Bola.net - - Bukan rahasia lagi bahwa Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, adalah 'dalang' utama dari terwujudnya 'dream team' antara Marc Marquez dan Jorge Lorenzo di MotoGP musim ini. Meski keduanya sama-sama rider terkuat di MotoGP, Puig yakin pihaknya bisa mengendalikan atmosfer kerja di garasi mereka.
Soal peluang terjadinya rivalitas, Puig mengaku masih mengesampingkan hal tersebut, dan lebih memilih fokus mengawasi proses pemulihan cedera para ridernya. Wajar saja, saat ini Marquez masih dalam masa rehabilitasi cedera dislokasi bahu, sementara Lorenzo baru didera patah tulang scaphoid pergelangan tangan kiri pada akhir pekan lalu.
"Awal musim bakal agak sulit, tapi kami akan menghadapinya. Kami paham para rider Ducati dan Yamaha bugar, jadi pada awal musim, merekalah yang bakal lebih kuat. Tapi rider kami juga akan segera pulih, dan mereka bakal cepat menyamai level para rival. Cedera bukanlah akhir dunia. Lebih baik terjadi sekarang ketimbang pada pertengahan musim," ujar Puig kepada Motorsport.com.
Sama-Sama Sudah Dewasa
Eks manajer pribadi Dani Pedrosa juga ini mengaku santai saja menghadapi peluang cekcok antara Marquez dan Lorenzo, yang masing-masing merupakan tujuh dan lima kali juara dunia. Puig yakin keduanya bakal fokus pada tugas utama mereka, yakni membantu Honda mempertahankan kekuasaan di MotoGP selama dua tahun terakhir.
"Kami punya dua rider yang bukan lagi anak-anak. Mereka sudah dewasa, punya jalan pikiran yang sangat terstruktur, dan mereka tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka mengejar impian dan Honda meminta mereka mewujudkannya, tapi mereka juga harus paham bahwa tim kami harus bekerja sama. Kami yakin bisa tampil baik," ungkapnya.
Tak Cemaskan Karakter Kuat Lorenzo
Puig mengaku paham benar soal situasi timnya menyusul kedatangan Lorenzo. Sebelum benar-benar menggaetnya, ia berdiskusi serius dengan para petinggi Honda lainnya, dan juga Marquez. Pria asal Spanyol ini juga mengaku sama sekali tak mencemaskan karakter dan kepribadian Lorenzo yang dikenal kuat.
"Anda bisa menyukainya atau tidak. Tapi jika Anda mencapai kesepakatan kerja, maka Anda harus mengeluarkan potensi terbaik dari seorang atlet dan ia juga harus melakukan hal serupa pada timnya. Setelahnya, mungkin ada pertemanan atau permusuhan. Tapi target kami adalah meraih hasil sebaik mungkin. Lewat Jorge, kami punya peluang besar untuk mewujudkannya," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Bukan Tim Sepak Bola, Marquez-Lorenzo Tak Perlu Akur'
Otomotif 25 Januari 2019, 14:35
-
Marquez: Rivalitas dengan Lorenzo Sudah 'Hukum Alam'
Otomotif 25 Januari 2019, 13:05
-
'Marquez-Lorenzo Bukan Anak Kecil Lagi, Fokus Juara'
Otomotif 25 Januari 2019, 12:10
-
Lorenzo Tak Cemaskan Rivalitas dengan Marquez
Otomotif 25 Januari 2019, 11:00
-
Honda Pede Bisa Kendalikan Hubungan Marquez-Lorenzo
Otomotif 24 Januari 2019, 16:05
LATEST UPDATE
-
Barcelona Siapkan Skenario Permanen untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Kunci?
Liga Spanyol 25 Februari 2026, 00:56
-
Ketenangan Senne Lammens Jadi Kunci Kemenangan Man United atas Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:50
-
Benjamin Sesko Bongkar 'Rahasia' di Balik Ketajamannya Bersama Man United, Apa Itu?
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:17
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35




















KOMENTAR