Bola.net - Dalam sebuah wawancara dengan majalah Motosprint, Valentino Rossi yang kini kembali membela Yamaha membicarakan MotoGP 2013 dan juga kesulitan yang ia hadapi di Ducati selama dua tahun terakhir.
Musim 2013 merupakan musim ke-18 Rossi di dunia balap Grand Prix. Ia pun merasa seperti terlahir kembali setelah membela Yamaha untuk kedua kalinya. Pada uji coba Malaysia, 5-7 Februari lalu, Rossi bahkan berhasil merangsek ke posisi empat besar bersama YZR-M1.
"Masa lalu saya merupakan sebuah bukti. Bersama Aprilia, Honda dan Yamaha, saya selalu cukup beruntung bisa mendapat motor yang baik. Bersama mereka, saya tahu bagaimana caranya untuk menang. Namun di Ducati, sepertinya 'hanya' saya yang tahu," ujarnya.
Setelah kembali ke Yamaha, Rossi pun mengaku ingin kembali mengalahkan semua motor Honda, seperti yang ia lakukan pada musim 2004, 2005, 2008 dan 2009 silam. Dengan motor yang lebih mudah dikendarai, secercah harapan pun kini menghampirinya.
"Saya membalap untuk bersenang-senang, namun dengan kembali ke Yamaha, saya ingin mengalahkan Honda, seperti yang pernah saya lakukan dulu. Motor kami kini lebih mudah dikendarai ketimbang versi 2009. M1 jelas memiliki performa maksimal," ungkap pebalap berusia 34 tahun itu.
Meski berpendapat mengalahkan Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa merupakan tugas berat, The Doctor yakin instingnya untuk meraih kemenangan tak pernah surut.
"Api dalam diri saya tak pernah padam. Kini saya merasa kompetitif, namun mengalahkan Jorge dan Dani akan sangat sulit, terutama saat balapan. Banyak orang berpikir saya harus berhenti, namun saya tahu yang sebenarnya," pungkas Rossi. (mgp/kny)
Musim 2013 merupakan musim ke-18 Rossi di dunia balap Grand Prix. Ia pun merasa seperti terlahir kembali setelah membela Yamaha untuk kedua kalinya. Pada uji coba Malaysia, 5-7 Februari lalu, Rossi bahkan berhasil merangsek ke posisi empat besar bersama YZR-M1.
"Masa lalu saya merupakan sebuah bukti. Bersama Aprilia, Honda dan Yamaha, saya selalu cukup beruntung bisa mendapat motor yang baik. Bersama mereka, saya tahu bagaimana caranya untuk menang. Namun di Ducati, sepertinya 'hanya' saya yang tahu," ujarnya.
Setelah kembali ke Yamaha, Rossi pun mengaku ingin kembali mengalahkan semua motor Honda, seperti yang ia lakukan pada musim 2004, 2005, 2008 dan 2009 silam. Dengan motor yang lebih mudah dikendarai, secercah harapan pun kini menghampirinya.
"Saya membalap untuk bersenang-senang, namun dengan kembali ke Yamaha, saya ingin mengalahkan Honda, seperti yang pernah saya lakukan dulu. Motor kami kini lebih mudah dikendarai ketimbang versi 2009. M1 jelas memiliki performa maksimal," ungkap pebalap berusia 34 tahun itu.
Meski berpendapat mengalahkan Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa merupakan tugas berat, The Doctor yakin instingnya untuk meraih kemenangan tak pernah surut.
"Api dalam diri saya tak pernah padam. Kini saya merasa kompetitif, namun mengalahkan Jorge dan Dani akan sangat sulit, terutama saat balapan. Banyak orang berpikir saya harus berhenti, namun saya tahu yang sebenarnya," pungkas Rossi. (mgp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rossi: Api Dalam Diri Saya Tak Pernah Padam
Otomotif 20 Februari 2013, 19:00
-
Rossi: Saya Belum Lupa Cara Membalap
Otomotif 20 Februari 2013, 11:00
-
Biaggi: Rossi Tak Punya Peluang Juara Lagi!
Otomotif 19 Februari 2013, 20:00
-
Demi Bakat Muda, Yamaha Ingin Perpanjang Kontrak Tech 3
Otomotif 19 Februari 2013, 19:00
-
Bersama Yamaha, Rossi Merasa Seperti Terlahir Kembali
Otomotif 19 Februari 2013, 09:00
LATEST UPDATE
-
Profil Timnas Qatar di Piala Dunia 2026: Ambisi Baru The Maroons
Piala Dunia 10 April 2026, 08:00
-
Liverpool Hancur di Tangan PSG, 2 Sosok Ini Kena Damprat Carragher
Liga Inggris 10 April 2026, 07:45
-
Patah Hati Manchester United, Elliot Anderson Lebih Memilih Manchester City?
Liga Inggris 10 April 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25


























KOMENTAR