
Bola.net - CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, sangat puas melihat persaingan MotoGP yang semakin ketat, apalagi level performa para pembalap kian setara berkat dukungan teknis dan moral yang tinggi dari tim-tim yang menaungi mereka. Hal ini disampaikan Ezpeleta dalam wawancaranya dengan Moto.it, Senin (17/1/2022).
Persaingan ketat ini juga diyakini Ezpeleta sebagai bukti hanya pembalap terbaik dunia yang bisa turun di MotoGP. Ia pun senang tak ada lagi 'pay rider', yakni pembalap yang 'membayar' agar bisa balapan di MotoGP, entah karena mengusung sponsor ke timnya atau dibiayai keluarganya yang kaya raya.
Ezpeleta mengaku sangat menyayangkan hal ini sempat terjadi dalam satu dekade terakhir, namun lega kini seluruh pembalap yang ada di MotoGP tak perlu membayar apa pun ke timnya demi bisa balapan. Mereka justru dapat kepercayaan murni dari tim dan bahkan mendapatkan gaji yang layak.
Kini Semua Pembalap Dapat Gaji dari Tim

"Sayangnya, hal macam ini (pay rider) kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sekarang hal-hal seperti ini tak lagi terjadi. Kini semua pembalap yang ada di MotoGP memiliki tim yang sangat percaya pada mereka dan membayar gaji mereka," ungkap Ezpeleta, yang sudah menaungi MotoGP sejak 1992.
Pria Spanyol ini juga menanggapi asumsi publik yang menyatakan Dorna Sports menganakemaskan para pembalap Spanyol dan Italia, mengingat kedua negara ini menyumbangkan pembalap paling banyak di Grand Prix. Ia pun mengakui sempat dapat saran untuk membatasi jumlah rider dari kedua negara.
Ezpeleta memang menginginkan lebih banyak rider non-Spanyol dan non-Italia untuk turun di Grand Prix, serta berjanji makin menggalakkan program ini. Namun, ia menyebut pembatasan jumlah rider Spanyol dan Italia, yakni dua negara yang kultur balap motornya paling kental, adalah gagasan tak masuk akal.
Cari Lebih Banyak Rider Seperti Miller dan Quartararo

Dorna Sports sejatinya sudah membentuk program-program balap yang membuka peluang para rider non-Spanyol dan non-Italia, seperti Red Bull Rookies Cup, Asia Talent Cup, British Talent Cup, Northern Talent Cup, bahkan erat bekerja sama dengan Moto3 Junior World Championship dan MotoAmerica.
"Selama beberapa waktu, ada beberapa pihak yang mengajukan proposal agar jumlah pembalap Italia dan Spanyol dibatasi. Namun, saya tidak merasa ini jalan yang tepat. Menurut saya, kami memang harus lebih baik dalam menemukan banyak rider seperti Jack Miller, Fabio Quartararo, dan Johann Zarco," ujar Ezpeleta.
"Dengan begitu, kebangsaan pembalap MotoGP lebih heterogen. Tapi memberlakukan pembatasan jumlah hanya karena ada terlalu banyak pembalap Spanyol dan Italia tidaklah masuk akal. Pasalnya, pembalap terbaik lah yang bisa masuk ke MotoGP, tak peduli dari mana asal mereka. Itulah yang terjadi sekarang," pungkasnya.
Sumber: Motoit
Baca Juga:
- Indonesia Siapkan Travel Bubble demi Jamin MotoGP Mandalika Tak Batal
- Baru 17 Tahun, Pedro Acosta Dapati Namanya Diabadikan di Sirkuit Cartagena
- Video: Mengapa Marc Marquez Pilih Sirkuit Portimao Jadi Tempat 'Tes Mata'?
- Sejak Kecil Jadi Rival, Fabio di Giannantonio Takjub Kini di MotoGP Bareng Enea Bastianini
- Siap ke Sepang: Jalani 65 Lap, Marc Marquez Senang Matanya Pulih
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Galeri Foto: Kembalinya Marc Marquez Latihan Motor di Portimao demi 'Tes Mata'
Open Play 18 Januari 2022, 16:15
-
Puas Tak Ada Lagi 'Pay Rider', MotoGP Tolak Batasi Jumlah Rider Italia dan Spanyol
Otomotif 18 Januari 2022, 14:45
-
Indonesia Siapkan Travel Bubble demi Jamin MotoGP Mandalika Tak Batal
Otomotif 18 Januari 2022, 13:55
-
Baru 17 Tahun, Pedro Acosta Dapati Namanya Diabadikan di Sirkuit Cartagena
Otomotif 18 Januari 2022, 12:20
-
Video: Mengapa Marc Marquez Pilih Sirkuit Portimao Jadi Tempat 'Tes Mata'?
Open Play 18 Januari 2022, 11:45
LATEST UPDATE
-
Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia Jumpa Vietnam
Tim Nasional 8 April 2026, 23:42
-
Tempat Menonton PSG vs Liverpool: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 8 April 2026, 22:02
-
PSBS Biak dan Ancaman Degradasi yang Makin Nyata
Bola Indonesia 8 April 2026, 20:29
-
Seperti Wine, Makin Tua Makin Berkelas: Dialah Manuel Neuer!
Liga Champions 8 April 2026, 19:47
-
Ketika Semua Melambat di Hadapan David Raya Si Raja Nirbobol
Liga Champions 8 April 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32

























KOMENTAR