
Bola.net - Lima kali juara dunia GP500, Mick Doohan, sangat yakin Andrea Dovizioso masih merupakan pembalap MotoGP yang tangguh walau usianya kini telah mencapai 34 tahun. Fakta bahwa rider Ducati Team tersebut mampu meramaikan perebutan gelar selama empat musim terakhir adalah bukti yang sangat nyata.
Pada Agustus lalu, Dovizioso secara menggemparkan mengaku ogah membela Ducati lagi tahun depan, yang kabarnya ditengarai polemik dengan para petinggi Tim Merah. Saking jengkelnya, Dovizioso bahkan memutuskan hengkang dari pabrikan Italia it tanpa punya rencana cadangan untuk masa depannya.
"Saya tak dekat dengan Dovi untuk bisa paham bagaimana bisa semua ini terjadi. Jika saya amati, ia sudah membela Honda dan Ducati selama bertahun-tahun, dan saya tak yakin apa ini karena Ducati ingin menggaet generasi baru. Tapi Dovi punya banyak hal berharga untuk ditawarkan," ujar Doohan via MotoGP.com, Rabu (14/10/2020).
Pilih Pensiun atau Pindah ke WorldSBK

Doohan pun menyatakan bahwa Dovizioso masih sangat layak untuk mendapatkan tim papan atas di MotoGP. Sayangnya, kini sudah tak banyak tempat kosong. Aprilia Racing sempat tertarik padanya untuk dijadikan pengganti Andrea Iannone yang tengah tersandung kasus doping, namun kedua pihak tak cocok soal besaran gaji.
Doohan pun meyakini Dovizioso lebih baik pindah ke WorldSBK jika tak dapat tempat di MotoGP pada 2021. "Dovi punya banyak pengalaman, mampu memenangi balapan, punya potensi merebut gelar dunia, jadi bakal sangat sulit baginya jika ia tak dapat tim yang bagus untuk musim depan," ungkapnya.
"Kalau saya jadi Dovi, lebih baik saya pensiun atau pindah ke WorldSBK, karena saya sangat yakin ia bakal tampil sangat kompetitif di sana. Tapi tetap saja, bakal sangat aneh jika ia tak dapat tempat yang baik di MotoGP musim depan," lanjut pria asal Australia ini.
Berharga Bagi Pabrikan Mana pun
Dovizioso belakangan ini mengaku telah melakukan negosiasi dengan beberapa pabrikan, termasuk Yamaha dan Honda, soal kans jadi test rider. Meski menyayangkan, Doohan yakin pengalaman segudang rider Italia tersebut bakal sangat berharga bagi pabrikan mana pun yang menggaetnya untuk jabatan yang kini dianggap elit itu.
"Soal peluang Dovi jadi test rider, jika dilihat dari semua test rider yang ada di MotoGP, ia pasti bisa melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Dulu, saat saya masih balapan, para test rider sangatlah lamban, karena mereka harus menjajal banyak hal dan mengonfirmasinya kepada pabrikan," kisah Doohan.
"Tapi memiliki test rider sekaliber Dovi, pasti bakal sangat bermanfaat bagi pabrikan. Masalahnya, pasti ia bakal tetap ingin balapan. Namun, jika itu memang pilihannya dan ia menikmatinya, maka ini akan jadi keuntungan bagi banyak orang, seperti Dani Pedrosa, yang memberi kontribusi besar pada KTM sebagai test rider, " tutupnya.
Sumber: MotoGP
Video: Momen Brad Binder Menangi MotoGP Ceko
Baca Juga:
- Joan Mir Lebih Takut Covid-19 Ketimbang Fabio Quartararo
- Maverick Vinales Jengkel Performa Buruknya Diduga Akibat Masalah Mental
- Fabio Quartararo Punya 'Janji Khusus' Jika Gagal Juarai MotoGP 2020
- Tak Mengeluh Punya Motor Lama, Kunci Performa Apik Franco Morbidelli
- Fabio Quartararo, Bintang Muda MotoGP yang Syok Mendadak Tenar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mick Doohan: Lebih Baik Andrea Dovizioso Pindah ke WorldSBK
Otomotif 3 November 2020, 17:10
-
Andrea Doviziozo Sebut Joan Mir Tak Perlu Menang demi Juarai MotoGP 2020
Otomotif 2 November 2020, 15:20
-
Andrea Dovizioso dan Yamaha, Akankah 'Bisnis' Lama Bersemi Kembali?
Otomotif 1 November 2020, 18:33
-
Andrea Dovizioso: Sudah Tak Masuk Akal Bicarakan Gelar Dunia
Otomotif 26 Oktober 2020, 15:52
-
Quartararo-Dovizioso: MotoGP Sengit Karena Michelin, Bukan Absennya Marquez
Otomotif 23 Oktober 2020, 16:24
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR