Bola.net - - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez menyatakan bahwa tahun 2015 merupakan tahun yang menyajikan pelajaran terbesar dalam kariernya di MotoGP. Meski begitu, bukan polemiknya dengan Valentino Rossi yang membuatnya kini berpikir lebih dewasa, melainkan kegagalannya mempertahankan gelar dunia usai menjadi juara pada 2013 dan 2014.
Musim itu, Marquez mengoleksi 9 podium, yang 5 di antaranya merupakan kemenangan. Meski begitu, ia juga mengalami 6 kali gagal finis. Hal inilah yang membuatnya kalah konsisten dari Jorge Lorenzo dan Rossi. Alhasil, ia harus puas duduk di peringkat ketiga pada akhir musim. Menurutnya, kegagalan itu mendewasakannya.
"Saya mendapat pelajaran besar pada 2015. Saat itu saya menghadapi musim balap usai meraih gelar di GP125, Moto2 dan dua kali di MotoGP. Tapi saya justru merasa 'transparan'. Saya merasa tak bisa meraih satu pun kemenangan, meski pada akhirnya saya meraih beberapa dan terjatuh berkali-kali," ungkapnya kepada AS Motor.
Konsistensi dan Dovizioso
Marquez pun mengakui bahwa 6 kali gagal finis yang ia 'koleksi' itu merupakan hasil dari usahanya yang kelewat ngotot dalam meraih kemenangan di setiap balapan. Kegagalan meraih gelar pun menjadi tamparan keras baginya, bahwa konsistensi meraih podium dan poin merupakan hal yang jauh lebih krusial jika dirinya ingin menambah gelar.
"Saya belajar dewasa dan memahami Anda tak mungkin bisa memenangi setiap balapan, karena yang terpenting adalah memenangkan gelar. Tahun 2017 juga memberi saya pelajaran, mengingatkan bahwa saya ada di MotoGP dan semua terjadi dengan cepat. Saat itu tak ada yang memperhitungkan Andrea (Dovizioso), dan pada akhirnya justru ia yang membuat segalanya sangat sulit sampai balapan terakhir," ujarnya.
DNA Marc Marquez
Rider 26 tahun ini pun menyadari bahwa sikap ambisius sudah merupakan bagian dari DNA-nya, hingga meraih kemenangan bagaikan candu. Meski begitu, kini ia mengaku telah mampu mengendalikan diri, dan lebih memilih menjaga konsistensi poin di setiap balapan, alih-alih ngotot menapakkan kaki di podium terpuncak.
"DNA saya adalah menang, ambil risiko, mengerahkan 100% dan jika bisa menang, saya akan mencobanya. Apa yang terjadi pada 2015 adalah saya mencoba menang seolah tak ada opsi lain. Tapi kini saya menyadari musim balap sangatlah panjang, dan tiap balapan bukanlah hidup atau mati. Tapi DNA saya juga bersikap tenang, pengendalian diri, terutama mendengar orang-orang di sekitar saya, dan ini hal yang sangat penting," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Cedera Marquez-Lorenzo Tak Pengaruhi Performa Honda'
Otomotif 5 Maret 2019, 14:30
-
Psikolog Jadi Tren di MotoGP, Marquez Akui Belum Butuh
Otomotif 5 Maret 2019, 13:30
-
Marc Marquez Akui Tergoda Pakai Nomor 1 di MotoGP
Otomotif 5 Maret 2019, 12:30
-
Marc Marquez Akui 2015 Pelajaran Terbesar di MotoGP
Otomotif 5 Maret 2019, 10:40
-
Persaingan MotoGP Kian Acak, Marquez Ogah Remehkan Rossi
Otomotif 4 Maret 2019, 14:00
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR