Bola.net - Empat kali juara dunia GP250 dan dua kali juara WorldSBK, Max Biaggi, tak memungkiri bahwa rivalitasnya dengan Valentino Rossi merupakan salah satu yang tersengit dalam sejarah MotoGP. Namun, dirinya tergugah untuk menghormati momen saat sang sembilan kali juara dunia memutuskan pensiun.
Rossi dan Biaggi memang sudah berseteru bahkan sebelum berlaga di kelas balap yang sama, yakni ketika The Doctor masih turun di GP125 sementara The Roman Emperor masih turun di GP250. Permusuhan mereka pun memuncak ketika Rossi akhirnya menyusul Biaggi ke kelas para raja, yakni GP500/MotoGP.
Ada begitu banyak duel sengit di trek, namun cekcok mereka bahkan kerap berlanjut di luar sirkuit. Meski begitu, saat Rossi mengumumkan keputusan pensiun pada awal Agustus lalu, Biaggi langsung memberikan tribut lewat seluruh media sosialnya, setengah berharap suatu saat nanti mereka bisa berbaikan.
"Jalanilah hidup yang baik, Vale! Kita tak pernah pura-pura saling suka, tapi aku yakin kita bersama-sama menulis halaman yang baik di dunia balap motor. Mungkin di masa depan, dengan segelas anggur yang nikmat, kita bisa tersenyum, mengingat momen-momen yang kita habiskan bersama," tulis Biaggi kala itu via Instagram.
Pesan yang Tulus untuk Valentino Rossi
View this post on Instagram
Lewat Cycle World, Senin (23/10/2021), Biaggi mengaku dirinya menuliskan pesan itu dengan tulus. Ia merasa emosional karena Rossi merupakan pembalap terakhir dari generasinya di MotoGP. "Saat dengar kabar itu, saya merasa harus menghormati momen itu," ungkap pemilik Sterilgarda Max Racing Team Moto3 ini.
"Saya pun langsung menulis pesan tersebut. Itu adalah gestur yang tulus. Vale adalah pilar terakhir dari era kami, penyintas terakhir dari generasi kami. Inilah alasan saya merasa harus segera menulisnya. Namun, saya rasa duel, kemenangan, dan kekalahan kami adalah sebuah saga yang abadi," lanjut Biaggi.
Biaggi tak malu-malu mengakui, meski hubungan pahit mereka tak mengenakkan, ia yakin rivalitas dengan Rossi adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah Grand Prix. Ia juga menyatakan bahwa dirinya kini sama sekali tak sakit hati ketika memandang ke belakang, mengenang duel-duel dan perseteruan mereka.
Makin Tua, Makin Dewasa, Sudut Pandang Berubah

"Kami tak pernah pura-pura jadi teman. Namun, rivalitas kami salah satu yang terindah di sejarah balap motor. Pesan saya tak dimaksudkan untuk mengubah situasi. Tapi, usai bertahun-tahun, wajar saja jika Anda makin dewasa dan mengubah sudut pandang. Jika mengenang masa lalu, kini saya tersenyum dan melihat semua dengan empati," tuturnya.
Dalam wawancara yang sama, Biaggi juga mengungkap pertarungan favoritnya dengan Rossi. Uniknya, pria yang sampai saat ini masih jadi duta Aprilia itu menyebutkan MotoGP Afrika Selatan di Welkom 2004. Seperti yang diketahui, itu adalah balapan favorit Rossi, karena merupakan kemenangan perdananya bareng Yamaha.
"Saya suka Welkom 2004, meski kala itu Vale menang. Saya melakukan kesalahan, tak sadar kalau itu lap terakhir. Saya justru menantikan satu lap lagi untuk aksi salip terakhir. Saya kalah, namun duel itu menakjubkan. Duel menakjubkan lainnya adalah Assen 2001 dengan 500cc. Kala itu, sayalah yang menang," tutup Biaggi.
Sumber: Cycle World
Baca Juga:
- Pecco Bagnaia: Jack Miller Bikin Ducati Rileks, Bantu Saya Tampil Lebih Oke
- Puas Kiprah Bagnaia-Miller, Ducati Lega Jawab Kritik usai Lepas Dovizioso-Petrucci
- Strategi Jitu Mercedes demi Juarai Formula 1: Lewis Hamilton Wajib Menangi Abu Dhabi
- Menang saat Masih Rookie, Jorge Martin Merasa Bagai 'Rockstar' MotoGP
- Jack Miller: 2021 Tahun Besar Ducati, Pecco Bagnaia Favorit Juara MotoGP 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Max Biaggi: Valentino Rossi adalah Pilar Terakhir dari Generasi Saya
Otomotif 9 Desember 2021, 16:33
-
Valentino Rossi: Kita Bakal Lihat Luca Marini yang 'Beda' di MotoGP 2022
Otomotif 8 Desember 2021, 16:00
-
Jonathan Rea: Valentino Rossi, Legenda Balap Motor yang Juga Orang Baik
Otomotif 8 Desember 2021, 15:00
-
Honda Tolak Serahkan NSR500 ke Valentino Rossi: Tetap Disimpan di Museum
Otomotif 7 Desember 2021, 09:10
-
Valentino Rossi Pensiun dari MotoGP, La 100km dei Campioni Malah Makin Meriah
Otomotif 6 Desember 2021, 16:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
-
Hasil Race 1 WorldSBK Australia 2026: Ducati Sapu Bersih 3 Podium, Nicolo Bulega Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 12:43
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSSP 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 11:25
-
Hasil Race 1 WorldSSP Australia 2026: Aldi Satya Mahendra Sabet Poin, Jaume Masia Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 11:13
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR