
Bola.net - Crew chief Fabio di Giannantonio, Frankie Carchedi, dan eks pembalap MotoGP, Sylvain Guintoli, meyakini MotoGP harus menerapkan 'jendela transfer' seperti sepak bola agar para pembalap tak sembarangan digaet atau didepak, atau terlalu buru-buru tanda tangan kontrak.
Dalam satu dekade terakhir, tren silly season MotoGP dinilai kacau. Pasalnya, tim-tim peserta kerap menggaet pembalap terlalu cepat, seringnya setahun atau bahkan dua tahun sebelum mereka berkolaborasi. Hal ini membuat pembalap lain terdepak bahkan sebelum bisa membuktikan diri.
Salah satu contoh nyata adalah Alex Marquez saat menjalani debut pada 2020. Belum juga menjalani satu balapan bareng Repsol Honda, ia dipastikan tergeser ke LCR Honda pada 2021 demi memberi jalan kepada Pol Espargaro. Menjelang akhir musim, Marquez malah meraih dua podium.
Hal serupa terjadi pada Fabio di Giannantonio tahun ini. 'Diggia' didepak Gresini Racing demi memberi jalan Marc Marquez. Setelahnya, ia justru tampil mentereng, bahkan menang di Qatar. Ia dinilai berkembang sesuai target waktu, mengingat seorang rookie rata-rata butuh dua musim adaptasi.
Sebut Fabio di Giannantonio Diperlakukan Tak Adil

Carchedi yang mendampingi Giannantonio mulai musim ini dan akan mendampingi Marc Marquez musim depan, yakin MotoGP memperlakukan Giannantonio dengan tidak adil. Pria yang juga merupakan manajer pribadi rider Moto2, Jake Dixon, ini yakin sistem perpindahan pembalap harus dibenahi.
"Pendirian saya cukup kuat soal ini. Di olahraga lain, seperti sepak bola, Anda dapat degradasi jika ada di bawah klasemen, dan dapat promosi jika ada di atas. Saya bakal senang melihat hal macam itu! Jika Anda masuk tiga besar di Moto2..." ujarnya via TNT Sport seperti yang dikutip Crash.net, Rabu (22/11/2023).
"Diggia duduk di peringkat 12 klasemen. Menurut saya ini tak adil. Ada banyak politik. Anda hanya harus lihat performanya. Ia layak dipertahankan. Saya tak mau menyebutkan nama, ada rider-rider yang kesulitan tetapi dapat kans bertahun-tahun. Diggia baru masuk tahun kedua! Dia belum di sini selama 10 tahun," lanjutnya.
Agar Semua Rider Dapat Kans Setara untuk Buktikan Diri

Guintoli yang merupakan eks test rider Suzuki, bahkan meyakini bahwa 'jendela transfer' akan jadi gagasan yang baik untuk MotoGP. Ia mengaku telah membicarakan hal ini dengan eks Manajer Tim Yamaha dan Suzuki, Davide Brivio, yang dikenal lihai dalam menggaet rider-rider berkualitas.
Menurut pria Prancis ini, jendela transfer MotoGP harus diletakkan pada paruh kedua musim, jelang kompetisi berakhir, agar para rider dapat kans setara untuk membuktikan diri. "Saya sempat ngobrol dengan Davide Brivio. Ia bicara soal jendela transfer pembalap, sedikit rentang waktu seperti di sepak bola," ujarnya.
"Anda harusnya memiliki jendela transfer pada akhir musim, ketika bursa dibuka. Saya rasa itu ide menarik. Terkadang, kontrak [MotoGP] ditandatangani setahun sebelumnya. Ini adalah hal yang harus dipikirkan pada masa depan," pungkas pria yang sedang dicalonkan menjadi ketua serikat pembalap MotoGP ini.
Sumber: TNT Sport/Crashnet
Baca juga:
- Valentino Rossi Sepakat Pindahkan Skuadnya ke Yamaha di MotoGP 2025-2026?
- Daftar Cedera Para Pembalap di MotoGP 2023: Miguel Oliveira Ulangi Cedera Enea Bastianini
- Marc Marquez: Sembrono Kalau Saya Bidik Gelar MotoGP 2024 Bareng Ducati
- Nggak Cuma Bagnaia vs Martin, Ini 5 Momen yang Wajib Kamu Pantengin di MotoGP Valencia 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc Marquez: Sembrono Kalau Saya Bidik Gelar MotoGP 2024 Bareng Ducati
Otomotif 22 November 2023, 15:40
-
Mengapa Ducati Tak Bisa Ikut Campur Tentukan Nasib Fabio di Giannantonio di MotoGP 2024?
Otomotif 22 November 2023, 13:20
-
Marc Marquez: Sukses atau Gagal di Ducati, Saya Tetap Bakal Pensiun dengan Tenang
Otomotif 22 November 2023, 12:07
-
Fabio di Giannantonio: Semoga Kemenangan Ini Bantu Saya Dapat Tim di MotoGP 2024
Otomotif 20 November 2023, 16:02
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR