Iannone dan Lorenzo bertabrakan di tikungan ke-10 pada lap ke-17, dan keduanya memperdebatkan versi masing-masing soal insiden tersebut. Kepada MCN, Webb mengaku mengevaluasi data telemetri Ducati Desmosedici GP milik Iannone dan Yamaha YZR-M1 milik Lorenzo, di mana keduanya terbukti tak sedikit pun melakukan manuver janggal.
"Saya melihat data dari kedua motor. Kedua data sama-sama menunjukkan mereka mengerem di titik normal. Kami melihat semua lap, dan semuanya wajar. Hanya saja, Andrea melakukan kesalahan karena tiba lebih cepat ketimbang yang ia duga, tapi sudah merupakan tanggung jawabnya untuk menghindari pebalap yang ada di depannya, jadi jatuhlah penalti itu," ujar Webb.
Jorge Lorenzo (c) AFP
Pria asal Selandia Baru ini juga mengaku mendapat kritik dari Lorenzo, yang menyebutkan hukuman start terbuncit terlalu ringan bagi Iannone. Meski begitu, Webb yakin keputusan pihaknya sudah tepat dan akan membuat Iannone belajar dari kesalahan di masa depan.
"Jorge menjelaskan semua poin argumennya. Tapi Stewards Panel yakin telah mengambil keputusan yang tepat. Prosedur tahun ini menyatakan kesalahan yang sama akan selalu mendapat penalti yang lebih berat. Jorge yakin hukuman ini tak cukup serius, Andrea yakin hukuman ini terlalu berat. Kami mencoba berimbang, mempertimbangkan sejarah, tingkat kekerasan dan intensinya," tutup Webb. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Jorge Lorenzo Pasti Bisa Jadi Pemimpin Ducati'
Otomotif 13 Juni 2016, 16:15
-
Pengawas Balap MotoGP Jelaskan Penalti Andrea Iannone
Otomotif 13 Juni 2016, 11:15
-
Rossi: Kini Saya Selevel dengan Lorenzo-Marquez
Otomotif 10 Juni 2016, 13:00
-
Lorenzo Berniat Datangi Race Direction Soal Iannone
Otomotif 8 Juni 2016, 12:15
-
Lorenzo Hanya Bawa Satu Anggota Kru ke Ducati
Otomotif 8 Juni 2016, 10:15
LATEST UPDATE
-
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:17
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
Otomotif 24 Februari 2026, 13:07
-
Ketika Kapten Masa Depan Barcelona Tergusur: Kisah Pahit Alejandro Balde
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 13:06
-
Prediksi Susunan Pemain Inter Kontra Bodo Glimt: Tanpa Lautaro
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:03
-
UEFA Skors Bintang Benfica Gianluca Prestianni Akibat Dugaan Rasialisme ke Vinicius Jr
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:59
-
Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 12:51
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
-
Kejar Defisit, Inter Siap Gempur Habis Bodo/Glimt Sejak Menit Awal
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:46
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Jejak Abadi Harianto Badjoeri: Sang Arsitek 'Dream Team' Persija Jakarta Tutup Usia
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:15
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR