
Bola.net - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, menyatakan sulitnya RC213V untuk dikendarai bukanlah masalah terbesar Honda Racing Corporation (HRC) di MotoGP. Menurutnya, jebloknya performa mereka justru diakibatkan tak kompaknya koordinasi antara departemen balap yang bekerja di Jepang dan yang bekerja di sirkuit.
Marquez menyatakan bahwa saat ini, tak satu pembalap Honda saja yang sulit tampil kompetitif, melainkan semua. Ini mengartikan proyek mereka sedang dalam masa kritis. Marquez bahkan mengakui, sebelum absen untuk operasi keempat, ia sendiri sudah merasa RCV sangat sulit dikendarai. Baginya, ini peringatan darurat.
Rider Spanyol ini menyatakan bahwa kekurangan RCV terasa di segala aspek, sehingga ia yakin kendala yang dialami Honda sangatlah mengakar. Ia menyebut bahwa informasi dan data yang diraih oleh tim Honda di sirkuit tidak diserap betul-betul oleh tim Honda yang bekerja di pabrikan mereka yang ada di Jepang.
"Masalah kami besar, tidak kecil. Masalah kami bukan kurang di sana-sini saja, melainkan menyeluruh. Jadi, masalah kami bukanlah motor, melainkan proyeknya, yakni di area koordinasi. Padahal, semua informasi di dalam tim adalah hal terpenting dalam masa sulit," ujarnya lewat MotoGP.com, Kamis (18/8/2022).
Harus Ubah Konsep Cara Kerja dan Koordinasi

"Informasi-informasi yang kami dapat harusnya mengalir ke semua area dengan baik. Jika ini bisa dilakukan, apalagi jika orang-orangnya fokus dan termotivasi, jelas kami bisa keluar dari masa sulit. Sebagai pembalap, saya akan coba membantu. Target kami adalah mencoba memahami cara kerja kami untuk proyek 2023," tutur Marquez.
Delapan kali juara dunia ini juga menyatakan bahwa HRC harus mengubah konsep cara kerja mereka, terutama aspek koordinasi. Ia meyakini dirinya bukan orang yang tepat untuk mendikte apa yang harus dilakukan HRC. Namun, menurutnya HRC harus memperbaiki komunikasi antara tim yang ada di Jepang dan di sirkuit.
"Honda bekerja jauh lebih keras dari sebelum-sebelumnya. Anda bisa melihatnya. Namun, kami harus mengubah konsep dan cara koordinasi tim. Saya bukan orang yang layak menentukan apa yang harus mereka lakukan, karena Honda adalah pabrikan yang meraih gelar dunia paling banyak," ujar Marquez.
"Meski begitu, mereka harus memahami cara mengatur segalanya lebih baik. Pasalnya, kini balapan makin banyak dan tes makin sedikit. Cara kerja Honda di pabrikan makin krusial ketimbang di sirkuit. Namun, tim yang ada di sirkuit juga harus bekerja sama dengan pabrikan," lanjut pembalap berusia 29 tahun ini.
Tak Perlu Tiru Cara Kerja Pabrikan Eropa

Melihat para pabrikan Eropa kini mengungguli para pabrikan Jepang, Marquez pun tak gentar. Menurutnya, HRC tak perlu meniru cara kerja Eropa karena cara kerja Jepang pun sudah mampu membuat mereka menjadi pabrikan tersukses dalam sejarah Grand Prix. Hanya saja, mereka harus menyesuaikan diri dengan perubahan.
"Saya tak bilang Honda harus kerja seperti pabrikan Eropa. Toh, cara kerja Jepang juga berjalan sangat baik selama bertahun-tahun, dan kami meraih banyak gelar. Namun, cara kerja memang harus berubah karena kompetisi juga berubah. Contohnya saja pembalap muda. Mereka berdatangan dan gaya balap juga berubah," ucapnya.
"Alhasil, Anda harus menemukan cara untuk memperbaiki diri. Honda sudah bekerja keras, tetapi dalam masa sulit seperti ini, yang penting tidak panik. Kepanikan bakal jadi musuh terbesar kami. Kami hanya harus menganalisis situasi. Saya percaya pada mereka, hanya saja mereka harus bekerja dengan cara yang sama," tutup Marquez.
Dalam 12 seri pertama musim ini, 'skor sementara' Jepang vs Eropa adalah 3-9. Tiga kemenangan Jepang seluruhnya disabet Yamaha lewat Fabio Quartararo. Sembilan kemenangan Eropa terdiri dari 4 kemenangan Pecco Bagnaia (Ducati), 3 kemenangan Enea Bastianini (Ducati), 1 kemenangan Aleix Espargaro (Aprilia), dan 1 kemenangan Miguel Oliveira (KTM).
Klasemen Sementara MotoGP 2022

