Bola.net - - Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi mengaku bangga sekaligus tak habis pikir bisa mendapat kesempatan menjadi 'musuh' anak didiknya sendiri di MotoGP tahun ini, yakni Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dan Francesco 'Pecco' Bagnaia (Alma Pramac Racing).
Morbidelli dan Bagnaia memang merupakan bagian dari VR46 Riders Academy yang resmi diluncurkan Rossi sejak 2014. Morbidelli bahkan sudah kerap berlatih dengan The Doctor sebelum akademi tersebut dibentuk. Keduanya berhasil meraih gelar dunia Moto2, dan kini sama-sama bertarung di MotoGP.
Morbidelli yang merebut gelar pada 2017, naik ke MotoGP lebih dulu pada 2018 bersama Marc VDS Honda. Kini mengendarai Yamaha dengan motor YZR-M1 spek pabrikan, ia punya perangkat setara dengan Rossi. Bagnaia memang sekadar mengendarai motor Ducati Desmosedici GP18, namun tampil apik selama uji coba.
Ucap Selamat untuk Bagnaia

Bagnaia telah menunjukkan potensinya dalam uji coba Valencia dan Jerez, Spanyol pada November lalu, dan menggebrak dalam uji coba Sepang, Malaysia pekan lalu. Meski mengendarai motor 2018, ia sukses menduduki posisi tercepat kedua, menjadi salah satu dari empat rider Ducati yang berkuasa di posisi teratas. Rossi sendiri harus puas duduk di posisi 10.
"Pecco mengesankan. Ia sungguh fantastis dalam lap tunggal. Selamat untuknya. Tapi saya harap ritme balapnya lebih lamban! Ia rider yang cepat, dan ia mencapai 1 menit 58,3 detik. Mengingat ia baru punya sedikit pengalaman, ini jelas impresif. Kami harus memperhatikannya. Ia bakal membuat hidup saya jadi sulit!" ujar Rossi kepada Motorsport.
Juga Awasi Morbidelli

Selain diasapi Bagnaia di Sepang, Rossi juga tertinggal dari Morbidelli, yang duduk di posisi delapan. Meski menyebut performanya dan Morbidelli tak jauh berbeda, rider yang akhir pekan ini akan berusia 40 tahun ini yakin dirinya harus bekerja ekstra keras dalam menghadapi anak-anak didiknya musim ini.
"Saya rasa situasinya bakal rumit, karena ritme saya dan Franco sangat mirip. Pecco lah yang bakal cepat. Saya harus bekerja lebih keras karena bakal sangat sulit bertahan di depan mereka. Saat saya memulai proyek akademi, saya tak pernah mengira mereka bakal datang ke MotoGP dan melakukan ini semua, apalagi melawan saya!
Bangga dan Cemas
Rossi pun mengaku cemas menghadapi Bagnaia dan Morbidelli, namun tetap menyadari bahwa targetnya di VR46 Riders Academy telah terpenuhi, yakni berhasil membantu rider-rider Italia untuk turun di kelas tertinggi.
"Di satu sisi, saya cemas, sangat cemas. Tapi di lain sisi, saya sangat senang, karena ini adalah bukti bahwa kami bekerja dengan baik lewat akademi. Memang itulah tujuan kami, yakni membantu para rider yang kini juga punya peluang mengalahkan saya. Tapi kami tak boleh menyerah," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
SRT: Cari Penerus Valentino Rossi Itu 'Misson: Impossible'
Otomotif 12 Februari 2019, 16:10
-
Petronas SRT, Tempat Yamaha Mencari 'The Next' Rossi-Vinales
Otomotif 12 Februari 2019, 15:20
-
Marquez: Performa Rossi di Sepang Layak Dikagumi
Otomotif 12 Februari 2019, 13:55
-
Sang Ayah: Valentino Rossi Masih Seperti 10 Tahun Lalu
Otomotif 12 Februari 2019, 10:55
-
Rossi Bangga Sekaligus Ngeri Jadi Rival Morbidelli-Bagnaia
Otomotif 12 Februari 2019, 09:40
LATEST UPDATE
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
-
Membandingkan Gaji Pemain West Ham dengan Gaji Pemain Championship
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:03
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00


























KOMENTAR