak dengan para rider lain, terutama saat memasuki tikungan pertama. Menurut Lorenzo, ada begitu banyak faktor yang harus diperhitungkan demi tak kehilangan posisi dan menghindari kesalahan.
"Saya punya garis balap yang berbeda dari rider lain. Saya harus ada dalam zona nyaman demi tak melakukan kesalahan dan tak menyenggol rider lain. Jika di belakang, Anda harus mengerem lebih awal dan akan kehilangan waktu, hanya demi dapat jarak agar semuanya aman. Mungkin ini yang terjadi pada Maverick. Ia lebih suka melaju sendirian dan memimpin balapan," ungkapnya.
Belum Juga Raih Podium
Problematika start yang dialami Vinales ini pun tentu menjadi sebuah kerugian tersendiri, mengingat ia justru memiliki performa yang kompetitif dan ritme yang menjanjikan di pertengahan balap. Ia bahkan belum berhasil memetik satu podium pun dalam tiga seri pertama hanya karena permasalahan ini. Hal ini diakui sendiri oleh juara dunia Moto3 2013 tersebut.
"Balapan di Austin fantastis, begitu juga bannya. Kami memilih ban depan yang tepat, ban lunaknya sungguh baik. Sayang, saya jump start, dan jujur saja saya sadar melakukannya, dan atas alasan ini saya tak ambil risiko. Kami mengalami masalah, tapi kami punya ritme yang baik. Kami hanya harus mengonfirmasinya, tak melakukan kesalahan, dan kembali ke depan," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lorenzo Maklumi Vinales Kesulitan Jalani Start Balapan
Otomotif 25 April 2019, 12:55
-
Serunya MotoGP Austin, Texas 2019 yang Dipenuhi Kejutan
Galeri 15 April 2019, 16:30 -
Jorge Lorenzo: Tiga Balapan, Tiga Masalah Berbeda
Otomotif 15 April 2019, 15:35
-
Realistis, Lorenzo Akui Belum Bisa Saingi Marquez
Otomotif 12 April 2019, 14:00
-
Lorenzo Lanjutkan Progres Positif di MotoGP Austin
Otomotif 10 April 2019, 10:00
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Liverpool: Performa Solid Bikin Arsenal Kehilangan Taji
Liga Inggris 9 Januari 2026, 06:07
-
Hasil Milan vs Genoa: Akhir Dramatis yang Menguntungkan Inter Milan
Liga Italia 9 Januari 2026, 06:00
-
Rapor Pemain Arsenal: Gyokeres Gagal Bersinar Saat The Gunners Ditahan Liverpool
Liga Inggris 9 Januari 2026, 05:50
-
Hasil Real Madrid vs Atletico Madrid: El Clasico di Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 05:44
-
Man of the Match Arsenal v Liverpool: Gabriel Magalhaes
Liga Inggris 9 Januari 2026, 05:30
-
Hasil Arsenal vs Liverpool: Saling Tekan, Gol Tak Kunjung Datang
Liga Inggris 9 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Al-Nassr vs Al-Qadisiyah: Ronaldo Cetak Gol, tapi Tim Tuan Rumah Tetap Kalah
Asia 9 Januari 2026, 03:29
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58




















KOMENTAR