- Fabio Quartararo - Monster Energy Yamaha MotoGP - Yamaha - 180
- Aleix Espargaro - Aprilia Racing - Aprilia - 158
- Francesco Bagnaia - Ducati Lenovo Team - Ducati - 131
- Enea Bastianini - Gresini Racing MotoGP - Ducati - 118
- Johann Zarco - Prima Pramac Racing - Ducati - 114
- Jack Miller - Ducati Lenovo Team - Ducati - 107
- Brad Binder - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 98
- Alex Rins - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 84
- Maverick Viñales - Aprilia Racing - Aprilia - 82
- Miguel Oliveira - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 81
- Jorge Martin - Prima Pramac Racing - Ducati - 81
- Joan Mir - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 77
- Marco Bezzecchi - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 61
- Marc Marquez - Repsol Honda Team - Honda - 60
- Luca Marini - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 56
- Takaaki Nakagami - LCR Honda IDEMITSU - Honda - 45
- Pol Espargaro - Repsol Honda Team - Honda - 42
- Alex Marquez - LCR Honda CASTROL - Honda - 27
- Franco Morbidelli - Monster Energy Yamaha MotoGP - Yamaha - 26
- Fabio Di Giannantonio - Gresini Racing MotoGP - Ducati - 18
- Darryn Binder - WithU Yamaha RNF MotoGP Team - Yamaha - 10
- Andrea Dovizioso - WithU Yamaha RNF MotoGP Team - Yamaha - 10
- Remy Gardner - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 9
- Raul Fernandez - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 5
- Stefan Bradl - Repsol Honda Team - Honda - 0
- Michele Pirro - Aruba.it Racing - Ducati - 0
- Lorenzo Savadori - Aprilia Racing - Aprilia - 0
Sumber: MotoGP
Baca juga:
- Marc Marquez Soal Comeback Balapan: Tunggu Jawabannya Pekan Depan
- Jadwal Siaran Langsung MotoGP Austria di Trans7 dan MNC Sports, 19-21 Agustus 2022
- Jadwal Lengkap MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, 19-21 Agustus 2022
- 6 Mantan Kekasih Valentino Rossi: Siapa yang Paling Cakep?
- Ducati: Sulit Juarai MotoGP Bareng Pecco Bagnaia, Tapi Belum Mustahil
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Beda Tim, Marc Marquez Tolak Bocorkan Rahasia Honda ke Alex Marquez di MotoGP 2023
Otomotif 19 Agustus 2022, 11:10
-
Marc Marquez Sebut Honda Tak Kompak, Akar Masalah Jebloknya Performa Motor
Otomotif 19 Agustus 2022, 10:21
-
Marc Marquez Soal Comeback Balapan: Tunggu Jawabannya Pekan Depan
Otomotif 19 Agustus 2022, 09:05
-
Marc Marquez Kritik Honda: Kalau Motornya Buruk, Rider Terbaik pun Jadi Sulit Kompetitif
Otomotif 18 Agustus 2022, 10:25
-
Marc Marquez: Fabio Quartararo Butuh Bantuan Yamaha demi Bekuk Espargaro-Bagnaia
Otomotif 18 Agustus 2022, 09:12
LATEST UPDATE
-
Dicari: Kiper Baru untuk Persib Bandung
Bola Indonesia 24 Agustus 2026, 15:11
-
Dean James Bersinar di Eredivisie: Bawa Go Ahead Eagles Raih Peringkat ke-2 Klasemen
Tim Nasional 24 Agustus 2026, 14:12
-
Ambisi Sandy Walsh Bersama Persib: Kejar Gelar Keempat hingga Tantang Klub Asia
Bola Indonesia 24 Agustus 2026, 13:48
-
Tanpa Striker Murni, Barcelona Ternyata Tetap Ganas di Area Penalti
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 13:16
-
Makna Selebrasi Spiderman Raphinha di Balik Kemenangan 5-0 Barcelona
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 12:17
-
Ferran Torres Debut dan Cetak 2 Gol, PSG Selamat dari Kekalahan
Liga Eropa Lain 24 Agustus 2026, 12:01
-
Kesempatan Xavi Espart, Agresivitas Gavi, dan Debut Impresif Anthony Gordon
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 11:41
-
Debut Impian Anthony Gordon, 2 Assist dalam Kemenangan Besar Barcelona
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 11:19
-
Adrien Rabiot Sudah Memahami Tuntutan Ruben Amorim di AC Milan
Liga Italia 24 Agustus 2026, 11:08
-
Randal Kolo Muani Bikin Luciano Spalletti Frustrasi
Liga Italia 24 Agustus 2026, 10:19
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR