
Bola.net - MotoGP akan memasuki periode tak biasa pada 2023. Dari lima pabrikan peserta yang ada, kini tak satu pun memiliki hak konsesi. Alhasil, semua pabrikan, tim, dan pembalap kini berada dalam regulasi teknis yang benar-benar setara. Persaingan pun diharapkan bisa jauh lebih sengit.
Regulasi teknis mengenai hak-hak konsesi mulai diberlakukan di MotoGP sejak 2016, bertepatan dengan peralihan suplier ban tunggal dari Bridgestone ke Michelin, serta diperkenalkannya penyeragaman perangkat keras dan lunak sistem elektronik alias ECU (Electronic Control Unit).
Hak konsesi diberikan kepada para pabrikan baru, atau pabrikan yang terpuruk dan hanya mampu bertarung di papan bawah. Mereka mendapatkan hak-hak istimewa tertentu agar lebih leluasa mengembangkan motor menjadi lebih baik. Namun, tentu ada batasan yang harus dipatuhi.
Punya Hak Konsesi Tak Selalu Indah

Sejak regulasi konsesi diberlakukan pada 2016, ada tiga pabrikan yang pernah mendapatkan hak-hak konsesi, yakni Suzuki, Aprilia, dan KTM. Suzuki dan Aprilia sama-sama kembali ke MotoGP pada 2015, dan masing-masing kehilangan hak-hak konsesi pada 2017 dan 2023. KTM pun kehilangan hak konsesi pada 2021.
Memiliki hak-hak konsesi tak selamanya indah bagi sebuah pabrikan. Mereka memang mendapatkan kebebasan mengembangkan motor, tetapi ini juga mencoreng 'harga diri' mereka. Alhasil, pabrikan-pabrikan ini justru senang ketika kehilangan hak-hak konsesi, karena itu tanda bahwa mereka sudah kompetitif.
Fakta bahwa tak ada lagi pabrikan konsesi di MotoGP musim ini adalah bukti bahwa regulasi tersebut efektif mendorong persaingan menjadi merata. Pada 2023, semua pabrikan akan berlaga dengan regulasi yang sama dan memperkuat status MotoGP sebagai ajang balap motor terakbar di dunia.
Lalu, apa saja sih perbedaan hak antara pabrikan konsesi dan non-konsesi? Simak rinciannya berikut ya, Bolaneters!
Perbedaan Pabrikan Konsesi dan Non-konsesi

- pabrikan konsesi boleh menggunakan 9 mesin per musim, sementara pabrikan non-konsesi hanya boleh menggunakan 7 mesin per musim.
- pabrikan konsesi berhak tidak menyegel spesifikasi mesin sebelum musim dimulai, sementara pabrikan non-konsesi wajib menyegel spesifikasi mesin sebelum musim dimulai, alias berada dalam aturan 'engine freeze'.
- pabrikan konsesi mendapatkan jatah 6 wildcard per musim dan boleh diambil secara beruntun, sementara pabrikan non-konsesi hanya mendapatkan dapat jatah 3 wildcard per musim dan tak boleh diambil secara beruntun.
- pabrikan konsesi boleh menjalani tes tanpa batasan alokasi hari, sementara pabrikan non-konsesi hanya mendapatkan alokasi lima hari tes saat musim berjalan.
- para pembalap reguler pabrikan konsesi boleh turun dalam semua tes, sementara para pembalap reguler pabrikan non-konsesi hanya boleh turun dalam lima hari tes yang sudah ditentukan.
Lalu, apa yang harus dilakukan para pabrikan MotoGP demi kehilangan hak-hak konsesi?
Poin Konsesi

Demi kehilangan hak-hak konsesi, sebuah pabrikan MotoGP harus meraup total 6 poin konsesi dalam kurun dua musim. Poin-poin ini pun diakumulasikan dari podium yang mereka raih. Berikut rinciannya:
- Menang = 3 poin
- Finis kedua = 2 poin
- Finis ketiga = 1 poin
Jika sebuah pabrikan sudah mencapai 6 poin konsesi dalam kurun dua musim, maka mereka akan:
- kehilangan hak menjalani tes tanpa batasan alokasi hari (diterapkan secara efektif)
- kehilangan semua hak konsesi pada musim berikutnya
Namun, sebagai catatan, jika sebuah pabrikan non-konsesi MotoGP gagal meraih podium dalam semusim penuh, maka pada musim berikutnya mereka akan berubah menjadi pabrikan konsesi dan mendapatkan hak-hak spesial untuk mengembangkan motor.
Nah, apakah persaingan MotoGP 2023 bakal menjadi lebih sengit tanpa adanya pabrikan konsesi? Akankah ada pabrikan yang menjadi pabrikan konsesi pada 2024 akibat paceklik podium musim ini? Jangan lupa saksikan aksi para pembalap kesayanganmu ya, Bolaneters!
Baca juga:
- Serunya Kedatangan Para Pembalap WorldSBK di Mandalika, Berasa Liburan!
- Jadwal Lengkap Formula 1 GP Bahrain di Sirkuit Sakhir, 3-5 Maret 2023
- Jadwal Lengkap WorldSBK Mandalika di Trans7 dan SPOTV, 3-5 Maret 2023
- 5 Pembalap yang Masih Menanti Podium Perdana di MotoGP, Ada Rider Senior!
- Tandem Tangguh: Marc Marquez Sebut Joan Mir Bertalenta, Disiplin, Banyak Skill
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ducati Punya 4 Tim, Aprilia: MotoGP Tak Boleh Jadi Ajang One-Make Race
Otomotif 2 Maret 2023, 13:39
-
5 Pembalap yang Masih Menanti Podium Perdana di MotoGP, Ada Rider Senior!
Otomotif 1 Maret 2023, 14:17
LATEST UPDATE
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
-
Mantap! Como Segera Datangkan Mantan Bek Manchester United
Liga Italia 23 Agustus 2026, 18:30
-
Absen Lawan Hull City, Seberapa Parah Cedera Amad Diallo?
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 18:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR